Bertepuk Sebelah Tangan Renungan Harian 12 Feburari 2021

12 February 2021

Bacaan : 1 Raja-Raja 14 : 1 – 18 | Pujian : KJ. 331
Nats:
“Sebab engkau telah melakukan perbuatan jahat lebih dari semua orang yang mendahului engkau dan telah membuat bagimu allah lain dan patung-patung tuangan, sehingga engkau menimbulkan sakit hati-Ku, bahkan engkau telah membelakangi Aku.” (Ay. 9)

Meski telah menyandang status sebagai orang Kristen, nyatanya masih banyak di antara kita yang belum mempercayakan diri secara total kepada Allah. Banyak di antara kita yang setelah diberi berkat berupa harta, jabatan dan kekuasaan, justru lebih bergantung pada berbagai hal tersebut, daripada kepada Allah. Seringkali pada titik ini, Allah harus menerima kenyataan bahwa Cinta dan Kepedulian-Nya kepada manusia, harus bertepuk sebelah tangan. Banyak orang yang masih berpikir bahwa harta, jabatan dan kekuasaan, dapat membeli segala sesuatu dan menjamin segala sesuatu. Namun dapatkah keselamatan, kesehatan dan damai sejahtera, kita beli dengan harta, jabatan dan kekuasaan?

Bacaan pada saat ini, memperlihatkan bagaimana Yerobeam sangat dikasihi oleh Allah. Allah sangat peduli dan memberkati kehidupan Yerobeam, hingga ia ditinggikan dan diangkat sebagai seorang raja atas bangsa Israel. Namun pada kenyataannya, setelah Yerobeam diangkat sebagai raja, ia justru melupakan Allah. Ia malahan melakukan segala yang jahat di mata Allah. Di ayat 9 secara jelas disebutkan, bahwa Yerobeam telah melakukan segala perbuatan jahat, lebih dari semua orang yang mendahuluinya. Dalam hal ini, dapat kita saksikan bagaimana Cinta dan Kepedulian Allah, bertepuk sebelah tangan dan itu menimbulkan luka di hati Allah.

Melalui kisah ini, kita diajak untuk senantiasa percaya dan mempercayakan sepenuhnya kehidupan kita kepada Allah. Kita harus ingat, bahwa untuk memperoleh kebahagiaan hidup yang sejati dan beroleh keselamatan, tidak ada jalan lain selain harus taat dan setia kepada Allah. Allah sudah lebih dulu mengasihi, peduli dan memberi berkat kepada kita. Tinggal kita sekarang pun juga harus bisa merespon tindakan kasih Allah, dengan segenap hati dan segenap jiwa. Jangan sampai segala berkat, berupa harta, jabatan dan kekuasaan, yang asalnya dari Allah justru membuat kita lupa kepada Sang Pemberi Berkat itu sendiri. (YAH)

 “Jangan lupakan Dia dalam hidupmu.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak