Dia Mati Buat Gantiku Tuntunan Ibadah Jumat Agung 1 April 2021 untuk Remaja

22 March 2021

Tahun Gerejawi : Jumat Agung
Tema :
Jumat Agung
Judul :
Dia Mati Buat Gantiku
Bacaan Alkitab :
Markus 15: 20b-41
Ayat Hafalan
: 1 Petrus 3: 14a  – “Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia.”
Lagu Tema : Yesus Disalib Karena Cinta Saya

Tujuan:

  1. Remaja dapat menyebutkan tujuan dari kematian Yesus.
  2. Remaja dapat meneladani pengorbanan Yesus di kayu salib dalam kehidupan sehari-hari.

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Cerita kematian Tuhan Yesus merupakan inti Iman orang Kristen. Karya keselamatan itu menjadi sempurna pada kisah Salib, yang dimulai dari penyiksaan Tuhan Yesus, kematian, kebangkitan hingga kenaikan-Nya ke Sorga. Proses penyiksaan dan kematian Tuhan Yesus menjadi langkah awal kesempurnaan karya keselamatan yang dikerjakan oleh Allah melalui Tuhan Yesus.  Kisah kematian Tuhan Yesus dalam Injil Markus sendiri ditulis supaya orang-orang Kristen mengerti, bahwa Yesus Kristus adalah Mesias, Juruselamat, Raja yang dijanjikan, yang diutus Allah sebagai penggenapan nubuatan para nabi dalam kitab Perjanjian Lama. Golgota yang berarti tempat tengkorak menjadi tempat dimana banyak orang menyaksikan akhir dari siksaan yang diterima Tuhan Yesus dari prosesi penyaliban. Segala bentuk tindakan penyiksaan yang tidak manusiawi diterima oleh Tuhan Yesus, termasuk pemberian minuman anggur bercampur mur yang dibuat dari sejenis tanaman yang beracun dan pahit rasanya. Orang banyak itu mengadili, menyiksa dan menghukum Tuhan Yesus dengan jalan kematian di kayu salib karena alasan Tuhan Yesus sebagai Raja orang Yahudi. Raja orang Yahudi sendiri mengandung arti orang yang tanpa restu dan dukungan pemerintahan Roma, orang yang mengaku dirinya raja namun dianggap sebagai pemberontak. Para pemimpin Yahudi tidak menganggap Yesus sebagai raja mereka, meskipun disisi lain ada juga yang mengakui bahwa Tuhan Yesus adalah Raja, dan Mesias yang dinantikan. Mereka menganggap bahwa Mesias adalah seseorang yang memiliki kekuatan luar biasa dari Allah. Namun ketika melihat Tuhan Yesus menerima siksaan dan tidak memberontak, maka orang banyak beranggapan bahwa Tuhan Yesus tidak memiliki kekuatan yang besar, karena Ia tidak bisa menyelamatkan dirinya dari siksaan orang banyak saat itu.

Pendahuluan

  1. Ajak Remaja membaca Markus 15: 20b-41 secara bergantian.
  2. Ajak Remaja melihat gambar Tuhan Yesus yang disiksa dan disalib.
  3. Beri mereka waktu untuk memahami pesan dari gambar tersebut.

Cerita
Rekan remaja yang terkasih, apa yang kalian rasakan ketika melihat Tuhan Yesus menderita dan disiksa dengan begitu kejam dalam gambar tersebut? Apakah kalian merasa sedih, takut, kasihan, tidak tega melihat Tuhan Yesus menderita, atau masih adakah perasaan yang lainnya?

Semua bukan adegan yang dibuat-buat, namun lebih dari apa yang kita lihat dalam gambar tersebut, Tuhan Yesus benar-benar mengalami penderitaan akibat siksaan banyak orang yang menghakimi-Nya. Semua itu dilakukan demi cinta-Nya kepada manusia. Sekalipun terkadang kita tidak setia, namun Tuhan Yesus selalu setia pada panggilan-Nya untuk menyelamatkan dan memulihkan kehidupan umat manusia dari belenggu dosa. Sebenarnya Tuhan Yesus memiliki kuasa untuk bisa lepas dari segala siksaan yang dialami-Nya pada jalan Salib, namun Tuhan tetap memilih untuk diam dan menyelesaikan semua proses itu sampai akhir.

Orang banyak itu mengadili, menyiksa dan menghukum Tuhan Yesus dengan jalan kematian di kayu salib karena alasan Tuhan Yesus sebagai Raja orang Yahudi. Raja orang Yahudi sendiri mengandung arti orang yang tanpa restu dan dukungan pemerintahan Roma, orang yang mengaku dirinya raja namun dianggap sebagai pemberontak. Para pemimpin Yahudi tidak menganggap Yesus sebagai raja mereka, meskipun disisi lain ada juga yang mengakui bahwa Tuhan Yesus adalah Raja, dan Mesias yang dinantikan. Mereka menganggap bahwa Mesias adalah seseorang yang memiliki kekuatan luar biasa dari Allah. Namun ketika melihat Tuhan Yesus menerima siksaan dan tidak memberontak, maka orang banyak beranggapan bahwa Tuhan Yesus tidak memiliki kekuatan yang besar, karena Ia tidak bisa menyelamatkan dirinya dari siksaan orang banyak saat itu.

Semua yang dialami oleh Tuhan Yesus seharusnya menjadikan semua orang percaya yakin bahwa Tuhan itu berkuasa, dan Ia memang Mesias yang dinantikan. Tuhan Yesus bukan hanya menunjukkan kehebatannya dalam menghadapi siksa, namun Ia juga telah mengalahkan dan menang atas kuasa maut. Jikalau Tuhan Yesus yang berkuasa dan Mulia saja mau menderita dan peduli terhadap keselamatan banyak orang, mengapa kita masih hanya memikirkan kesenangan dan kenyamanan sendiri? Sudahkah kita melakukan yang terbaik bagi Tuhan? Ia telah berkorban dan merasakan penderitaan yang luar biasa karena kita. Kini, maukah kita meneladani Tuhan Yesus dalam kehidupan nyata setiap hari? Tuhan Yesus memberkati dan memampukan setiap kita. Amin

Aktivitas

  1. Membuat tulisan semacam Diary di buku tulis yang menceritakan tentang arti pengorbanan dan kematian Tuhan Yesus.
  2. Ajak Remaja untuk berkomitmen untuk mengorbankan sesuatu untuk orang lain, misalnya tenaga, waktu, pikiran, uang dan lain sebagainya selama 10 hari (benar-benar disisihkan dikhususkan) bagi teman yang sakit, orang jompo atau siapapun yang memerlukan. Misalnya dapat diwujudkan dalam bentuk barang atau tindakan. Atau misalnya dengan melakukan gerakan 1000 rupiah per hari selama 10 hari.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak