Ayo Menolong Teman Tuntunan Ibadah Anak 3 Oktober 2021

20 September 2021

Tahun Gerejawi: Bulan Ekumene
Tema:
Kehidupan persekutuan adalah cermin dari kehidupan beriman
Bacaan:
Galatia 6 : 1-10
Ayat Hafalan: Galatia 6 : 10 –
“Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.”

Penjelasan Teks ( Hanya untuk pamong )
Paulus menuliskan surat Galatia dengan tujuan untuk menolong jemaat yang terombang-ambingkan dengan ajaran sesat. Tidak hanya ajaran yang sesat, tetapi juga jemaat Galatia diperhadapkan hasutan orang Yahudi tentang kerasulan Paulus. Kondisi inilah yang menjadi latarbelakang Paulus menulis surat.

Teguran Paulus yang keras terhadap penyimpangan yang terjadi di jemaat Galatia pasti akan menghasilkan respon yang beragam. Ada yang disadarkan akan kesalahannya, berdukacita, dan hendak bertobat. Ada pula kelompok orang yang tidak jatuh ke dalam kesalahan tersebut, namun memakai surat Paulus ini untuk menghakimi kelompok yang tersesat.

Paulus tidak ingin ada orang yang bermegah atas kejatuhan orang lain. Justru orang yang tidak jatuh karena rohaninya kuat harus mampu menunjukkan sikap kristiani yang penuh kasih terhadap mereka yang jatuh. Dengan lemah lembut mengingatkan dan mengajak mereka untuk kembali kepada ajaran yang benar. Selain itu , mereka juga harus berjaga-jaga, karena manusia itu lemah dan setiap orang punya potensi untuk melakukan kesalahan. Sedangkan ukuran yang digunakan untuk menilai diri sendiri dan orang lain bukanlah standar manusia tetapi Firman Tuhan. Dan bagi yang diingatkan hendaknya juga menerima teguran tersebut dengan rendah hati serta menghormati orang yang menegur, dan segera bertobat karena Allah tidak dapat dipermainkan. Akhirnya Paulus juga menasehati jemaat Galatia agar terus menerus mewujudkan karakter ilahi mereka dengan perbuatan-perbuatan yang baik dan menjadi berkat. Dengan demikian akan terbangun sikap saling menolong dan menjaga dalam persekutuan sebagai cermin orang beriman.

Refleksi untuk Pamong :
Sebagai pamong, tentu saja kita “hidup“ dalam sebuah persekutuan dengan sesama pamong. Dimana dalam perjumpaan dengan sesama pamong ini, kadang-kadang timbul masalah yang disebabkan oleh berbagai hal ( perbedaan pendapat, salah paham, dlsb). Tentu saja masalah yang ada harus diselesaikan dengan cara yang baik. Bagi yang ditegur ( jika melakukan kesalahan ) dan yang menegur harus saling menghormati. dengan cara yang sopan dan sikap rendah hati. Tidak saling mendendam dan menjatuhkan, tetapi saling memaafkan dan mendukung. Sehingga persekutuan kita ( gereja ) bisa menjadi tempat diwujudkannya kasih persaudaraan, serta persekutuannya hidup dan berkembang dilandasakan pada kasih Tuhan.

Marilah kita mulai dari diri kita sendiri, tidak perlu menunggu orang lain


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan:
Anak dapat menceritakan kembali nasihat Rasul Paulus kepada jemaat Galatia untuk memimpin orang yang bersalah supaya kembali ke jalan yang benar.

Alat Peraga

  1. Tulisan “GALATIA” ( dibuat dalam huruf yang besar dan dengan warna yang terang)
  2. Gambar orang-orang Galatia yang sedang bertengkar
  3. Gambar orang yang berangkulan /bersalaman sambil tersenyum
  4. “Amplop” berbentuk tabung dengan tulisan :” PAULUS”
  5. Surat / kertas yang berisi tulisan : karena itu selama masih ada kesempatan marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman (surat ini dimasukkan dalam amplop)

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,

Siapa yang pernah rebutan mainan atau makanan dengan adik atau kakak ?

Siapa yang pernah marah-marah atau berantem dengan teman di sekolah ?
(beri kesempatan pada anak-anak untuk memberikan jawaban dan bercerita, apa saja yang mereka perebutkan, apa saja yang membuat mereka bertengkar dengan saudara atau teman, apakah akhirnya mereka atau temannya menangis, dsb).

  • Catatan untuk pamong : berilah komentar untuk jawaban anak-anak

Inti Penyampaian
Anak-anak, pagi ini kita akan berkunjung ke sebuah kota. ( pamong menempelkan tulisan “ GALATIA”)

Kita akan ke kota Galatia ( ajak anak-anak mengulang kata Galatia)
(tunjukkan gambar orang-orang Galatia yang sedang bertengkar ) ada apa ini di kota Galatia, kok rame sekali.

“aku yang benar !”

“Tidak! aku yang benar. Kamu yang salah.”

“kamu yang salah !”

O…. ternyata mereka sedang bertengkar.

“Teman-teman, lihatlah ada sebuah surat,” kata seseorang yang datang ( tunjukkan surat )

Surat dari siapa ini ?
(pamong membaca tulisan yang ada di amplop) PA..U…LUS…..(ajak anak-anak mengulang kata Paulus).

Apa ya isinya ?
(pamong atau salah seorang anak diajak untuk membuka amplop tersebut , lalu mengambil surat yang ada di dalamnya dan membukanya).

(pamong membacakan isi/tulisan dalam surat tersebut) ternyata Paulus ingin orang-orang di Galatia hidup rukun. Tidak bertengkar lagi. Tapi saling menolong.( tunjukkan gambar orang berangkulan sambil tersenyum) kalau ada teman yang berbuat salah, diberitahu atau diingatkan dengan cara berbicara yang baik dan sopan.

Penerapan
Kita juga harus jadi anak-anak yang suka berbuat baik dengan menolong saudara atau teman kita, Seperti yang ditulis Paulus. dan tentu saja seperti yang diajarkan Tuhan Yesus.

Kita ulang lagi yuk,
(ajak anak-anak mengulang dengan gerakan)

Marilah……( gerakkan tangan mengajak seperti ketika kita “mengatakan ayo” )

Kita………..( tangan mendekap dada)

Berbuat baik..( mengacungkan kedua Jempol ).

( bisa diulang beberapa kali )

Catatan untuk pamong : Pamong bisa membuat gerakan sesuai kreativitas masing-masing. Tujuan gerakan ini adalah untuk mempermudah anak menghafal kalimat “ mari kita berbuat baik”

Aktivitas

  1. Bagikan kertas dengan gambar hati seperti contoh. (anak-anak bisa dilibatkan untuk membantu membagikan kertas )
  2. Anak-anak mewarnai gambar hati. Lalu bantu/ bimbing anak-anak untuk menuliskan namanya di atas gambar hati, dan nama orang yang disayangi ( saudara/orang tua/teman) di bawah gambar hati.
  3. Gulung dan masukkan kertas tersebut ke dalam tempat yang berbentuk tabung ( bisa dibuat dari kertas atau bahan lain sesuai dengan kondisi masing-masing jemaat )
  4. Sarankan pada anak-anak, untuk menyampaikan “ surat” tersebut pada orang yang mereka sayangi, yang namanya sudah mereka tuliskan di bawah gambar hati.

Lagu Tema : Dalam Yesus kita bersaudara (Kidung Ria No. 120)


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali nasihat Rasul Paulus kepada jemaat Galatia untuk memimpin orang yang bersalah supaya kembali ke jalan yang benar.

Alat Peraga

  1. Tulisan “GALATIA” ( dibuat dalam huruf yang besar dan dengan warna yang terang)
  2. Gambar orang-orang Galatia yang sedang bertengkar
  3. Gambar orang yang berangkulan /bersalaman sambil tersenyum
  4. “Amplop” berbentuk tabung dengan tulisan :” PAULUS”
  5. Surat / kertas yang berisi tulisan : karena itu selama masih ada kesempatan marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman. (surat ini dimasukkan dalam amplop)

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,

Siapa yang pernah bertengkar adik atau kakak ?

Siapa yang pernah marah-marah atau berkelahi dengan teman di sekolah ?
(beri kesempatan pada anak-anak untuk memberikan jawaban dan bercerita, apa saja yang mereka perebutkan, apa saja yang membuat mereka bertengkar dengan saudara atau teman, apakah akhirnya mereka atau temannya menangis, apakah mereka merasa senang setelah bertengkar dengan saudara atau temannya, dsb).

