Bergantung Pada Allah Pancaran Air Hidup 2 Maret 2021

2 March 2021

Bacaan : Ibrani 11 : 1 – 3, 13 – 19 | Pujian : KJ. 374
Nats: “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” (Ay. 1)

Bu Durno, salah seorang warga jemaat menuturkan, “lha iya, saya itu heran, kalau dihitung-hitung uang gajian dan usaha-usaha keluarga sebenarnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tapi anehnya, kok ya masih bisa bertahan terus sampai gajian berikutnya”. Mungkin Bu Durno bukan satu-satunya orang yang memiliki pengalaman semacam ini. Bapak, Ibu dan Saudara semua sebagai orang percaya pun seringkali kita mengalaminya. Memang benar, seringkali iman bertolak belakang dengan logika kita atau dapat dikatakan iman melebihi kemampuan berpikir kita.

Ibrani 11:1 mengatakan, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat”. Nats ini menegaskan bahwa hidup dalam iman berarti berani menaruh sepenuhnya kehidupan kita kepada Tuhan, walaupun kita tidak pernah melihat keberadaan Tuhan secara langsung. Oleh karena itu, salah satu aspek dari kehidupan iman adalah hidup yang bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Dalam kesaksian surat Ibrani, para saksi-saksi iman menjalani hidup sepenuhnya hanya bergantung pada pemeliharaan dan kehendak Tuhan. Bapa Abraham contohnya, dia dengan setia melakukan perintah Tuhan untuk mengorbankan Ishak, anaknya. Walau secara nalar sulit untuk diterima. Bagaimana mungkin janji Tuhan dapat terwujud untuk menjadikan keturunan Abraham seperti pasir di laut dan bintang di langit banyaknya, jika anak satu-satunya dikorbankan. Namun, karena imannya bapa Abraham taat melakukannya hingga Allah memenuhi janji-janji-Nya.

Jemaat yang dikasihi Tuhan, hidup dalam iman seringkali tidak mudah untuk dilakukan. Bahkan jalan iman seringkali sulit untuk dimengerti dan dipahami. Namun, marilah kita tetap setia tinggal didalamnya, dengan bergantung sepenuhnya kepada pemeliharan dan pertolongan Tuhan. Kita percaya, bahwa ketika Tuhan berkenan memanggil kita tinggal di dalam-Nya, maka Ia akan memperlengkapi dan memampukan kita. (mere)

 “Tetaplah beriman, walaupun jalan itu sulit untuk dilalui.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak