Urip Setya Tuntunan Ibadah Remaja 28 Maret 2021

16 March 2021

Tahun Gerejawi: Minggu Palmarum
Tema
: Setia
Bacaan Alkitab
: Markus 14: 43 – 53
Ayat Hafalan
: Amsal 12: 22 – “Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi   Tuhan, tetapi oarang yang berlaku setia dikenanNya”.
Lagu Tema : Setia setialah
Tujuan :

  1. Remaja dapat memberikan penilaian terhadap sikap Yudas kepada Yesus.
  2. Remaja dapat menemukan hambatan-hambatan untuk bersikap setia kepada
  3. Remaja dapat menunjukkan sikap setia kepada Yesus dan sesama.

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Pada minggu ke empat bulan ini kita ada pada Minggu Palmarum. Minggu Palmarum adalah satu minggu sebelum Paskah. Banyak orang yang menyaksikan dan memperlakukan Yesus sebagai Raja. Pada saat itu Yesus dielu-elukan ketika Ia memasuki Yerusalem. Ia dielu-elukan sebagai Raja yang datang seperti Daud. Para murid pun juga tahu akan hal ini dan mereka percaya bahwa Yesus adalah Mesias. Mereka percaya bahwa Yesus memiliki kuasa.

Kemudian, pada perikop ini menceritakan mengenai cerita tentang penangkapan Tuhan Yesus oleh hamba-hamba para imam kepala melalui perantaraan Yudas. Hamba-hamba itu datang bergerombol dengan membawa pedang dan pentung. Dari antara gerombolan ini munculnya Yudas, salah seorang murid Yesus yang telah memberitahukan tentang keberadaan Yesus kepada para imam kepala. Sebelumnya, ketika tahu bahwa para imam tidak suka kepada Yesus dan berniat untuk menangkap Yesus, Yudas datang kepada mereka. Ketika Yudas datang kepada imam-imam kepala, ia menanyakan apa yang akan didapatkannya jikalau ia bisa menyerahkan Yesus kepada mereka. Para imam kepala mengatakan bahwa mereka akan memberikan sejumlah tiga puluh uang perak kepada Yudas (Mat 26: 14-16).

Pada malam ketika Yesus berada di Getsemani, Yudas muncul bersama serombongan orang. Yudas memberikan tanda keberadaan Yesus kepada segerombolan orang tersebut yaitu dengan mencium seseorang yang menandakan bahwa yang dicium itu adalah Yesus yang hendak mereka tangkap itu. Yudas juga mengatakan kepada mereka untuk menangkap serta membawa Dia dengan selamat (ay 44).

Yudas, salah satu murid Yesus itu menyalahgunakan kebebasan yang diberikan Kristus untuk mengizinkan murid-murid-Nya mencium pipi-Nya pada saat kembali dari bepergian. Yudas mempergunakan kebiasaan itu sebagai tanda untuk menangkap Yesus. Ia memanggil-Nya, Rabi, Rabi, lalu mencium-Nya. Setelah itu, gerombolan orang yang datang bersamanya tadi segera menangkap Yesus. Dalam hal ini terlihat betapa tidak setianya Yudas kepada Gurunya. Ia mengkhianati Yesus karena tergoda dengan hal duniawi, ia menjadi tidak setia karena uang tiga puluh perak yang diterimanya dari para imam kepala. Dalam kisah ini, ketidaksetiaan Yudas bukan dalam rangka ingin Yesus celaka atau bahkan sampai mati. Yudas sebagai murid yang selama ini selalu bersamaNya percaya bahwa Yesus memiliki kuasa. Yudas juga berpesan untuk menangkap dan membawa Yesus dengan selamat (Markus 14: 44).

Pendahuluan

  1. Bagi remaja menjadi beberapa kelompok (bisa 2-3 kelompok).
  2. Minta remaja untuk mendiskusikan pertanyaan berikut :
    1. Siapakah Yudas, atau apa saja yang kalian ketahui tentang Yudas?
    2. Hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh seorang murid kepada gurunya?
    3. Kira-kira mengapa Yudas bisa melakukan hal itu (menunjukkan keberadaan Yesus supaya ditangkap oleh hamba dari para imam-imam kepala)?

Cerita

Kisah Gajah Yang Mengajarkan Kita Tentang Arti Dari Kesetiaan

Setiap makhluk hidup memiliki perasaan, tapi hanya manusia yang bisa berbicara dan mengungkapkan. Kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna harus bersyukur bahwa kita diberikan akal pikiran, diberikan hati nurani dan rasa cinta serta bisa mengatakannya pada mereka yang kita sayangi. Kesetiaan mahal harganya, dan kisah Gajah ini mengingatkan kita tentang arti setia yang sesungguhnya.

Seekor Gajah di Afrika, mendatangi mayat Gajah lain dengan wajah sendu dan langkah lemas. Gajah tak bisa berbicara, tak bisa juga berpikir seperti manusia. Namun mereka bisa merasakan betapa berat kehilangan teman, dan ketika harus memulai hidup lagi, sendirian. Gajah ini menunggui mayat temannya yang sudah siap disantap oleh hewan-hewan buas seperti Hyena dan Burung pemakan bangkai. Tidak hanya itu saja, mayat Gajah ini juga sudah diincar oleh orang-orang yang akan mengambil gadingnya. Tahukah Anda, cara mengambil gading Gajah itu sangat brutal bahkan membuat kepala Gajah putus.

Tidak ingin mayat temannya dimakan oleh hewan lain atau diambil gadingnya, Gajah yang masih hidup itu menunggui mayat Gajah yang mati itu. Dia mengelus mayat Gajah dengan belalainya. Tidak terasa, air mata Gajah ini menetes. Ya, Gajah bisa mengeluarkan air mata seperti manusia saat sedang sedih dan gundah. Gajah ini tidak beranjak pergi, tetap menunggui mayat temannya hingga petugas safari Bostwana mengevakuasi dan menguburkan Gajah yang telah mati ini. Gajah yang masih hidup itu kembali melangkah gontai dan sendirian, karena di daerah safari itu hanya dirinyalah Gajah yang tersisa. Ada rasa kehilangan yang menyeruak, namun Gajah tak bisa berbicara.

Kisah diambil dari: iphincow.com


Bila Gajah saja bisa setia, maka kita sebagai manusia seharusnya bisa untuk lebih setia daripada mereka bukan? Banyak sekali memang hal yang membuat kita menjadi tidak setia, misalnya apa ya adik-adik? Kalau Yudas dalam bacaan kita tadi, ia tidak setia bahkan menyerahkan Yesus untuk ditangkap oleh imam-imam kepala karena ia tergoda oleh hal duniawi, yaitu ia tergoda karena uang yang diberikan oleh para imam kepala. Nah, dalam kehidupan kita apa yang biasanya membuat kita tidak setia kepada Tuhan Yesus ya adik-adik? Juga, apa yang biasanya membuat kita tidak setia kepada sesama?

(beri kesempatan secara singkat kepada remaja untuk menjawabnya) Misal saja jawaban itu: tidak datang ibadah karena keasyikan main game atau nonton tv atau tidak bisa mengalahkan rasa kantuk, tidak berteman dengan salah seorang teman karena teman tersebut tidak memberikan manfaat bagi dirinya, dll. Pamong bisa memberikan contoh yang lain.)

BASA JAWA

Crita: Kisah Gajah Yang Mengajarkan Kita Tentang Arti Dari Kesetiaan (Saged maos crita ing dhuwur)

Adik-adik, yen gajah wae isa setya marang kancane, kudune awakdewe dadi manungsa ya kudu isa luwih setya tinimbang gajah. Iya apa ora? Ing satengahing urip iki pancen akeh tenan perkara sing isa marai awakdewe ora setya, coba sebutna misal e apa wae ya adik-adik sing iso marakake awakdewe iki tumindak ora setya? Ana ing Firman Tuhan mau Yudas kagambarake dadi wong sing ora setya, Yudas nyerahke Gusti Yesus supaya ditangkap karo imam-imam kepala amarga dewek’e kegoda karo hal duniawi utawa karo duwit sing diwenehke imam kepala marang Yudas. Nah, ana ing urip e awakdewe apa kira-kira sing isa marai kita ora setya marang Gusti ya adik-adik?  Terus biasane apa sing ya isa marai awakdewe ora setya marang uwong liya?

(beri kesempatan secara singkat kepada remaja untuk menjawabnya) Misal saja jawaban itu: tidak datang ibadah karena keasyikan main game atau nonton tv atau tidak bisa mengalahkan rasa kantuk, tidak berteman dengan salah seorang teman karena teman tersebut tidak memberikan manfaat bagi dirinya, dll. Pamong bisa memberikan contoh yang lain.)

Aktivitas

  • Broadcast tentang kata-kata setia selama 4 hari, bisa dikirim melalui pesan pribadi, bisa dalam status instagram atau status WA.
  • Contoh kata-kata :
    • “Setialah kepada Tuhan seperti kita sedang bernafas.”
    • “Cinta yang tulus memampukan manusia menjadi setia.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak