Dia Menuntunku Renungan Harian 6 Februari 2021

6 February 2021

Bacaan : Mazmur 147 : 1 – 11 | Pujian : KJ. 410
Nats: “TUHAN senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya” (Ay. 11)

Tenanglah kini hatiku : Tuhan memimpin langkahku.
Di tiap saat dan kerja tetap kurasa tangan-Nya.
Tuhanlah yang membimbingku; tanganku dipegang teguh.
Hatiku berserah penuh; tanganku dipegang teguh.

Apakah yang saudara rasakan saat menyanyikan lagu KJ. 410 tersebut? Ada rasa tenang dalam diri karena Tuhan senantiasa membimbing, memimpin dan memegang kehidupan manusia. Iya, rasa tenang karena tuntunan dan bimbingan Tuhan itulah yang dirasakan oleh Joseph Henry Gilmore. Dia adalah seorang Pendeta di sebuah gereja Baptis di New Hampshire. Saat dia sedang berjalan di tengah hujan pada Maret 1862, pikirannya tertuju kepada Mazmur 23 yang akan dia khotbahkan hari itu di Philadelphia. Pikirannya tertuju pada kata “He Leadeth Me” (Dia Menuntunku = terj.bebas). Dia merasakan bagaimana manusia yang hidup di tengah dunia butuh suatu pengharapan melalui tuntunan tangan Tuhan sehingga dapat merasakan betapa besar berkat bagi manusia yang hidupnya mau dipimpin Tuhan. Gilmore terpukau atas pimpinan Tuhan di dalam hidupnya sangat mungkin didasari oleh perang saudara yang terjadi di Amerika pada saat itu (1861-1865). Dari perenungan itulah tercipta lagu He Leadeth Me atau lagu Tenanglah Kini Hatiku (KJ. 410).

Rasa tenang atas tuntunan dan bimbingan Tuhan dirasakan oleh Pemazmur. Pemazmur melihat tuntunan Tuhan dalam hidup manusia. Karena tuntunan Tuhan sajalah, Pemazmur dipulihkan kehidupannya. Itu tampak dari ungkapan menyembuhkan patah hati, membalut luka, menegakkan yang tertindas, memulihkan Yerusalem, mencukupkan segala hal yang menjadi kebutuhan manusia. Semua itu dirasakan oleh Pemazmur hanya karena tuntunan dan bimbingan Tuhan bukan karena kekuatannya sebagai manusia.

Rasa tenang karena tuntunan dan bimbingan Tuhan itu dapat kita rasakan saat kita benar-benar takut (hormat) kepada Tuhan, menyerahkan sepenuhnya kehidupan kita kepada bimbingan dan tuntunan tangan-Nya. Maka kita akan merasakan pemulihan, kekuatan, penyertaan dan berkat-berkat dari-Nya di setiap kehidupan kita. (cha)

 “Tuhanlah yang membimbingku, tanganku dipegang teguh.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak