Melihat Fakta Renungan Harian 22 Februari 2021

22 February 2021

Bacaan : Ayub 4 : 1 – 21 |  Pujian : KJ. 439
Nats: “Mungkinkah seorang manusia benar di hadapan Allah, mungkinkah seseorang tahir di hadapan Penciptanya? Sesungguhnya, hamba-hamba-Nya tidak dipercayai-Nya, malaikat-malaikat-Nyapun didapati-Nya tersesat.” (Ay. 17-18)

Mata Najwa merupakan program gelar wicara yang mendatangkan narasumber terkait dengan tema dan dipandu oleh seorang jurnalis senior bernama Najwa Shihab untuk memberikan fakta-fakta yang dapat dinilai oleh masyarakat terkait dengan isu-isu hangat yang beredar. Acara ini dikenal baik oleh masyarakat, karena mampu menyajikan fakta-fakta yang ingin diketahui oleh masyarakat sehingga masyarakat dapat menilai dan mempercayai, fakta-fakta yang diberikan.

Elias sebagai sahabat Ayub juga sedang melakukan investigasi terhadap apa yang menimpa Ayub. Hal ini dimulai dengan perkataan Elias pada ayat 2 yang berbunyi, “Kesalkah engkau, bila orang mencoba berbicara kepadamu? Tetapi siapakah dapat tetap menutup mulutnya?” Elias sedang mencoba menjadi teman yang baik, karena ingin membantu Ayub untuk segera keluar dari masalah yang dihadapinya. Kita tahu bahwa pada pasal yang pertama, Allah mengijinkan agar Ayub mengalami pencobaan yaitu kehilangan keluarga beserta hartanya. Elias, melihat pada fakta-fakta yang ada, namun sepertinya ia justru terjebak, bukan membantu Ayub, namun malah membuat Ayub terpojok. Maka dari itu Elias mengajukan pertanyaan kembali, “Mungkinkah seorang manusia benar dihadapan Allah, mungkinkah seseorang tahir di hadapan Penciptanya? Sesungguhnya, hamba-hamba-Nya tidak dipercayai-Nya, malaikat-malaikat-Nyapun didapati-Nya tersesat.” (Ay.17-18). Elias tahu benar apa yang dilakukan oleh Ayub semasa hidupnya. Oleh karena itu Elias mengingatkan Ayub untuk melihat segala fakta yang ada ketimbang terus meratapi nasib dan menyalahkan Tuhan.

Seringkali kita menjadi seperti Ayub ketika berada dalam keadaan hidup yang sulit. Kadang kita mempertanyakan kuasa Tuhan dan mengapa kita menderita. Maka, mari kita belajar dari Elias yang dengan cerdik melihat fakta yang ada. Dengan demikian kita tetap bisa mensyukuri segala hal yang Tuhan perkenankan terjadi dalam kehidupan kita, daripada terus meratapi penderitaan tanpa ada kemauan untuk bangkit. (RES)

 “Yang perlu kita lakukan bukanlah merubah hidup kita, namun mengubah cara pandang kita atas hidup kita”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak