Dipersiapkannya Dengan Baik Pancaran Air Hidup 18 Mei 2021

18 May 2021

Bacaan : Bilangan 8 : 5 – 22    |  Pujian : KJ. 367
Nats:
“Demikianlah harus engkau mentahirkan mereka dari tengah-tengah orang Israel, supaya orang Lewi itu menjadi kepunyaan-Ku. Barulah sesudah itu orang Lewi boleh masuk untuk melakukan pekerjaan jabatannya pada Kemah Pertemuan, …” (Ayat 14-15a)

Setiap orang tentu memiliki momen yang berharga dan tidak terlupakan dalam hidupnya. Salah satunya adalah pernikahan. Kebahagiaan pernikahan tidak hanya dirasakan oleh keluarga dan mempelai saja tetapi kebahagiaan itu juga dirasakan bersama teman dan kerabat. Momen yang turut menyertakan banyak orang pastilah akan dipersiapkan dengan baik agar tidak mengecewakan orang lain. Mulai dari mencari baju pengantin, perias make up, dekorasi, dokumentasi, sound system, konsumsi, dll. Seperti halnya momen pernikahan, momen pentahbisan orang Lewi di dalam Bilangan 8:5-22 adalah peristiwa yang penting bagi bangsa Israel sehingga perlu dipersiapkan dengan baik.

Tuhan menuntun Musa mulai dari proses pemilihan orang Lewi dari tengah-tengah bangsa Israel, diteruskan dengan melakukan berbagai rangkaian ritual pentahiran, pengkhususan orang Lewi untuk pekerjaan Tuhan dan peresmian mereka menjadi pelayan Tuhan. Setelah seluruh rangkaian prosesi itu dilalui, mereka diperkenankan menghadap Tuhan, masuk dalam Kemah Pertemuan untuk menjadi Imam. Dibalik semua itu memperlihatkan Tuhan menghendaki orang yang dipilihNya, dipersiapkanNya dengan baik sehingga mereka dapat melayaniNya dan umatNya.

Sebagai umat Tuhan, kitapun dipilih sebagai umat yang ditebusNya. Kita mendapat kasih karunia dan keselamatan dari Allah. Maka sebagai seorang pelayan, kitapun dipilih untuk turut dalam pekerjaan Tuhan, memberitakan kabar keselamatan. Apapun yang menjadi panggilan hidup kita, Tuhan telah mempersiapkan kita dalam rancanganNya. Maka saat ini yang perlu kita lakukan adalah mensyukuri panggilan Tuhan itu. Kita bersedia menjalankan tugas serta tanggung jawab yang telah dipercayakan Tuhan kepada kita dengan setia dan sungguh-sungguh. Terlebih kita pun mau selalu mengkoreksi diri, introspeksi diri agar hidup kita berkenan dihadapanNya. (Itha)

“DipersiapkanNya dengan baik untuk menjadi saksi akan kasihNya.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak