Iman yang Memulihkan Pancaran Air Hidup 18 Juli 2021

18 July 2021

Bacaan: Markus 6 : 53 – 56 | Pujian: KJ. 37B
Nats: ”Ke manapun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.” (Ayat 56).

Setiap anggota masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menghadapi masa berat di pandemi Covid-19 ini. Satu kelompok yang patut diapresiasi adalah para wanita, khususnya kaum ibu. Mereka adalah garda terdepan ketahanan keluarga yang harus kuat dan mampu menjaga serta melindungi keluarganya supaya dapat bertahan di tengah pandemi. Tantangan para Ibu saat ini tidak hanya menjadi penjaga dan pengelola kehidupan keluarga saja, tetapi harus mampu menjadi guru bagi anak-anak yang sedang menjalani pembelajaran jarak-jauh. Mereka juga memberi teladan dan edukasi tentang perilaku hidup bersih dengan menjalankan protokol kesehatan, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menggunakan masker yang merupakan ikhtiar untuk menyelamatkan dhiri sendhiri dan juga orang lain dari penyakit yang mematikan tersebut.

Injil Markus hari ini menggambarkan bagaimana banyak orang berusaha untuk tetap sehat dan sembuh dari sakit. Ketika mereka mendengar bahwa Yesus datang di tempat mereka, banyak orang langsung berbondong-bondong datang kepada Yesus meminta kesembuhan. Mereka percaya bahwa hanya dengan menjamah jumbai jubah-Nya saja, mereka akan sembuh. Mereka mengimani segenap Dhiri Yesus dan yang melekat pada tubuh-Nya mempunyai kuasa, sehingga mereka yakin dan percaya jika mereka menjamah dan menyentuh jumbai jubbah Yesus, itu akan memberikan kesembuhan pada mereka. Dan memang demikian yang terjadi, sebagaimana dikisahkan oleh Markus.

Cerita di atas menjadi teguran yang relevan bagi kita, orang Kristen masa kini. Di masa pandemi saat ini, di masa sulit penuh ketidakpastian yang membuat kita semua cemas dan tertekan. Realitas meningkatnya tantangan ekonomi dan bertambahnya jumlah penderita Covid-19 dapat melemahkan pengharapan kita. Di situlah iman kita ditantang, “Apakah kita masih ingat Tuhan? Apakah kita masih berharap pada Tuhan?” Lihatlah apa yang dikatakan nats bacaan kita hari ini, bahwa orang-orang Genesaret dengan iman yang kuat menyampaikan pergumulannya hanya kepada Yesus, mereka berlari menghampiri-Nya dengan pengharapan penuh bahwa Yesus mampu memulihkan hidup mereka. Bagaimana dengan kita? (RS).

 “Kita dapat berharap pada janji-janji Tuhan karena kita tahu Dia adalah Tuhan yang setia”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak