Bacaan: Mazmur 145 : 10 – 18 | Pujian: KJ. 375
Nats: “TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.” (Ayat 18).
Namanya nenek Partinah. Tahun 2014 lalu, beberapa petugas RS. Fatmawati, Jakarta, terpaksa membawanya ke rumah sakit, karena laporan beberapa pegawai toko yang menemukan sang nenek lunglai, tidur di depan kawasan pertokoan Blok M. Tubuhnya ditemukan tak berdaya, hanya berasa karton. Ketika ditanya oleh pegawai Dinas Sosial, sang petugas itu kagum luar biasa. Dalam usianya yang renta sebatang kara, sang nenek asal Solo itu memilih untuk berjualan makanan keliling, keluar masuk kawasan Blok M. Pantang baginya untuk mengemis. Selama dia masih bisa berjuang, dia akan terus berjuang.
Kisah kegigihan nenek Partinah ini menjadi cermin bagi kehidupan iman kita. Sang Pemazmur dalam perikop ini menyatakan bahwa Tuhan dekat kepada setiap orang yang berseru kepada-Nya. Namun, Sang Pemazmur juga memberikan keterangan, bahwa seruan itu menjadi berarti ketika kita setia kepada-Nya. Dengan demikian, berseru kepada Tuhan bukan berarti kita menjadi seorang yang manja. Ada apa-apa langsung meminta begitu saja kepada Tuhan, memaksa Tuhan menuruti semua keinginan kita, dan kalau tidak dituruti ngambek.
Kesetiaan membutuhkan kegigihan. Orang yang setia mau berjuang demi kesetiaannya itu. Serupa nenek Partinah yang gigih untuk terus berjuang dan tidak memilih menjadi peminta-minta. Kesetiaan kepada Tuhan berarti kita mau terus berusaha hidup seturut kehendak-Nya. Tentu tidak selalu mudah, ada kalanya kita gagal. Ada kalanya masalah datang hingga kita merasa tidak berdaya. Ketika itulah seruan kepada Tuhan menjadi bermakna. Jika memang kita sudah berusaha setia, tetapi kita merasakan kehidupan ini begitu menekan, kita yakin serupa ayat 15-16 bahwa Tuhan tidak akan tinggal diam. Tuhan akan bersedia membukakan tangan-Nya bagi orang yang sungguh setia kepada-Nya. Janji Tuhan ini menjadi jaminan bagi kita, kita tidak perlu takut mengalami kesulitan seberat apa pun dalam hidup kita, karena Tuhan memperhatian dan sungguh peduli kepada kita. (gide).
“Jika perjalanan hidup ini begitu berat, berserulah kepada Tuhan. Tuhan tidak diam. Namun, lebih dari itu, setialah!”