Tahun Gerejawi : Pra Paskah III
Tema : Kejujuran
Bacaan Alkitab : Markus 14 : 66 – 72
Ayat Hafalan : Amsal 2 : 7 – “Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya.”
Lagu Tema : Aku senang jadi anak Tuhan, anak Tuhan tak boleh bohong
Tujuan:
- Remaja dapat menjelaskan alasan Petrus menyangkal Yesus
- Remaja dapat menjelaskan konsekuensi sikap jujur dan berbohong
- Remaja berani menjadi pelopor kejujuran
Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Judul dalam Markus 14: 66-72 ini adalah “Petrus menyangkal Yesus”. Kisah tentang penyangkalan yang dilakukan oleh salah seorang murid Yesus yang bernama Petrus ini sangat populer. Petrus, murid yang menyangkal Yesus ini adalah salah satu dari ketiga murid pertama Yesus. Sebelum melihat kisah penyangkalan yang dilakukan Petrus mari kita lihat seperti apakah Petrus.
Petrus digambarkan sebagai seorang nelayan biasa. Dia bukan seorang ahli Taurat atau yang berpendidikan tinggi. Ketika Petrus dipanggil oleh Yesus untuk menjadi muridNya, Petrus dikenal sebagai seorang yang bersemangat dan berani. Petrus juga menjadi murid yang dekat dengan Yesus. Paling tidak ada 3 murid yang dekat dengan Yesus, mereka adalah Yohanes, Yakobus dan Petrus. Salah satu bukti kedekatan itu adalah ketika Yesus dimuliakan di atas gunung, Ia mengajak ketiga orang ini pergi ke gunung bersama dengan Dia (Mat. 17:1; Mark. 9:2; Luk. 9:23). Akan tetapi kemudian juga dituliskan bahwa Petrus pada akhirnya justru menjadi orang yang menyangkal Yesus, seperti pada teks kali ini yaitu pada Markus 14: 66-72.
Dalam teks ini, Petrus diceritakan telah menyangkal Yesus sebanyak tiga kali. “Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu” (ay. 67),”Orang ini adalah salah seorang dari mereka” (ay. 69), “Apalagi engkau seorang Galilea!(ay. 70). Tampaknya Petrus tidak ditantang atau terancam bahaya didakwa sebagai penjahat karena hal itu. Ucapan mereka sekadar olok-olok belaka. Namun situasi ketika Yesus ditangkap dan diadili memang membuat para murid ketakutan. Jadi bisa dibayangkan saja ketika ada yang mengenali Petrus dan berkata bahwa ia adalah bagian dari Yesus maka secara spontan ia berkata tidak atau menyangkal karena ketakutan. Akan tetapi dalam ayat ke 72, ketika mendengar ayam berkokok teringatlah Petrus akan perkataan Yesus bahwa ia akan menyangkal Yesus sebanyak tiga kali. Setelah teringat akan hal itu Petrus langsung menangis secara tersedu-sedu sebagai tanda penyesalannya.
Pendahuluan
Ajak remaja membaca Markus 14: 66-72. Setelah membaca perikop, minta remaja untuk menjawab beberapa pertanyaan berikut ini:
- Siapakah Petrus?
- Apa yang dilakukan Petrus dalam Firman Tuhan yang sudah kita baca tadi?
- Mengapa Petrus menyangkal Yesus?
- Berapa kali Petrus menyangkal Yesus?
- Apa yang dilakukan Petrus setelah menyangkal Yesus?
Cerita
Adik-adik, kalian tahu bedanya jujur dan berbohong?
Menurut KBBI, JUJUR 1. lurus hati ; tidak berbohong (misalnya dengan berkata apa adanya); 2. tidak curang (misalnya dalam permainan, dengan mengikuti aturan yang berlaku): mereka itulah orang-orang yang — dan disegani; 3. tulus; ikhlas;
Sedangkan, arti dari BERBOHONG ; menyatakan sesuatu yang tidak benar; berbuat bohong; berdusta: jangan coba-coba -, nanti pasti ketahuan;
Nah, hal yang dilakukan Petrus dalam cerita tadi disebut apa?
Petrus, dalam hal ini telah berbohong, tidak mengatakan yang sebenarnya. Ia adalah bagian dari pengikut Yesus tetapi pada saat ditanya dia tidak mengakuinya. Petrus saat itu merasa takut untuk mengatakan yang sebenarnya. Petrus takut kalau-kalau ia ikut ditangkap atau takut terjadi apa-apa dengan dirinya kalau ia mengatakan identitas yang sebenarnya.
Melalui tokoh Petrus dalam bacaan hari ini kita melihat bahwa melakukan sikap jujur itu kok sulit ya, lebih mudah untuk berbohong dan lebih aman ketika berbohong. Padahal sebagai anak Tuhan kita tidak boleh berbohong. Bagaimana dengan hidup kita sehari-hari, kita lebih sering berbuat jujur atau berbohong?
Seberapa sering jujur, seberapa sering berbohong? Mengapa? (beri kesempatan remaja untuk menjawab)
Seringkali dalam kehidupan kita, kita sulit melakukan sikap jujur. Misalnya saja mengetahui siapa teman yang mencontek tapi tidak berani menegur karena takut diajuhi oleh si teman, tidak mengatakan nilai ulangan yang sebenarnya karena takut dimarahi orangtua, padahal mungkin saja kalau nilai kita kurang orang tua akan membantu kita belajar, kalau salah ya harus diakui jangan ditutupi, dll. Bersikap jujur memang sulit, akan tetapi lebih sulit lagi kalau kita berbohong. Dengan berbohong kita bisa menyesal di kemudian hari. Seperti halnya Petrus, ia berbohong, ia menyangkal Yesus sampai tiga kali dan pada akhirnya dia menyesal. Ketika mendengar kokok ayam ia teringat perkataan Yesus kemudian ia menangis.
Yuk adik-adik, mulai saat ini mari kita membiasakan diri untuk selalu bersikap jujur ya supaya kita tidak menyesal seperti Petrus yang telah berbohong tadi. Bersikap jujur itu memang sulit, banyak sekali tantangannya. Akan tetapi semujur-mujurnya orang yang berbohong, pasti akan lebih mujur/beruntung orang yang jujur dan tentunya hati orang yang jujur akan dipenuhi dengan kedamaian bukan kecemasan apalagi penyesalan. Amin
Aktivitas : Membuat stiker komitmen tentang kejujuran. Ditempel di papan yang ada di ruangan ibadah remaja.
Contoh :