  • Catatan untuk pamong : berilah komentar untuk jawaban anak-anak

Inti Penyampaian
Anak-anak, pagi ini kita akan berkunjung ke sebuah kota. Kota apa ya ? yuk kita susun huruf-huruf ini menjadi sebuah nama kota yang ada di Alkitab (taruhlah huruf-huruf dalam sebuah kotak. Lalu ajak anak-anak untuk menyusun huruf –huruf menjadi kata “ GALATIA”. Kegiatan ini bisa dilakukan secara pribadi atau berkelompok , disesuaikan dengan jumlah anak)

Ya, kita akan menuju kota Galatia. Yuk kita berjalan bersama-sama. (ajak anak-anak menynyikan lagu jalan serta Yesus sambil berjalan mengelilingi tempat ibadah anak-anak).

Setelah sampai di Galatia, kita lihat yuk , seperti apa sih orang-orang di kota ini ?
(tunjukkan gambar orang-orang Galatia yang sedang bertengkar ) ada apa dengan orang-orang di kota Galatia ini, kok rame sekali. Apakah mereka sedang berpesta atau sedang mengadakan lomba-lomba ? ( berikan kesempatan pada anak-anak untuk menyampaikan dugaan-dugaannya)

Yah….ternyata mereka sedang bertengkar.

 “cara ibadahku yang benar !”

“Tidak! Cara berdoaku yang benar. Kamu yang salah.”

“kamu yang salah !”

o….rupanya mereka punya cara beribadah yang berbeda. Masing-masing merasa dirinya yang paling benar.

“Teman-teman, lihatlah ada sebuah surat,” kata seseorang yang datang ( tunjukkan surat )

Surat dari siapa ini ?
(pamong menunjukkan nama pengirim kepada anak dan mengajak anak-anak untuk bersama-sama membaca tulisan yang ada di amplop) PA..U…LUS…..( ajak anak-anak mengulang kata Paulus ).

Apa ya isinya ? (pamong atau salah seorang anak diajak untuk membuka amplop tersebut , lalu mengambil surat yang ada di dalamnya dan membukanya).

(pamong / salah seorang membacakan isi/tulisan dalam surat tersebut) ternyata Paulus ingin orang-orang di Galatia hidup rukun. Tidak bertengkar lagi. Tapi saling menolong. Kalau ada temannya beribadah tidak seperti yang diajarkan Tuhan Yesus, harus diberitahu dengan cara yang baik, yang sopan. Tidak dengan marah-marah dan berteriak-teriak. ( tunjukkan gambar orang bersalaman sambil tersenyum). Nah kalau kita memberitahu teman kita dengan cara yang baik, maka semuanya akan senang.

Penerapan
Nah, kalau kita melihat ada saudara atau teman kita melakukan hal yang tidak benar, kita harus menegur dan memberitahu. Tapi ingat, dengan cara yang baik dan sopan ya….

(bimbing anak-anak untuk menyebutkan contoh-contohnya)

Aktivitas

  1. Bagikan kertas pada anak-anak
  2. Anak-anak menuliskan ayat hafalan ( Galatia 6 : 10 ). (Jika memungkinkan bisa menggunakan pensil warna / spidol warna warni supaya lebih menarik.)
  3. Anak-anak membaca ayat yang dituliskan tersebut
  4. Anak-anak menggulung kertas berisi ayat tersebut kemudian memasukkan kedalam “amplop” yang berbentuk tabung ( seperti pada aktivitas jenjang balita ) dan menuliskan pada tabung tersebut kalimat “Galatia 6 : 10”
  5. Sarankan pada anak-anak untuk menghafalkan ayat tersebut di rumah dan minggu depan akan diucapkan di depan kelas / ruang ibadah anak.

 Lagu Tema : Ajar aku berdoa ( Kidung Ria No. 59 )


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat memahami bahwa orang yang beriman harus memiliki sikap berbuat baik
  2. Anak dapatmemamahibahwaberimantanpaperbuatanadalahkemunafikan (begitu juga sebaliknya)
  3. Anak dapat menjelaskan nasihat rasul Paulus untuk memimpin orang yang bersalah supaya kembali ke jalan yang benar.
  4. Anak dapat menjelaskan hambatan dalam memimpin orang yang yang benar dalam membangun persekutuan.

Alat Peraga

  1. Tulisan “GALATIA” ( dibuat dalam huruf yang besar dan dengan warna yang terang)
  2. Gambar orang-orang Galatia yang sedang bertengkar
  3. Gambar orang yang berangkulan /bersalaman sambil tersenyum
  4. “Amplop” berbentuk tabung dengan tulisan :” PAULUS”
  5. Surat / kertas yang berisi tulisan : karena itu selama masih ada kesempatan marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman (surat ini dimasukkan dalam amplop)

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,

Pagi hari ini kita membaca Firman Tuhan dari kitab Galatia 6 : 1-10. – (pamong meminta semua anak untuk membaca Alkitab di dalam hati )

Inti Penyampaian
(pamong memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar bacaan. Jadi anak-anak berperan aktif dalam memahami perikop yang sudah dibaca)

Dari perikop yang sudah kita baca bersama, dimanakah tempat peristiwa ini terjadi? (anak-anak menjawab pertanyaan)

(setelah anak-anak menjawab, pamong menempelkan tulisan “ Galatia”) Ya, peristiwa ini terjadi di Galatia.

Peristiwa apa /apa yang sedang terjadi pada orang –orang di Galatia? (anak-anak menjawab pertanyaan)

(pamong menempelkan gambar orang-orang Galatia yang sedang bertengkar .) o…ternyata di Galatia ada beberapa kelompok yang mempunyai pendapat atau keyakinan yang berbeda-beda. Ada yang punya keyakinan kalau untuk menjadi seorang Kristen yang benar itu harus mentaati hukum atau aturan-aturan Yahudi. ( sunat, tidak boleh makan beberapa makanan tertentu, dll). ada juga kelompok yang mengikuti ajarannya Paulus, bahwa untuk menjadi orang Kristen yang baik adalah dengan percaya sepenuhnya pada Kristus. Nah, karena ada perbedaan itu, maka mereka tidak dapat hidup dengan rukun, saling menyalahkan dan masing-masing merasa kelompok mereka yang paling benar.

Karena melihat perpecahan di jemaat Galatia, maka Paulus mengirimkan surat untuk jemaat di Galatia (pamong menunjukkan surat)

Apa ya isi surat Paulus? (anak-anak menjawab pertanyaan)

Isinya nasihat supaya orang-orang yang masih taat pada ajaran Kristus mau menolong orang-orang yang mempunyai pendapat yang keliru, dengan cara mengingatkan, membimbing supaya mereka lembali ke ajaran yang benar. Tetapi cara mengingatkannya harus dengan cara yang baik, rendah hati, tidak sombong karena merasa dirinya yang paling benar. Karena menegur teman dengan cara yang baik dan tidak sombong juga menjadi bukti iman yang benar. (pamong menunjukkan gambar orang yang bersalaman sambil tersenyum)

Penerapan
Nah kalau untuk kita saat ini, apakah anak-anak juga pernah melihat / tahu ada saudara kita atau teman kita yang melakukan hal-hal yang tidak baik atau tidak benar? apa yang mereka lakukan? (anak-anak menjawab pertanyaan).

Jika kalian melihat hal itu, apakah kalian menegur / mengingatkan ? jika kalian hanya diam saja, apakah alasannya? apakah karena takut ? (anak-anak menjawab pertanyaan)

Seperti yang sudah kita pelajari tadi, Paulus mengingatkan jemaat di Galatia untuk menolong teman supaya temannya juga menjadi baik, melakukan hal yang benar. Demikian juga kita,kita harus mengingatkan teman yang berbuat tidak baik. Tentunya dengan cara yang baik ya, menggunakan kata-kata yang sopan.

Selain ditujukan untuk jemaat di Galatia, nasihat Paulus itu juga bisa kita terapkan saat ini. Mari kita lihat nasihat Paulus untuk kita saat ini

(salah seorang anak ditunjuk untuk mewakili teman-temannya untuk membuka “ surat” dari paulus dan membacanya)

Aktivitas
S
upaya kita tidak mudah lupa pada nasihat Paulus, kita akan bersam-sama menuliskannya

  1. Bagikan kertas pada anak-anak
  2. Anak-anak menuliskan ayat hafalan ( Galatia 6 : 10 ). (Jika memungkinkan bisa menggunakan pensil warna / spidol warna warni supaya lebih menarik.)
  3. Anak-anak membaca ayat yang dituliskan tersebut
  4. Anak-anak menggulung kertas berisi ayat tersebut kemudian memasukkan kedalam “amplop” yang berbentuk tabung ( seperti pada aktivitas jenjang balita ) dan menuliskan pada tabung tersebut kalimat “ Galatia 6 : 10”
  5. Sarankan pada anak-anak untuk menghafalkan ayat tersebut di rumah dan minggu depan akan diucapkan di depan kelas / ruang ibadah anak.

 Lagu Tema : Ajar aku berdoa ( Kidung Ria No. 59 )

Renungan Harian

Renungan Harian Anak