Jangan Ragukan KasihKu Pancaran Air Hidup 18 April 2021

18 April 2021

Bacaan: Lukas 24 : 36 – 49  |  Pujian : KJ. 353 :  2
Nats: “Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?” (Ayat 38)

Pandemi Covid-19 membuat segala sesuatu menjadi berbeda. Jika sebelum adanya Covid-19, kita bisa bebas keluar kemanapun dan berjumpa dengan siapapun. Namun, sejak mewabahnya Covid-19 ini membuat banyak orang menjadi ragu untuk keluar rumah dan berjumpa dengan banyak orang. Kalaupun mendesak, protokol kesehatan secara ketat harus dilakukan. Ini tentu menjadi hal yang wajar demi untuk menjaga kesehatan diri dan menjaga kesehatan orang lain.

Perasaan ragu memang kerap kali menghampiri hati kita, tidak terkecuali para murid Yesus. “Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?” Pertanyaan ini memperlihatkan Yesus bukan hanya melihat ekspresi terkejut pada diri para murid tetapi Yesus juga tahu sikap hati mereka. Terlebih setelah peristiwa penyiksaan, kematian Yesus yang menyisakan perasaan sedih, ditinggalkan, dan sendiri. Pada akhirnya, Yesus bangkit dan menampakkan diriNya kepada semua murid. Dalam kehadiranNya, Yesus menyapa, “Damai sejahtera bagi kamu!” Yesus tidak membiarkan mereka tenggelam dalam kesedihan dan keraguan. Dia justru menyuruh mereka melihat dan meraba bekas luka di tangan dan kaki-Nya (40), lalu Ia memakan sepotong ikan goreng (42-43). Yesus meyakinkan para muridNya melalui sosok tubuh dan suaraNya yang menyapa dengan penuh kasih. Betapa Yesus sangat mengasihi mereka. Ia bangkit untuk memberikan damai sejahtera kepada umat yang percaya.

Perasaan ragu kerapkali datang dalam diri seseorang, seperti meragukan perkataan atau sikap orang lain ataupun meragukan penyertaan Tuhan. Meragukan penyertaan Tuhan bisa saja terjadi manakala kita melihat keadaan hidup kita tidak membaik, misalnya : sudah sering berdoa dan ibadah tetapi masih sakit dan tidak kunjung sembuh, perekonomian keluarga semakin berat (gali lubang, tutup lubang), belum lagi pergumulan yang lain. Harapan yang tidak menjadi kenyataan. Dalam keadaan hidup tersebut, marilah kita tetaplah percaya bahwa Yesus tahu apa yang sedang kita alami dan rasakan. Tuhan Yesus berkenan hadir untuk memulihkan kita. Ingatlah Dia tidak pernah meninggalkan kita berjalan sendirian, kesepian, tanpa arah. Janganlah ragukan kasihNya. (Itha)

 “KasihKu selalu ada untukmu.”

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak