Pro Aktif Mewujudkan Berkat Tuhan Tuntunan Ibadah Remaja 29 Agustus 2021

16 August 2021

Tahun Gerejawi: Bulan Pembangunan GKJW
Judul: Pro-aktif Mewujudkan Berkat Tuhan
Tema: Berkat Tuhan (Realistis)

Bacaan Alkitab: Ulangan 28: 1-14
Ayat Hafalan: Lukas 11: 28 – “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.”

Lagu Tema: Terima Kasih Tuhan

Tujuan

  1. Remaja dapat mendaftar berkat-berkat Tuhan jika bangsa Israel setia kepada Tuhan.
  2. Remaja dapat menyadari bahwa berkat Tuhan dekat dengan orang yang setia.
  3. Remaja dapat membiasakan diri berlaku setia kepada Tuhan.
  4. Remaja dapat menjadi pelopor pembawa berkat kepada semua orang karena ia setia kepada Tuhan.

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Ulangan 28: 1-14 harus dibaca satu perikop. Pemberian berkat pada ayat 1-14 memang dilanjutkan dengan kutuk pada ayat 15-46. Dalam ayat ini 15-46 menggambarkan konteks pembuangan di Mesir. Pada ayat-ayat 47-68 selanjutnya digambarkan mengenai bangsa yang jauh menindas bangsa Israel. Konteks ayat ini mungkin menggambarkan peperangan dengan bangsa Filistin, bangsa yang kuat yang sempat merampas barang-barang bait Allah. 

Kenyataan menerima berkat Tuhan ketika kita mendengarkan suara Tuhan (ayat 1) dan tetap setia beriman kepada Tuhan (ayat 14) berkaitan berelasi dengan pengalaman pembuangan dan kemungkinan kondisi peperangan melawan bangsa/suku lainnya. Berkat yang dimaksudkan dalam perikop ini adalah berkat yang realistis dengan kenyataan kondisi umat Israel. Berkat selalu berhubungan dengan kondisi realistis umat Israel, dari lumbung, penanaman sampai kemungkinan peperangan. Jadi berkat yang Tuhan beri adalah berkat yang realistis.

Pendahuluan

  1. Remaja diberi kesempatan membaca Ulangan 28: 1-14 secara mandiri.
  2. Remaja menyebutkan macam-macam berkat jasmani/realistik yang diterima umat Israel dalam teks tersebut.
  3. Remaja diberi kesempatan untuk menjelaskan sesuai pengalaman kesehariannya, apa yang dimaksud dengan ‘berkat’.

Cerita
Sahabat remaja,

Bagaimana kita akan mengartikan kata ‘berkat’ dalam konteks bacaan ini? Sangat baik jika saudara nanti juga membaca secara utuh dalam pasal ini. Kita akan mengartikan ‘berkat’ dengan tidak melepaskannya dari pengertian ‘kutuk’ yang disebutkan pada ayat 15-46. Berkat (jasmani) yang disebut-sebut dalam perikop ini tidaklah berarti bahwa barang-barang jasmani itu baru ada setelah umat Israel berlaku setia. Barang-barang kebutuhan pokok itu sebenarnya selalu disediakan oleh Tuhan di sepanjang kehidupan umat.  ‘Berkat’ yang dimaksud nampaknya adalah bagaimana umat Israel dimampukan untuk memaknai/memahami barang-barang yang disediakan Tuhan itu dengan cara pandang yang baru, didasarkan oleh sikap hati yang tertuju hanya kepada-Nya. Cara pandang baru ini menjadikan barang-barang tersebut mendatangkan kesejahteraan hidup. 

Ulangan pasal 28 ini dengan jelas mengatakan bahwa ada syarat untuk mendapatkan yang namanya ‘berkat’. Syaratnya hanya satu, yakni mendengarkan suara Tuhan Allah dan melakukannya dengan setia segala perintah-Nya yang sudah disampaikan. Dalam konteks kitab Ulangan ini yang dimaksud dengan segala perintah-Nya adalah Taurat yang sudah diturunkan melalui nabi Musa. Mendengarkan suara Tuhan artinya mengakui-Nya sebagai Allah yang berdaulat, mutlak, Allah Yang Esa, yang berbeda dengan ilah-ilah/dewa-dewa bangsa lain. Mengapa umat Israel harus setia? Apakah hanya sekedar untuk memperoleh berkatNya? Tentu saja tidak, bahwa tuntutan setia ini dalam rangka memurnikan kepercayaan Israel, untuk menjaga supaya Israel tetap eksis sebagai umat pilihan Allah. Mengingat dalam konteks saat itu mereka dihadapkan pada godaan hidup sinkretisme dengan ilah-ilah bangsa Asyur/Kanaan. Hanya mereka yang hidup setia menurut hukum dan ketetapan-ketetapan Allah sajalah yang akan terjamin masa depannya. Masa depan yang penuh kesejahteraan. Relasi dengan Tuhan itu sangatlah penting dalam kehidupan umat pilihan. Dengan kalimat sederhana bisa disebutkan demikian, bahwa relasi dengan Tuhan menjadi jaminan akan  hidup yang  berkelimpahan berkat.

Sahabat remaja,
Contoh bersikap bijak pada gadget.

Kita semua disadarkan oleh firman Tuhan ini bahwa berkat adalah konsekuensi ketaatan kepada Allah. Kata kuncinya adalah relasi. Segala sesuatu, seberapapun besar atau kecil, seberapapun banyak atau sedikit hanya akan menjadi berkat selama/sepanjang kita taat kepada Tuhan. Jika dikonkretkan maka seperti ini contohnya: belajar di rumah saja secara daring atau di sekolah dengan tatap muka akan menjadi berkat sepanjang kita setia/taat kepada Tuhan. Apapun merk Hp kita, sepanjang kita setia dan taat pada perintahNya yang kudus maka akan menjadi berkat bagi kehidupan kita. 

Aktifitas 

Remaja bekerja dalam kelompok

  1. Diskusikan, apa saja yang bisa dilakukan dalam memperlakukan Hp supaya kehadirannya tetap mendatangkan kenyamanan bagi anggota keluarga. Orang tua kita, (dan sebaliknya) tetap bisa berkomunikasi dengan sehat, tanpa merasa diabaikan karena HP yang sudah menjadi barang paling penting dalam hidup. 
  2. Memberlakukan Hp dengan disiplin rohani supaya menjadi kesejahteraan bagi remaja dan (bersama keluarga), semisal dengan membuat konten kreatif tentang “Hp Ramah Keluarga”.
  3. Kegiatan tersebut jika disederhanakan: membuat gambar/tulisan promosi “Hp Ramah Keluarga”
  4. Alternatif lain, membuat gerakan serentak “SEHARI TANPA HP” di lingkungan KPAR (khusus Remaja) atau “Satu Jam Tanpa HP” (disesuaikan dengan kondisi jemaat).

 (Latar belakang aktifitas ini adalah dengan melihat kecenderungan keluarga-keluarga di era media digital ini, hampir semua anggota keluarga serasa “tergila-gila” pada Hp. Nah, remaja diberi kesempatan untuk menyuarakan keprihatinan ini.)

Renungan Harian

Renungan Harian Anak