Mana Pengorbananmu? Tuntunan Ibadah Remaja 21 Maret 2021

8 March 2021

Tahun Gerejawi: Pra Paskah V
Tema: Berani Berkorban
Bacaan Alkitab: Markus 14: 32 – 42
Ayat Hafalan: Matius 22: 37-39
“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Lagu Tema: KJ 433 “Aku Suka Membagi”
Tujuan:

  1. Remaja dapat memberikan penilaian terhadap sikap murid yang tidur ketika Yesus bergumul.
  2. Remaja dapat menemukan hambatan-hambatan untuk bersikap berani berkorban kepada Tuhan.
  3. Remaja dapat menunjukkan sikap berani berkorban kepada Tuhan dan sesama.

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Sebelum ditangkap dan disalib, Yesus mengalami beberapa hal. Menjelang penangkapan yang akan dialami-Nya, Yesus ke Taman Getsemani untuk berdoa. Saat itu Ia membawa ketiga muridNya dan meminta mereka duduk sementara Yesus berdoa (ay 32). Ia memerintahkan murid-murid-Nya untuk berjaga-jaga bersama-Nya, bukan karena Ia memerlukan bantuan mereka, tetapi oleh karena Ia mau supaya mereka memperhatikan Dia dan menerima pengajaran. Yesus juga mengatakan kepada tiga murid itu bahwa Ia sangat sedih, sehingga Yesus meminta kepada tiga murid itu untuk berjaga-jaga (ay 34). Setelah meminta para murid untuk berjaga lalu Yesus pun berdoa.

Selanjutnya pada saat Yesus kembali kepada para murid, Yesus mendapati mereka semua dalam keadaan sedang tertidur. Ia membangunkan murid-murid-Nya yang jatuh tertidur sementara Ia sedang berdoa itu (ay. 37-38). Setelah membangunkan dan menegur ketiga murid itu, Yesus kembali berdoa. Ketika Yesus kembali menghampiri tiga murid-Nya itu, didapatinya mereka sedang tertidur lagi. Begitupun juga sampai kali ketiga Yesus kembali berdoa, saat Ia kembali ketiga kalinya para murid itu didapati-Nya kembali bahwa tiga murid itu juga sedang tidur. Dalam hal ini tiga murid yang bersama Yesus tidak melakukan apa yang menjadi permintaan Gurunya itu. Mereka tidak bisa menahan kantuk yang dirasakannya, bahkan ketika sampai lebih dari sekali Yesus datang dan mendapati mereka dalam keadaan yang sama yaitu tertidur.

Pendahuluan

  1. Ajak remaja membaca Markus 14: 32-42, kemudian minta mereka untuk bermain peran sesuai tokoh-tokoh yang ada dalam bacaan Firman Tuhan.
  2. Minta kepada remaja untuk memberi penilaian terhadap sikap-sikap yang ada pada tokoh-tokoh yang telah diperankan sesuai alur cerita dalam bacaan tersebut.

Cerita
Cerita kita kali ini mengenai para murid yang tertidur ketika Yesus sedang berdoa. Sebelum berdoa Yesus mengatakan tentang kesedihan hatinya dan meminta para murid yang ikut bersama-Nya itu untuk berdoa. Yesus meminta mereka untuk berjaga-jaga tetapi rupanya para murid justru tertidur. Mereka tidak bisa menahan rasa kantuknya bahkan sampai ketiga kalinya Yesus berdoa dan kembali menjumpai mereka tetap saja mereka dalam posisi tertidur. Dalam cerita ini, mungkin menahan kantuk itu adalah hal yang sulit untuk dilakukan para murid. Jadi ketika bahkan Yesus memintanya berjaga-jaga mereka tetap tidak bisa menahannya. Dengan demikian, para murid tidak bisa mengesampingkan apa yang menjadi keinginan mereka yaitu tidur. Para murid dalam hal ini tidak bisa berkorban untuk Yesus, yang katanya dicintai oleh mereka itu. Mereka tidak bisa ikut memfokuskan perhatiannya pada Yesus yang sedang bersedih menghadapi penderitaan yang akan dialami-Nya.

Sikap tertidur dari para murid (seperti yang juga sudah kalian perankan di awal tadi) ketika diminta untuk berjaga-jaga ini menunjukkan bahwa para murid masih egois, masih menuruti kemauan pribadinya, belum bisa mengorbankan kemauan pribadinya. Para murid belum bisa memperhatikan apa yang menjadi keprihatinan gurunya, bahkan belum bisa ikut merasakan kesedihan dan kegelisahan Sang Guru. Bicara mengenai berkorban, dalam KBBI berkorban (kata kerja) : 1. Menyatakan kebaktian, kesetiaan, dan sebagainya ; menjadi korban ; menderita (rugi dan sebagainya) ; 2. memberikan sesuatu sebagai korban, contoh : ‘kami rela berkorban demi kejayaan nusa dan bangsa’.

Nah, adik-adik… mengacu dari pengertian berkorban maka sini terlihat bahwa rupanya para murid belum bisa sepenuhnya setia kepada Sang Guru. Para murid belum bisa menunjukkan kesetiaannya dengan cara ikut berdoa ketika Yesus sedang berdoa, jangankan ikut berdoa menahan diri dari rasa kantuk saja belum bisa, mereka justru tertidur. Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa memiliki sikap yang setia, memiliki sikap yang rela dan berani berkorban itu sulit untuk dilakukan.

Aktivitas: Tabungan Aksi Paskah

  1. Sebagai salah satu bentuk dan sikap berkorban, dalam Minggu ini ajak remaja untuk menabung, menyisihkan uang sakunya. Hasilnya bisa dipakai untuk melakukan pelayanan sebagai aksi Paskah dari remaja, berapapun yang terkumpul ajak mereka mengelolanya.
  2. Teknis menabung bisa setiap Minggu dimasukkan ke 1 tempat yang telah disediakan bersama oleh remaja dan disimpan di gereja. Atau remaja membuat celengan dari barang bekas, misal; botol Aqua yang dihias dan dibawa pulang untuk remaja mengisi setiap hari bersama keluarga dalam gerakan seribu atau yang lain.
  3. Untuk waktunya dilakukan pada 18 April 2021 dan untuk sasarannya silahkan ditentukan masing-masing jemaat: bisa untuk lingkungan sekitar gereja, untuk adiyuswa atau warga jemaat yang membutuhkan. Dan bentuknya bisa ditentukan, apakah dalam bentuk sembako atau uang.
  4. Pamong setiap Minggu nya mengingatkan remaja untuk tabungan ini.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak