Pemahaman Alkitab April 2021

2 March 2021

Pemahaman Alkitab (PA) April 2021
Masa Paskah (I)

Bacaan PA I : Kisah Para Rasul 3 : 1 – 10
Tema Paskah : Kebangkitan telah Terjadi dan Kami Hanyalah Saksi-Saksi-Nya”
Tema PA : Bersaksi tentang Karya Allah

Pengantar
Bapak, ibu dan saudara yang dikasihi Tuhan,

Pemberian terbaik apakah yang pernah saudara berikan kepada orang-orang yang saudara kasihi? Sebagian orang mungkin akan berpikir pemberian terbaik tersebut adalah benda-benda berharga, seperti perhiasan, mobil, motor, HP, dll. Padahal ada pemberian sederhana dan terkesan biasa saja yang justru dapat menjadi pemberian yang paling berharga, misalnya teguran penuh kasih, kasih sayang, perhatian, waktu kita bersama, dll. Tidak semua pemberian yang bernilai tersebut dinilai dengan materi atau uang. Pemberian yang terbaik adalah apa yang kita berikan dengan tulus hati. Salah satunya, memberi kesaksian tentang karya Allah yang dinyatakan dalam kehidupan kita. Dengan bersaksi tentang karya Allah, kita menceritakan penyertaan, pertolongan dan kuasa Tuhan kepada orang lain, sehingga berkat yang kita terima tidak hanya dirasakan sendiri, tetapi dibagikan untuk menjadi berkat bagi orang lain yang mendengarkannya.

Penjelasan Teks
Pada teks bacaan kita kali ini, menceritakan tentang karya Allah berupa mujizat kesembuhan yang dilakukan oleh Rasul Petrus dan Yohanes. Diceritakan ada seorang laki-laki lumpuh yang sehari-harinya, ia duduk meminta sedekah kepada setiap orang yang hendak masuk ke Bait Allah. (Ay. 2). Hal yang biasa dia lakukan, menunggu belas kasih dari orang lain. Pada suatu hari datanglah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah hendak berdoa.

Mengetahui dihadapannya ada seorang laki-laki lumpuh, dengan jujur Petrus mengatakan bahwa ia tidak mempunyai emas dan perak (uang), tetapi ia tahu apa yang dibutuhkan orang lumpuh tadi. Segera Petrus menyembuhkannya dalam nama Yesus. Si lumpuh mendapatkan suatu pemberian yang melebihi dari apa yang dia harapkan. Bukan sekedar uang sedekah, tetapi kesembuhan dari lumpuhnya dalam kuasa Tuhan Yesus. Lebih dari kesembuhannya itu, dia mendapatkan kesempatan mendengar berita Injil dan memuliakan Allah. Bahkan peristiwa kesembuhan orang lumpuh ini menjadi jalan bagi pemberitaan Injil dan pertambahan jumlah orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Karya Allah yang dinyatakan melalui mujizat kesembuhan pada orang lumpuh ini jelas lebih berharga daripada mendapatkan nafkah satu hari.

Ada beberapa hal yang dilakukan oleh orang lumpuh tadi saat dia mengetahui dirinya telah sembuh dan dapat berjalan kembali. Pertama, dia memuji-muji Allah dengan cara yang sangat ekspresif (melompat-lompat kegirangan) (Ay. 8). Kedua, ucapan syukur dan luapan kegembiraan yang dia ungkapkan tersebut, dia lakukan di depan banyak orang. Orang banyak yang mengenalnya sebagai si pengemis lumpuh itu menjadi takjub dan tercengang atas apa yang telah terjadi padanya. (ay. 9-10).

Relevansi
Dari cerita ini kita dapat melihat bahwa Tuhan Allah tetap bekerja menyembuhkan orang lumpuh itu melalui Petrus dan Yohanes. Pengemis lumpuh itu memang membutuhkan uang untuk dia hidup sehari-hari. Tetapi Petrus melihat bahwa sesungguhnya yang paling dibutuhkan orang lumpuh itu adalah kesembuhan. Dalam nama Yesus, Petrus menyembuhkan orang lumpuh itu. Dari sini kita dapat belajar untuk memiliki kepekaan terhadap sesama kita yang menderita. Yang mereka butuhkan bukan hanya materi, tetapi juga dukungan, pendampingan serta doa-doa kita yang menguatkan mereka.

Keselamatan dan panggilan pelayanan kita adalah pemberian Allah yang paling berharga dalam hidup kita. Tuhan Yesus Kristus sendiri telah menderita sengsara, mati disalibkan dan bangkit dari antara orang mati, demi menebus dosa kita. Penderitaan Kristus adalah wujud cinta kasih-Nya yang besar kepada kita. Kematian-Nya adalah karya penyelamatan dan pengorbanan-Nya yang sejati demi kita. Dan kebangkitan-Nya adalah kemenangan dan pengharapan bagi kita akan adanya hidup kekal bersama Yesus. Oleh karena itu, kita diajak untuk menyatakan rasa syukur kita kepada Allah dengan bersaksi dan setia melayani Tuhan. Kita bersaksi mewartakan karya dan kasih Allah kepada dunia. Kita memberitakan kabar keselamatan bahwa Yesus telah bangkit, Yesus kini hidup, dan siapa yang percaya kepada-Nya beroleh pengampunan dan keselamatan.

Pertanyaan untuk Didiskusikan:

  1. Dari cerita Petrus menyembuhkan orang lumpuh pada bacaan kita. Hal-hal apakah yang dapat kita teladani dari sudat pandang Petrus dan orang lumpuh tersebut?
  2. Bagaimanakah cara kita bersaksi dalam kehidupan kita?
  3. Bagikan pengamalan iman saudara tentang karya dan kasih Allah dalam kehidupan saudara? (AR).

 


 

Pemahaman Alkitab (PA) April 2021
Masa Paskah
(II)

 

Bacaan PA II : Markus 16 : 9 – 20
Tema Liturgis : Kebangkitan telah Terjadi dan Kami Hanyalah Saksi-saksiNya.
Tema PA : Percaya akan Kebangkitan Kristus adalah Sikap Hidup Orang Beriman

Pendahuluan
Untuk mempercayai sebuah berita pada saat ini dibutuhkan bukti-bukti yang kuat. Hal ini terjadi oleh karena pada saat ini adanya banyak berita bohong (HOAX) yang seolah-olah dianggap sebagai sebuah kebenaran tanpa mencari fakta atau bukti dari berita tersebut. Oleh karena itu hidup pada masa kini, setiap orang dituntut untuk waspada dan berhati-hati terhadap berita-berita yang beredar di masyarakat. Kita harus bisa memilah dan memilih berita yang benar sesuai dengan fakta kejadian dan menghindari berita bohong (HOAX) yang menyesatkan.

Penjelasan Teks
Bagaimana respon para murid mendengar kabar tentang kebangkitan Tuhan Yesus yang disampaikan oleh Maria Magdalena dan dua orang murid ketika dalam perjalanan ke Emaus? Apakah mereka langsung percaya dengan berita yang disampaikan oleh Maria Magdalena dan dua orang Murid yang menuju ke Emaus? Jawabnya Tidak. Para murid Tuhan Yesus tidak serta merta mempercayai berita tersebut. (Ay. 11). Karena ketidakpercayaan itulah, Yesus menampakkan diri kepada mereka dan mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka. Apakah yang menyebabkan para murid tidak segera mempercayai kesaksian tentang kebangkitan Kristus itu? Pertama, Hal ini disebabkan oleh perbedaan persepsi tentang pemahaman Mesias pada waktu itu. Dalam persepsi para murid, Mesias yang mereka nantikan adalah seorang penyelamat yang memiliki kekuatan politis yang mampu mengalahkan musuh-musuh bangsa Yahudi secara politis dan membawa bangsa Yahudi menjadi bangsa yang merdeka, damai dan makmur. Persepsi ini membuat para murid tidak siap menerima fakta bahwa Yesus Kristus adalah Sang Mesias yang menderita dan mati. Persepsi ini bertolak belakang dengan konsep Mesias menurut Yesus, dimana Sang Mesias harus menderita sengsara demi menebus dan menyelamatkan manusia dari dosa.

Kedua, hal ini disebabkan berita kebangkitan Yesus Kristus disampaikan oleh Maria Magdalena, seorang perempuan yang menjadi saksi pertama kebangkitan Yesus Kristus. Seorang perempuan pada tradisi saat itu dianggap rendah dan tidak layak untuk menjadi sumber dari sebuah berita terlebih itu tentang kebenaran kebangkitan Tuhan Yesus.

Oleh karena itu Tuhan Yesus menampakkan diri di depan para murid-Nya. Ia menghardik ketidakpercayaan dan kedegilan hati para murid-Nya. (Ay. 14). Ia juga meyakinkan para murid untuk percaya atas berita kebangkitan-Nya. Setelah peristiwa penampakan Tuhan Yesus ini, para murid percaya akan kebangkitan Yesus. Kemudian Yesus mengutus mereka memberitajan Injil kepada segala makhluk ke seluruh penjuru dunia. (Ay. 15-18). Tuhan Yesus juga menjanjikan penyertaan dan kekuatan kepada para murid-Nya.

Lantas apakah penyertaan Tuhan Yesus kepada para murid-Nya itu? (Ay. 20). Pertama, Yesus turut bekerja pada diri para murid meneruskan kabar Injil kepada semua orang, sehingga banyak orang yang bertobat. Kehadiran Yesus Kristus dinyatakan melalui kehadiran Roh Kudus ditengah-tengah kehidupan umat-Nya. Kedua, firman dan ajaran yang telah Tuhan Yesus berikan adalah dasar yang kuat dalam pemberitaan Injil. Kebenaran tentang kebangkitan Kristus menjadi pusat pewartaan para murid yang tak terbantahkan. Ketiga, ada tanda-tanda yang menyatakan otoritas Kristus, yang meneguhkan para murid bahwa mereka memberitakan Injil bukan dengan kekuatan sendiri tetapi dengan kekuatan kuasa Allah yang dicurahkan kepada mereka.

Pada akhirnya setelah penampakan itu, Tuhan Yesus berpisah secara fisik dengan para murid-Nya. Ketika Yesus naik ke Sorga, Ia memberikan pesan kepada para murid-Nya untuk melakukan apa yang Dia perintahkan kepada mereka. Tuhan Yesus memberkati para murid.

Pertanyaan untuk Didiskusikan :

  1. Sekiranya para murid Tuhan Yesus menjadi percaya karena melihat Tuhan Yesus yang menampakkan diri kepada mereka, bagaimanakah dengan kita? Apakah kita percaya kepada Tuhan oleh karena melihat ataukah kita percaya kepada Tuhan oleh karena iman? (Yoh. 20:29).
  2. Hal-hal apa saja yang membuat kita seringkali tidak mampu melihat kuasa penyertaan Allah atas hidup kita?
  3. Langkah-langkah apakah yang harus kita lakukan agar iman percaya kita kepada Yesus Kristus benar-benar kuat, tidak goyah dalam menghadapi segala sesuatunya? (AR).

Renungan Harian

Renungan Harian Anak