Berani Memafkan dan Mengasihi Tuntunan Ibadah Anak 10 Oktober 2021

27 September 2021

Tahun Gerejawi: Bulan Ekumene
Tema:
Wujud Persekutuan: belaskasihan, pengampunan dan kebaikan
Judul: Berani memaafkan dan mengasihi
Bacaan:
Matius 9: 9-13
Ayat Hafalan: Matius 9:13 – Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar melainkan orang berdosa

Penjelasan Teks (Hanya untuk pamong)
Israel pada masa injil Matius adalah daerah kekuasaan dari kerajaan Romawi. Israel harus mengumpul pajak sebagai daerah jajahan. Hal ini yang menyebabkan pemungut cukai memiliki label yang buruk, pemungut cukai dapat dikatakan berada di sisi kerajaan Romawi berseberangan dengan orang-orang Israel. Bahkan Orang-orang Farisi tidak menerima baik secara moral dan ritual akan pemungut cukai. Beberapa Pandangan buruk ini yang menjadi latarbelakang pertanyaan dari orang-orang disekitar ketika Tuhan Yesus makan bersama-sama dengan pemungut cukai.Namun yang dilakukan Yesus sangatlah berbeda bahkan bertolangbelakang dengan apa yang ada di masyarakat Yahudi.

Di awali dengan kalimat pergilah dan pelajari firman ini, Yesus mengajak orang-orang untuk mencari makna akan ucapannya yang Yesus ambil dari Hosea 6:6, Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan. Kata kukehendaki dapat juga diartikan aku menginginkan/lebih tertarik/hasrat. Kata yang dipakai dalam belas kasihan juga bisa diartikan, ampunan, dan kebaikan. Kata persembahan yang dimaksud adalah persembahan korban dalam peribadatan Israel. Jadi jelas, bahwa kedatangan Yesus membawa belas kasih, pengampunan dan kebaikan, dan hal ini bukan untuk orang yang memiliki kebenaran sendiri melainkan mereka yang mengaku berdosa, karena di dalam pengakuan dosa seseorang tidak memiliki harapan kecuali hanya di dalam Yesus Kristus Sang Juruselamat

Refleksi untuk Pamong :
Seringkali kita memandang atau menilai rendah pada diri kita sendiri atau orang lain, karena kita melihat latar belakang atau perbuatan masa lalu yang kita anggap kurang baik. kemudian kita menganggap hal (dosa) tersebut juga menyebabkan seseorang tidak layak atau tidak pantas untuk ikut terlibat dalam pelayanan.

Namun dari bacaan kita kali ini, ada sebuah berita yang luar biasa. Dimana kita tidak perlu lagi beranggapan bahwa diri kita dan orang lain adalah orang yang yang “jelek” dan tidak berguna. Karena semua orang dan dikasihi dan berharga di hadapan Tuhan. Serta ada pengampunan dari Tuhan atas semua dosa dan kesalahan kita. Jika kita semua menyadari hal tersebut maka hidup kita dalam sebuah persekutuan akan sangat indah.

Anugerah keselamatan bukan saja mengampuni kita tetapi juga menggerakkan kita menjadi saksi Kristus (dengan menjadi pamong yang baik).


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah Yesus berada di rumah Matius sang pemungut cukai.

Alat Peraga:

  1. Gambar Matius dengan tulisan “MATIUS” di bawah gambar
  2. Gambar Yesus menjumpai Matius yang sedang duduk di depan rumah cukai
  3. Yesus sedang makan di rumah matius bersama-sama dengan beberapa pemungut cukai
  4. Orang-orang Farisi bercakap-cakap denganYesus dengan latar belakang orang-orang yang sedang makan di rumah Matius.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,

Berapa jumlah murid Yesus ? ( bimbing anak-anak menyebutkan nama-nama murid Yesus atau menyanyikan lagu nama – nama murid Yesus)

Salah satu murid Yesus ini bernama Matius . ( tempelkan gambar “ Matius” di papan).

( ajak anak-anak mengulang beberapa kali.)

Siapa sih Matius ini ? dimana ya Yesus pertama kali bertemu ?

Inti Penyampaian
Matius bekerja sebagai pemungut cukai. Apa sih pemungut cukai itu ? pemungut cukai adalah orang pekerjaannya mengumpulkan uang dari orang-orang , lalu kalau sudah terkumpul uang itu akan diserahkan ke pemerintah.

Banyak orang yang tidak suka pada Matius, karena Matius suka meminta uang lebih banyak. Kalau ada orang yang seharusnya membayar lima ratus, maka Matius akan meminta uang seribu. Oleh karena itu, Matius dianggap sebagai orang berdosa, karena meminta uang lebih banyak dari yang seharusnya.

 Pada suatu hari ketika Yesus sedang berjalan, Yesus melihat Matius yang sedang duduk di depan rumah tempat Matius bekerja. ( tempelkan gambar Yesus menjumpai Matius di rumah cukai)

Lalu berkatalah Yesus ,” Ikutlah Aku.”

Matiuspun berdiri dan mengikuti Yesus.

 Lalu Matius dan Yesus pergi ke rumah Matius. Matius menyiapkan makanan dan mengajak Yesus untuk makan bersama ( tempelkan gambar Yesus makan di rumah Matius )

Teman-teman Matius juga ikut makan bersama mereka.

 Lalu datanglah orang-orang Farisi dan bertanya pada murid-murid Yesus ,”mengapa gurumu makan bersama-sama dengan orang berdosa ?”

(pamong menempelkan gambar Yesus bercakap-cakap dengan orang Farisi). Yesus mendengar pertanyaan itu lalu menjawab, “ aku datang untuk orang yang berdosa.”

Penerapan
Artinya Yesus mengasihi semua orang. Orang yang berdosapun diampuni. Dan diberi kesempatan untuk bertobat . Matius yang sudah diampuni dosanya, akhirnya menjadi murid Yesus.

Aktivitas

  1. Pamong menempelkan gambar – gambar yang digunakan sebagai alat peraga di tembok ( misalnya gambar 1 di tembok sebelah utara, gambar 2 di tembok selatan, gambar 3 di tembok timur dan gambar 4 di sebelah barat)
  2. Ajak anak-anak untuk menuju ke gambar 1, dan minta pada anak-anak untuk menceritakan gambar tersebut.
  3. Ajak anak-anak untuk menuju ke gambar 2, dan minta pada anak-anak untuk menceritakan gambar tersebut.
  4. Ajak anak-anak untuk menuju ke gambar 3, dan minta pada anak-anak untuk menceritakan gambar tersebut.
  5. Ajak anak-anak untuk menuju ke gambar 4, dan minta pada anak-anak untuk menceritakan gambar tersebut.

Catatan untuk pamong : aktivitas ini bisa diganti sesuai kreativitas pamong, dimana aktivitas pengganti sesuai dengan tujuan,yaitu bisa mengulang kembali cerita hari ini.

Lagu Tema : E, e, e, lihat saya ( Kidung Ria No. 123 )


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah TuhanYesus di rumah Matius pemungut cukai

Alata Peraga

  1. Gambar Matius dengan tulisan “MATIUS” di bawah gambar
  2. Gambar Yesus menjumpai Matius yang sedang duduk di depan rumah cukai
  3. Yesus sedang makan di rumah matius bersama-sama dengan beberapa pemungut cukai
  4. Orang-orang Farisi bercakap-cakap denganYesus dengan latar belakang orang-orang yang sedang makan di rumah Matius.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,

Berapa jumlah murid Yesus ? ( bimbing anak-anak menyebutkan nama-nama murid Yesus atau menyanyikan lagu nama – nama murid Yesus)

Banyak ya murid Yesus. Salah satu murid Yesus ini bernama Matius . ( tempelkan gambar “ Matius” di papan).Siapa sih Matius ini ? Apa pekerjaannya ? Dimana Yesus pertama kali bertemu ?

Inti Penyampaian
Matius bekerja sebagai pemungut cukai. Apa sih pemungut cukai itu ? cukai itu sama dengan pajak. Jadi pemungut cukai adalah orang pekerjaannya mengumpulkan uang dari orang-orang , lalu kalau sudah terkumpul uang itu akan diserahkan ke pemerintah.

Banyak orang yang tidak suka pada Matius, karena Matius suka meminta uang lebih banyak. Kalau ada orang yang seharusnya membayar lima ratus, maka Matius akan meminta uang seribu. Oleh karena itu, Matius dianggap sebagai orang berdosa, karena meminta uang lebih banyak dari yang seharusnya.

Pada suatu hari ketika Yesus sedang berjalan, Yesus melihat Matius yang sedang duduk di depan rumah cukai tempat Matius bekerja. ( tempelkan gambar Yesus menjumpai Matius di rumah cukai)

Lalu berkatalah Yesus ,” Ikutlah Aku.”

Matiuspun berdiri dan mengikuti Yesus.

Lalu Matius dan Yesus pergi ke rumah Matius. Matius menyiapkan makanan dan mengajak Yesus dan murid-muridnya untuk makan bersama ( tempelkan gambar Yesus makan di rumah Matius )

Kemudian teman-teman Matius yang pekerjaannya juga pemungut cukai ikut bergabung makan bersama mereka.

Lalu datanglah orang-orang Farisi dan melihat Yesus makan bersama-sama dengan para pemungut cukai. Mereka merasa heran dan bertanya pada murid-murid Yesus ,”mengapa gurumu makan bersama-sama dengan orang berdosa ?”

(pamong menempelkan gambar Yesus bercakap-cakap dengan orang Farisi ). Yesus mendengar pertanyaan itu lalu menjawab, “ bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini : Yang kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena aku datang bukan untuk memangil orang benar, melainkan orang berdosa .”

Penerapan
Artinya Yesus mengasihi semua orang. Orang yang berdosapun diampuni. Dan diberi kesempatan untuk bertobat. Matius yang sudah diampuni dosanya dan bertobat , akhirnya menjadi murid Yesus.

Aktivitas

  1. (pamong telah mempersiapkan terlebih dahulu) gambar-gambar yang ada di masukkan ke dalam amplop.
  2. Bagilah anak-anak ke dalam 4 kelompok ( menyesuaikan dengan jumlah anak-anak di masing-masing jemaat )
  3. Ke-4 amplop tersebut dibagikan ke masing-masing kelompok ( tiap kelompok hanya mendapatkan amplop/gambar)
  4. Setelah membuka amplop dan mempelajari gambar tersebut, anak-anak diminta untuk menceritakan gambar tersebut dengan bahasa mereka sendiri dan setelah mendiskusikan dengan teman-teman satu kelompok

 Lagu Tema : Maukah kau jadi roti (Kidung Ria No. 83)


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menyimpulkan makna percakapan Tuhan Yesus dengan orang Farisi di rumah Matius.
  2. Anak dapat memahami sikap Yesus yang lebih memilih belaskasihan, pengampunan dan kebaikan:
  3. Anak dapat memilih sikap belas kasihan, pengampunan dan kebaikan daripada balas dendam dan kejahatan

Alat Peraga

  1. Gambar Matius dengan tulisan “MATIUS” di bawah gambar
  2. Gambar Yesus menjumpai Matius yang sedang duduk di depan rumah cukai
  3. Yesus sedang makan di rumah matius bersama-sama dengan beberapa pemungut cukai
  4. Orang-orang Farisi bercakap-cakap denganYesus dengan latar belakang orang-orang yang sedang makan di rumah Matius.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,

Siapakah yang pernah mendengar kata pajak ? Apa ya artinya pajak ?

Pajak adalah pungutan wajib dari rakyat untuk Negara. Kalau orang tua kita punya sepeda motor atau mobil, setiap tahun pasti akan membayar pajak. Lalu kalau kita membeli makanan di restoran, biasanya ada tulisan pajak 10%. Artinya kalau harga makanannya 10 ribu, kita akan membayar 11 ribu. Yang seribu adalah pajak. Lalu digunakan untuk apa saja pajak itu ? banyak ya, diantaranya untuk membangun sarana umum, seperti membuat jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit, dan masih banyak lagi. Ternyata ada juga murid Yesus yang sebelumnya bekerja sebagai pemungut /pengumpul pajak.

Siapa dia ? ( beri kesempatan pada anak-anak untuk menjawab) Ya..dia adalah Matius. ( tunjukkan /tempelkan gambar “ Matius” di papan).

Inti Penyampaian
Banyak orang yang tidak menyukai Matius. Mengapa ? karena Matius selalu meminta pajak lebih dari yang seharusnya. Misalnya seseorang mestinya membayar pajak 500, tetapi Matius meminta 1000. Makanya Matius dan para pemungut pajak yang lain dianggap sebagai orang berdosa karena melakukan hal yang tidak benar.

Pada suatu hari ketika Yesus sedang berjalan, Yesus melihat Matius yang sedang duduk di depan rumah cukai tempat Matius bekerja. ( tempelkan gambar Yesus menjumpai Matius di rumah cukai)

Lalu berkatalah Yesus ,” Ikutlah Aku.”

Matiuspun berdiri dan mengikuti Yesus.

Lalu Matius dan Yesus pergi ke rumah Matius. Matius menyiapkan makanan dan mengajak Yesus dan murid-muridnya untuk makan bersama ( tempelkan gambar Yesus makan di rumah Matius )

Kemudian teman-teman Matius yang pekerjaannya juga sebagai pemungut cukai ikut bergabung makan bersama mereka.

Ketika mereka sedang makan, datanglah orang Farisi dan melihat Yesus makan bersama-sama dengan para pemungut cukai. Mereka merasa heran dan bertanya pada murid-murid Yesus ,”mengapa gurumu makan bersama-sama dengan orang berdosa ?”

Orang Farisi memandang Yesus sebagai orang yang selalu mengajarkan kebaikan, kebenaran. Jadi tidak pantas untuk bergaul dengan orang-orang yang berdosa.

(pamong menempelkan gambar Yesus bercakap-cakap dengan orang Farisi ). Yesus mendengar pertanyaan itu lalu menjawab, “ bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini : Yang kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena aku datang bukan untuk memangil orang benar, melainkan orang berdosa .”

Penerapan
Sebenarnya orang Farisi adalah orang yang taat pada aturan-aturan dan rajin beribadah. Tetapi kadang-kadang mereka seringkali melupakan belas kasihan pada sesama. Seperti pada kisah Matius pemungut cukai ini, orang Farisi menganggap Matius dan para pemungut yang lain adalah orang yang berdosa, sehingga tidak pantas untuk bergaul dengan orang baik. Tetapi Yesus mengatakan bahwa sebaiknya orang itu tidak hanya taat beribadah saja dan memberikan persembahan, tetapi juga harus menaruh belas kasihan pada orang lain. Bahkan pada orang yang dianggap berdosa sekalipun. Mereka juga pantas untuk diberikan pengampunan atas dosa atas kesalahan mereka. Dan kedatangan Yesus juga untuk menebus orang-orang yang berdosa.

Aktivitas

  1. Bagikan 2 lembar kertas pada anak-anak
  2. Anak –anak menuliskan nama orang –orang yang dibenci atau pernah membuat marah, di lebar 1
  3. Anak menuliskan alasannya di lembar 2.
    Contoh :

  • Anak-anak memilih apakah akan memaafkan atau tetap marah dan membalas dendam ? ( jika ada anak yang tetap marah, pamong member penjelasan bahwa kita harus memaafkan orang yang melakukan kesalahan, seperti teladan Yesus yang mau memaafkan Matius. )
  • Setelah anak-anak memutuskan untuk memaafkan, tambahkan tulisan ‘ Aku mengasihi& memaafkan” di lembar kertas yang pertama yang berisi nama orang yang dibenci atau yang pernah melakukan kesalahan pada mereka.
  • Lembar kedua disobek dan dibuang ke tempat sampah sebagai simbol bahwa kesalahan itu sudah dimaafkan dan tidak ada lagi dendam
  • Anak-anak membawa pulang kertas berisi nama-nama itu dan sarankan pada anak-anak untuk mendoakan nama-nama tersebut.
    Contoh:

 

Lagu Tema: Maukah kau jadi roti ( Kidung Ria No. 83 ).

Renungan Harian

Renungan Harian Anak