Karakter Kristiani Tuntunan Ibadah Remaja 16 Mei 2021

Tahun Gerajawi: Karakter Kristiani
Tema: Karakter Kristiani
Judul: Tekun
Bacaan Alkitab: Kisah Para Rasul 1: 12-14
Ayat Hafalan: Ayat 14a – Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama.
Lagu Tema: Lagu Populer “Doa Mengubah Segala Sesuatu

Tujuan:

  1. Remaja dapat menjelaskan arti kata bertekun dengan sehati dalam doa.
  2. Remaja dapat menyebutkan hambatan-hambatan untuk bertekun dengan sehati dalam doa.
  3. Remaja dapat menunjukkan cara-cara mengatasi hambatan untuk bertekun dengan sehati dalam doa.
  4. Remaja dapat membiasakan diri untuk bertekun kepada Tuhan.

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Setelah peristiwa Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga, dalam bagian ini menunjukkan bagaimana para murid menghabiskan waktu mereka. Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama.

Mereka berdoa, dan menaikkan permohonan. Semua umat Allah adalah umat yang berdoa, dan memberi diri untuk berdoa. Saat ini adalah saat kesusahan dan bahaya bagi murid-murid Kristus. Mereka seperti domba di tengah-tengah serigala. Kalau ada seorang di antara kita yang menderita, baiklah ia berdoa. Ini akan mendiamkan kekhawatiran dan ketakutan. Ada pekerjaan baru di hadapan mereka, pekerjaan besar, dan, sebelum mereka memulainya, mereka bertekun dalam doa kepada Allah untuk meminta kehadiran-Nya bersama mereka di dalam pekerjaan itu. Sebelum mereka pertama-tama diutus, Kristus menghabiskan waktu dengan berdoa untuk mereka, dan sekarang mereka menghabiskan waktu dengan berdoa untuk diri mereka sendiri. Mereka menunggu turunnya Roh ke atas mereka, dan oleh sebab itu mereka berdoa. Roh turun ke atas Juruselamat kita ketika Ia sedang berdoa. Orang-orang yang berada dalam keadaan terbaik untuk menerima berkat-berkat rohani adalah mereka yang sedang berdoa. Mereka bertekun dalam doa sampai Roh Kudus datang, sesuai dengan janji Yesus.

Mereka berdoa dengan sehati. Ini menunjukkan bahwa mereka berkumpul bersama-sama dalam kasih yang kudus, dan bahwa tidak ada pertengkaran atau perselisihan di antara mereka. Dan orang-orang yang memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera adalah orang yang paling siap untuk menerima penghiburan-penghiburan Roh Kudus. Itu juga menunjukkan betapa berharganya kesatuan hati ketika berdoa.

https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=kisah+para+rasul+1%3A+12-14

Pendahuluan

  1. Ajak remaja membaca Kisah Para Rasul 1: 12-14!
  2. Minta remaja menyusun kotak acak di bawah ini menjadi 6 kata pesan berdasar dari ayat 14!

Cerita
Teman-teman sudah tahu jawaban kotak acak di atas ya?

Ya: BER-TEK-UN –DEN-GAN – SE-HAT- I D-ALA-M D-OA –BER-SAM-A

Apa sih yang kalian ketahui tentang bertekun; tekun?

Tekun menurut KBBI itu adalah rajin, keras hati, dan bersungguh-sungguh, berpegang teguh.

Lalu apa yang dimaksud dengan “bertekun dengan sehati dalam doa bersama” yang dilakukan oleh para murid pasca Tuhan Yesus naik ke sorga?

Mereka berdoa, dan menaikkan permohonan. Umat percaya adalah umat yang berdoa, dan memberi diri untuk berdoa. Pada saat itu adalah saat kesusahan dan bahaya bagi murid-murid Kristus. Mereka seperti domba di tengah-tengah serigala. Kalau ada seorang sedang menderita, baiklah ia berdoa, doa akan memberi ketenangan di tengah kekhawatiran dan ketakutan, itulah yang dilakukan oleh para murid.

Ada pekerjaan baru di hadapan mereka, pekerjaan besar, dan, sebelum mereka memulainya, mereka bertekun dalam doa kepada Allah untuk meminta kehadiran-Nya bersama mereka di dalam pekerjaan itu. Sebelum mereka pertama-tama diutus, Kristus menghabiskan waktu dengan berdoa untuk mereka, dan sekarang mereka menghabiskan waktu dengan berdoa untuk diri mereka sendiri. Mereka menunggu turunnya Roh ke atas mereka, dan oleh sebab itu mereka berdoa. Roh turun ke atas Juruselamat kita ketika Ia sedang berdoa. Orang-orang yang berada dalam keadaan terbaik untuk menerima berkat-berkat rohani adalah mereka yang sedang berdoa. Mereka bertekun dalam doa sampai Roh Kudus datang, sesuai dengan janji tuhan Yesus.

Mereka berdoa dengan sehati. Ini menunjukkan bahwa mereka berkumpul bersama-sama dalam kasih yang kudus, dan bahwa tidak ada pertengkaran atau perselisihan di antara mereka. Dan orang-orang yang memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera adalah orang yang paling siap untuk menerima penghiburan-penghiburan Roh Kudus. Itu juga menunjukkan betapa berharganya kesatuan hati ketika berdoa.

Dan ini pun menjadi teladan bagi semua orang percaya untuk senantiasa bertekun dalam doa. Untuk menjadi tekun diawali dengan membiasakan diri disertai komitmen. Maukah menjadi tekun?

Aktivitas

  1. Remaja mengisi tabel di bawah ini:
  2. Komitmen selama 7 hari sampai Pentakosta dalam  doa sebelum tidur atau bangun tidur:

Tuhan, penuhkanku dengan Roh Kudus-Mu! Amin

Renungan Harian

Renungan Harian Anak