Kasih Setia Pancaran Air Hidup 20 April 2021

20 April 2021

Bacaan : 2 Yohanes 1 : 1 – 6  |   Pujian:  PKJ. 14
Nats: “Dan sekarang aku minta kepadamu, Ibu – bukan seolah-olah aku menuliskan perintah baru bagimu, tetapi menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya – supaya kita saling mengasihi.” (Ayat 5)

Kita semua tentunya akrab dengan istilah “kasih setia”. Alkitab (TB LAI) menerjemahkan kata Ibrani khesed dengan kata “kasih setia” yang artinya ungkapan kasih yang dibangun dalam perjanjian. Harapannya orang yang memiliki “kasih setia” itu dapat mempertahankan dan menjaga perjanjian itu (Christine Veronika, 2018). Ada keterikatan erat yang tidak dapat dipisahkan dari frasa itu. Tidak cukup seseorang hanya mengasihi tanpa ada kesetiaan, begitu juga sebaliknya, seseorang tidak cukup hanya setia tanpa ada kasih di dalamnya. Itu ibarat gong yang berkumandang dan canang yang bergemerincing.

Bacaan kita hari ini mengingatkan akan tugas panggilan Gereja untuk memelihara kasih setianya kepada Tuhan dan sesama. Penulis surat Yohanes yang kedua menggambarkan Gereja sebagai Ibu dari orang-orang percaya. Analogi ini mengisyaratkan keberadaan Gereja untuk menerima, merawat, dan mendidik anak-anaknya (warga jemaat) menghadapi berbagai tantangan dan ancaman dalam kehidupan dengan penuh kasih dan kesetiaan. Itulah pesan yang tersirat dari teks surat 2 Yohanes 1:5, “Dan sekarang aku minta kepadamu, Ibu….. supaya kita saling mengasihi”. Lebih jauh dikatakan bahwa wujud nyata dari kasih itu adalah kesetiaan pada perintah-Nya (ayat 6).

Kenyataan ini menunjukkan kepada orang-orang percaya saat ini, bahwa pemeliharaan Tuhan nyata melalui kehadiran Kristus dalam gereja-Nya. Panggilan gereja adalah turut merawat, menjaga dan memelihara kehidupan, serta kelestarian persekutuan orang-orang percaya dengan kasih dan kesetiaan. Menjadi tugas dan panggilan bagi kita juga sebagai umat Allah untuk mewartakan kasih setia Allah dalam kehidupan ini. Siapkah kita turut memelihara kehidupan dan kelestarian gereja Tuhan di dunia dengan penuh kasih dan kesetiaan? Marilah terus berusaha dan berjuang bersama. Tuhan Sang Kepala Gereja pasti menguatkan dan memampukan kita dalam mewujudkan kasih setia-Nya. Amin. (mere)

 “Kasih tanpa kesetiaan adalah mati, kesetiaan tanpa kasih adalah sia-sia.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak