Bacaan : Filipi 2:5-11
Tahun Gerejawi : Kristus Raja
Tema : Kristus Raja
Ayat Hafalan : “Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut dan sabar.” (Efesus 4:2a)
Judul : Ajarku rendah hati seperti Yesus
Lagu : Kidung Ria No. 32
Penjelasan Teks
Yesus adalah satu-satunya Anak Allah yang sejati, hal ini bisa diperkuat melalui beberapa pernyataan dalam Alkitab (Markus 1:11; Markus 14:61-62; Lukas 10:21-22). Di samping itu Yesus juga melakukan pekerjaan Allah di dalam dunia (Yohanes 10:34-36) dan Yesus bersatu dengan Allah (Yohanes 17:1, 22). Kedekatan-Nya dengan Allah menggambarkan bahwa Dia mempunyai kuasa yang sama dengan Allah. Dalam bacaan hari ini Paulus juga menyapa Yesus dengan Kristus Yesus. Nama “Yesus” merupakan nama yang biasa digunakan oleh Pria Yahudi pada zaman itu. Sedangkan kata “Kristus” atau “Mesias” merupakan suatu gelar yang berarti “yang diurapi/yang dipilih”. Penggambaran Paulus ini menunjukkan bahwa memang Yesus adalah pribadi yang istimewa. Yesus adalah sungguh Allah itu sendiri dan sekaligus sungguh manusia (2:7). Atau bisa dimengerti sebagaimana dalam Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal….” Dan Anak tunggal Bapa itu adalah Yesus.
Hari ini kita bersama diajak untuk menghayati kembali tentang “Kristus Raja”. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “raja” berarti penguasa tertinggi pada suatu kerajaan atau orang yang mengepalai dan memerintah suatu bangsa atau Negara. Jika dilihat kembali bahwa “Kristus” merupakan sebuah gelar istimewa yang berarti “yang diurapi/yang dipilih” sementara arti dari “Raja” juga merupakan suatu kedudukan yang tertinggi, bahkan jika dikenakan kepda Yesus. Ia mengepalai bukan hanya suatu bangsa atau Negara tertentu melainkan dunia dan seluruh isinya. Maka dari gelar “Kristus Raja” ini semakin terasa betapa Yesus bukan orang biasa. Kristus adalah seorang Raja yang diurapi dan yang dipilih, Dia berkuasa untuk memimpin atau memerintah seluruh dunia. Itulah kenyataan yang sebenarnya dari diri Yesus. Namun, kali ini Paulus ingin menunjukkan bahwa Dialah juga Yesus yang tidak menganggap semuanya itu sebagai sesuatu yang layak diagung-agungkan. Justru Yesus merendahkan diri, bahkan mengambil rupa sebagai seorang hamba. Dalam KBBI hamba berarti abdi, artinya tentu seseorang yang mengabdi kepada tuan. Inilah gambaran yang ingin dibentuk oleh Paulus, bahwa Yesus adalah Kristus Raja yang tetap merendahkan diri-Nya seperti seorang hamba yang mengabdi kepada Tuan-Nya yakni Bapa-Nya yang mengutus-Nya.
Disinilah letak kerendah-hatian Yesus, sekalipun memiliki kuasa namun berkenan untuk menjadi sama dengan manusia. Yesus bahkan digambarkan sebagai seorang hamba yang mau merendahkan diri-Nya dan taat sampai pada kematiannya. Kerendahan hati-Nya juga nampak dari kesediaan-Nya untuk datang ke dunia. Inilah teladan yang perlu juga diperhatikan baik oleh pamong maupun anak-anak. Yesus yang mempunyai kuasa saja tidak pernah menyombongkan diri, bagaimana dengan kita yang sama sekali tidak punya “kuasa”? bukankah seringkali kita menjadi pribadi yang sombong? Hanya karna status sosial yang lebih tinggi daripada yang lain, hanya karena merasa lebih pandai dari yang lainnya, dst. Mari memiliki sikap yang rendah hati seperti sikap Yesus yang adalah rendah hati.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan: Anak dapat mengulang penjelasan pamong tentang kerendahan hati Yesus.
Alat Peraga (Gambar terdapat di CD)
- Gambar 1 : Yesus dengan pakaian seorang Raja.
- Gambar 2 : Yesus dengan pakaian raja, menolong orang yang sakit.
- Gambar 3 : Yesus dengan pakaian seorang hamba.
- Kostum seorang raja atau ratu (mahkota, kain panjang atau bisa menyesuaikan kondisi jemaat masing-masing).

Pendahuluan
(sebelum menyampaikan cerita hari ini, pamong sudah menggunakan kostum seorang raja atau ratu)
Selamat pagi Anak-anak…
Salam hormat bagi saya, saya adalah seorang raja/ratu pagi hari ini.. Siapa saya? (pamong memberikan kesempatan kepada anak untuk menjawab) Saya adalah raja/ratu. Siapa itu raja/ratu? Di mana biasanya dia tinggal? Apa yang biasa dilakukannya? Saya tinggal di kerajaan dan saya berkuasa atas seluruh kerajaan. Saya tidak perlu repot untuk apapun tinggal perintahkan maka para hamba saya akan mengambilkannya untuk saya. Saat ini kalianlah para abdi saya, jadi kalian harus menuruti perintah saya. Siap? (pamong membuat suasana pada saat ini seperti suasana sebuah kerajaan) Siap ya? Kalau saya Tanya siap, maka kalian harus menjawab ya saya siap! Mengerti? Baiklah, para abdiku, BERDIRI! (semua anak harus berdiri mengikuti perintah pamong yang seolah-olah menjadi raja) para abdiku, TEPUK TANGAN! (dan seterusnya bisa dikembangkan sendiri oleh pamong)
—JIKA SUDAH—
(terakhir, mintalah anak-anak untuk duduk dan masuklah ke dalam inti penyampaian, tapi masih tetap menggunakan kostum seorang raja/ratu)
Inti Penyampaian
Anak-anak sekarang coba perhatikan, gambar siapakah ini? (tunjukkan gambar 1) Ini adalah gambar Yesus yang menggunakan pakaian seorang raja. Yesus Kristus adalah raja, yang berkuasa atau memerintah bukan hanya atas suatu kerajaan tertentu melainkan seluruh dunia. Apa tadi tugas seorang raja? (pamong mengajak anak untuk mengingat kembali simulasi yang telah dilakukan di awal) Apakah raja repot melakukan banyak hal? Tentu tidak, karena raja tinggal duduk diam dan semua pekerjaan dikerjakan oleh para abdi atau hamba-hambanya. Tapi Yesus Kristus ini adalah Raja yang berbeda, lain daripada yang lain. Coba perhatikan gambar berikut ini (tunjukkan gambar 2) siapakah orang di balik pakaian raja itu? Apakah sama dengan gambar sebelumnya? Tentu sama, dia Yesus Kristus sang Raja tadi itu. Ini yang membuat Tuhan Yesus berbeda dengan raja pada umumnya. Kalau raja pada umumnya itu memerintahkan para hambanya untuk melakukan segala sesuatu, sementara Yesus Kristus adalah Raja yang mau mengerjakannya sendiri. Coba perhatikan apa yang dilakukan oleh Yesus Kristus dalam gambar ini? Yesus Kristus yang dalah Raja berkenan menolong siapa saja yang membutuhkan bantuan. Menolong yang sakit, terluka, yang sendirian dan masih banyak lagi.
Coba ingat-ingat lagi, raja adalah yang memerintah, sementara mereka yang melakukan tugas dan pekerjaan siapa namanya? HAM-BA atau AB-DI. Anak-anak lihat gambar ini (tunjukkan gambar 3) siapakah orang dibalik pakaian seorang hamba ini? Apakah dia orang sama seperti di gamabr sebelumnya? IYA! Inilah Dia, Yesus Kristus yang adalah Raja itu mau menjadi seperti seorang HAM-BA yang melayani siapa, yang datang ke dunia menjadi sama dengan manusia, siapa? MA-NU-SI-A..siapa itu MA-NU-SI-A? ya tentu kita semua ini, Anak-anak dan juga para pamong. Sikap Tuhan Yesus yang demikian ini disebut sebagai sikap rendah hati. Apa Anak-anak, coba diulang… REN-DAH HA-TI… seorang Raja yang berkuasa memerintah mau menjadi seperti seorang Hamba yang melayani siapa saja. Itulah perbuatan baik yang patut kita contoh dari Tuhan Yesus Kristus.
Penerapan
Anak-anak kita mau coba ingat lagi cerita hari ini. Siapa tokoh utama dalam cerita hari ini? Tuhan… YE-SUS.. siapakah Tuhan Yesus itu? Dia adalah Raja, Raja yang berkuasa atas seluruh dunia, bukan hanya di gereja kita, bukan hanya di Indonesia, tapi seluruh dunia. Apa tugas seorang raja? Memerintah pada abdi atau hambanya untuk melakukan segala sesuatu yang diinginkannya. Apakah Tuhan Yesus sama dengan raja-raja yang lainnya? TIDAK! Tuhan Yesus berbeda, karena meskipun Dia adalah Raja, Dia juga tetap mau melayani semua manusia. Tuhan Yesus mau menjadi seperti seorang hamba. Sikap Tuhan Yesus ini disebut apa? REN-DAH HA-TI. Siapa yang mau seperti Tuhan Yesus yang rendah hati? (pamong memberikan kesempatan kepada anak untuk merespon)
Aktivitas: Mewarnai gambar Yesus dengan pakaian raja, menolong orang yang sakit (gambar no. 2 – terdapat di CD)
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan:
- Anak dapat menceritakan kembali bahwa kebesaran Yesus Kristus sebagai raja hadir melalui kesedian-Nya merendahkan diri untuk mengampuni dosa manusia.
- Anak dapat menyebutkan contoh-contoh sikap rendah hati.
Alat Peraga (Gambar terdapat di CD)
- Gambar 1 : Yesus dengan pakaian seorang Raja
- Gambar 2 : Yesus dengan pakaian raja, menolong orang yang sakit
- Gambar 3 : Yesus dengan pakaian seorang hamba
- Gambar 4 : Gambar anak yang sedang bersalaman
- Kostum seorang raja atau ratu (mahkota, kain panjang atau bisa menyesuaikan kondisi jemaat masing-masing)
Pendahuluan
(sebelum menyampaikan cerita hari ini, pamong sudah menggunakan kostum seorang raja atau ratu)
Selamat pagi Anak-anak…
Coba perhatikan…apakah ada yang berbeda hari ini? Coba lihat saya.. apa yang berbeda? Kira-kira saya sedang berperan sebagai apa ya? Apakah ini seperti seorang raja/ratu? Betul sekali saat ini saya sedang menggunakan pakaian seperti seorang raja/ratu. Apa cirri-ciri pakaian seorang raja/ratu? Menggunakan mahkota dan menggunakan jubah. Menurut Anak-anak apa sih tugas seorang raja? Apakah raja bertugas untuk membuka pintu gerbang istana? BUKAN! Itu adalah PRAJURIT. Kalau begitu raja/ratu adalah yang melakukan banyak tugas seperti membersihkan istana, membuat masakan dan lain-lain, betul kah? BUKAN! Kalau begitu raja itu seperti apa? (pamong memberikan kesempatan kepada anak untuk menjawab) Oooo.. berarti raja itu yang memerintah ya, yang memberikan perintah kepada para abdi atau hambanya untuk melakukan segala sesuatu. Tepat sekali, itulah tugas seorang raja/ratu. Raja/ratu adalah orang yang mempunyai jabatan tertinggi atas sebuah kerajaan dan berhak memerintahkan apa saja kepada para abdi atau hambanya.
Inti Penyampaian
Pagi hari ini kita akan belajar dari teladan seorang Raja yang lain daripada yang lain. Raja yang berbeda dari kebanyakan raja yang ada. Raja ini bukan hanya memerintah suatu kerajaan tertentu saja, melainkan seluruh dunia. Kira-kira siapakah Dia? Coba lihat, gambar siapakah ini? (tunjukkan gambar 1) Ini adalah gambar Yesus yang menggunakan pakaian seorang raja. Yesus Kristus adalah Raja, yang berkuasa atau memerintah bukan hanya atas suatu kerajaan tertentu melainkan seluruh dunia. Apa tadi tugas seorang raja? (pamong mengajak anak untuk mengingat kembali simulasi yang telah dilakukan di awal) Apakah raja repot melakukan banyak hal? Tentu tidak, karena raja tinggal duduk diam dan semua pekerjaan dikerjakan oleh para abdi atau hamba-hambanya. Tapi Yesus Kristus ini adalah Raja yang berbeda, lain daripada yang lain. Coba perhatikan gambar berikut ini (tunjukkan gambar 2) siapakah orang di balik pakaian raja itu? Apakah sama dengan gambar sebelumnya? Tentu sama, Dia Yesus Kristus sang Raja tadi itu.
Ini yang membuat Tuhan Yesus berbeda dengan raja pada umumnya. Kalau raja pada umumnya itu memerintahkan para hambanya untuk melakukan segala sesuatu, sementara Yesus Kristus adalah Raja yang mau mengerjakannya sendiri. Coba perhatikan apa yang dilakukan oleh Yesus Kristus dalam gambar ini? Yesus Kristus yang dalah Raja berkenan menolong siapa saja yang membutuhkan bantuan. Menolong yang sakit, terluka, yang sendirian dan masih banyak lagi. Coba ingat-ingat lagi, raja adalah yang memerintah, sementara mereka yang melakukan tugas dan pekerjaan adalah hamba atau abdi. Anak-anak lihat gambar ini (tunjukkan gambar 3) siapakah orang dibalik pakaian seorang hamba ini? Apakah dia orang yang sama seperti di gambar sebelumnya? IYA! Inilah Dia, Yesus Kristus yang adalah Raja itu mau menjadi seperti seorang hamba yang melayani siapa saja. Dia datang ke dunia menjadi sama dengan manusia. Siapa manusia itu? Ya, tentu kita semua ini, Anak-anak dan juga para pamong. Sikap Tuhan Yesus yang demikian ini disebut sebagai sikap rendah hati. Seorang Raja yang berkuasa memerintah mau menjadi seperti seorang Hamba yang melayani siapa saja. Itulah perbuatan baik yang patut kita contoh dari Tuhan Yesus Kristus.
Penerapan
Anak-anak kita mau coba ingat lagi cerita hari ini. Siapa tokoh utama dalam cerita hari ini? (Tuhan Yesus) siapakah Tuhan Yesus itu? (Dia adalah Raja), Raja yang berkuasa atas seluruh dunia, bukan hanya di gereja kita, bukan hanya di Indonesia, tapi atas seluruh dunia. Apa tugas seorang raja? (Memerintah pada abdi atau hambanya untuk melakukan segala sesuatu yang diinginkannya). Apakah Tuhan Yesus sama dengan raja-raja yang lainnya? (TIDAK!) Tuhan Yesus berbeda, karena meskipun Dia adalah Raja, Dia juga tetap mau melayani semua manusia. Tuhan Yesus mau menjadi seperti seorang hamba. Sikap Tuhan Yesus ini disebut apa? (Rendah Hati). Siapa yang mau seperti Tuhan Yesus yang rendah hati? (pamong memberikan kesempatan kepada anak untuk merespon) Apa ya yang bisa kita lakukan sebagai bentuk sikap rendah hati? Coba lihat gambar ini (tunjukkan gambar 4) ini adalah salah satu contohnya, ini gambar apa ya? Dua orang anak yang sedang bersalaman. Ooo… memberikan salam lebih dulu itu adalah contoh rendah hati. Mari kita coba! Mari saling bersalam-salaman, Selamat pagi, selamat hari minggu! (pamong mengajak anak untuk saling bersalaman.) Kira-kira apalagi ya contoh sikap rendah hati? Menerima perbedaan, mengucapkan terimakasih, memaafkan dst (bisa ditambahkan oleh pamong) Sekarang, apakah kita mau dan siap menjadi rendah hati seperti Yesus?
Aktivitas
Pamong mengajak anak-anak untuk menuliskan sikap rendah hati di kertas tebal yang berbentuk hati.
Sikap rendah hati itu : MEMAAFKAN, BERTERIMA KASIH, MENYAPA, MELAYANI. Setiap anak dapat membuat lebih dari 1 dan minta mereka untuk berusaha melakukannya dalam hidup sehari-hari.
Adapun bahan yang perlu disiapkan yaitu :
- Menyiapkan kertas manila warna-warni.
- Gunting.
- Alat tulis.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak dapat menceritakan kembali bahwa kebesaran Yesus Kristus sebagai raja hadir melalui kesedian-Nya merendahkan diri untuk mengampuni dosa manusia.
- Anak dapat menyebutkan contoh-contoh sikap rendah hati.
Alat Peraga: Kostum seorang raja atau ratu (mahkota, kain panjang atau bisa menyesuaikan kondisi jemaat masing-masing)
Pendahuluan
(sebelum menyampaikan cerita hari ini, pamong sudah menggunakan kostum seorang raja atau ratu)
Selamat pagi Anak-anak…
Coba perhatikan…apakah ada yang berbeda hari ini? Coba lihat saya.. apa yang berbeda? Kira-kira saya sedang berperan sebagai apa ya? Apakah ini seperti seorang raja/ratu? Betul sekali saat ini saya sedang menggunakan pakaian seperti seorang raja/ratu. Menurut Anak-anak apa sih tugas seorang raja? Tugas seorang raja yaitu memerintah. Ia yang memberikan perintah kepada para abdi atau hambanya untuk melakukan segala sesuatu. Selain itu, raja/ratu adalah orang yang mempunyai jabatan tertinggi atas sebuah kerajaan dan berhak memerintahkan apa saja kepada para abdi atau hambanya. Saat raja/ratu berkata duduk maka semua abdi atau hamba akan duduk, berdiri dan seterusnya. Kalau begitu sebelum kita masuk ke dalam cerita kita akan bermain “Raja/Ratu Berkata”.
Cara Bermain:
Dalam permainan ini, pamong akan berperan sebagai raja/ratu, sementara anak-anak akan berperan sebagai abdi atau hamba. Pamong yang berperan sebagai raja/ratu akan memberikan instruksi atau perintah kepada anak-anak dan anak-anak akan mengikuti perintah tersebut. Hanya perintah yang ada kata “raja/ratu berkata” saja yang diikuti. Jika ada perintah tanpa didahului kata “raja/ratu berkata” maka anak-anak tidak perlu melakukannya.
Pamong : “raja/ratu berkata:” berdiri! (anak-anak harus berdiri)
: Duduk! (anak-anak tidak perlu duduk)
: “raja/ratu berkata:” tepuk tangan! (anak-anak harus tepuk tangan)
Demikian seterusnya, jadi anak-anak hanya melakukan perintah dengan didahului “raja/ratu berkata”, jika tidak ada kata tersebut maka anak-anak tidak perlu melakukannya. Permainan ini akan semakin seru jika ada konsekuensi bagi mereka yang salah. Namun, bentuk konsekuensinya bisa disepakati lebih dulu atau kemudian bersama dengan anak-anak.
—JIKA SUDAH—
Anak-anak apa kira-kira yang bisa kita simpulkan dari permainan yang baru saja kita lakukan bersama-sama? (pamong memberikan kesempatan kepada anak untuk menjawab) Dari permainan ini kita bis melihat bahwa ketika sang raja/ratu sudah memerintah: “raja/ratu berkata” maka semua abdi dan hamba harus melakukannya. Jika tidak dilakukan maka aka nada konsekuensi yang harus dikerjakan. Itu adalah gambaran atau contoh raja pada umumnya, yakni raja/ratu yang berkuasa atas suatu kerajaan.
Inti Penyampaian
Pagi hari ini kita akan belajar dari teladan seorang Raja yang lain daripada yang lain. Raja yang berbeda dari kebanyakan raja yang ada. Raja ini bukan hanya memerintah suatu kerajaan tertentu saja, melainkan seluruh dunia. Kira-kira siapakah Dia? Dia adalah Yesus Kristus, Tuhan kita. Yesus Kristus adalah Raja, yang berkuasa atau memerintah bukan hanya atas suatu kerajaan tertentu melainkan seluruh dunia. Apa tadi tugas seorang raja? (pamong mengajak anak untuk mengingat kembali simulasi yang telah dilakukan di awal) Apakah raja repot melakukan banyak hal? Tentu tidak, karena raja tinggal duduk diam dan semua pekerjaan dikerjakan oleh para abdi atau hamba-hambanya. Tapi Yesus Kristus ini adalah Raja yang berbeda, lain daripada yang lain. Tuhan Yesus datang ke dunia hanya karena cinta dan sayang-Nya kepada kita semua. Kita mungkin pernah mendengar Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal….” Dan Anak tunggal Bapa itu adalah Yesus.
Ini yang membuat Tuhan Yesus berbeda dengan raja pada umumnya. Kalau raja pada umumnya itu memerintahkan para hambanya untuk melakukan segala sesuatu, sementara Yesus Kristus adalah Raja yang mau mengerjakannya sendiri. Yesus Kristus yang dalah Raja berkenan menolong siapa saja yang membutuhkan bantuan. Menolong yang sakit, terluka, yang sendirian dan masih banyak lagi. Coba ingat-ingat lagi, raja adalah yang memerintah, sementara mereka yang melakukan tugas dan pekerjaan adalah hamba atau abdi. Akan tetapi berbeda dengan Yesus Kristus yang adalah Raja itu mau menjadi seperti seorang hamba yang melayani siapa saja. Dia datang ke dunia menjadi sama dengan manusia. Siapa manusia itu? Ya, tentu kita semua ini, Anak-anak dan juga para pamong. Sikap Tuhan Yesus yang demikian ini disebut sebagai sikap rendah hati. Seorang Raja yang berkuasa memerintah mau menjadi seperti seorang Hamba yang melayani siapa saja. Itulah perbuatan baik yang patut kita contoh dari Tuhan Yesus Kristus.
Penerapan
Anak-anak kita mau coba ingat lagi cerita hari ini. Siapa tokoh utama dalam cerita hari ini? (Tuhan Yesus) siapakah Tuhan Yesus itu? (Dia adalah Raja), Raja yang berkuasa atas seluruh dunia, bukan hanya di gereja kita, bukan hanya di Indonesia, tapi atas seluruh dunia. Apa tugas seorang raja? (Memerintah pada abdi atau hambanya untuk melakukan segala sesuatu yang diinginkannya). Apakah Tuhan Yesus sama dengan raja-raja yang lainnya? (TIDAK!) Tuhan Yesus berbeda, karena meskipun Dia adalah Raja, Dia juga tetap mau melayani semua manusia. Tuhan Yesus mau menjadi seperti seorang hamba. Sikap Tuhan Yesus ini disebut apa? (Rendah Hati). Siapa yang mau seperti Tuhan Yesus yang rendah hati? (pamong memberikan kesempatan kepada anak untuk merespon) Apa ya yang bisa kita lakukan sebagai bentuk sikap rendah hati?
Mari kita coba! Mari saling bersalam-salaman, Selamat pagi, selamat hari minggu! (pamong mengajak anak untuk saling bersalaman.) Kira-kira apalagi ya contoh sikap rendah hati? Menerima perbedaan, mengucapkan terimakasih, memaafkan dst (bisa ditambahkan oleh pamong) Sekarang, apakah kita mau dan siap menjadi rendah hati seperti Yesus?
Aktivitas: Menemukan Kata
Persiapan sebelum permainan…
- Berikut ini adalah contoh-contoh sikap rendah hati yang bisa dilakukan oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari mereka. Cetak dan perbanyak potongan kata-kata ini sesuai dengan jumlah kelompok yang anda buat.

- Gunting dan gulunglah tulisan yang ada supaya tulisan tidak dapat dibaca.
- Tentukan wilayah masing-masing kelompok (banyaknya wilayah tergantung banyaknya kelompok).
- Sembunyikan gulungan kertas secara acak di masing-masing wilayah kelompok, supaya tidak ada potongan kertas yang hilang atau tertukar.
Permainan dimulai….
- Mintalah anak-anak untuk membentuk kelompok (banyaknya kelompok menyesuaikan jumlah anak dan jumlah wilayah yang sudah ditentukan sebelumnya oleh pamong)
- Bagikan selembar kertas folio (atau bisa menyesuaikan kondisi jemaat masing-masing) untuk menempelkan potongan kertas.
- Mintalah anak-anak untuk mengumpulkan gulungan kertas sebanyak-banyaknya sesuai dengan wilayah kelompok masing-masing.
- Tugas anak-anak adalah menyusun potongan-potongan tulisan ini menjadi tulisan yang bisa dibaca dan dimengerti artinya.
- Mintalah anak-anak untuk menempelkan hasil penemuan mereka pada kertas folio (atau bisa menyesuaikan kondisi jemaat masing-masing) yang telah dibagikan.
- Pemenang adalah mereka yang berhasil menyusun tulisan paling banyak dengan waktu yang cepat.
- Pamong bisa memberikan apresiasi kepada para pemenang (menyesuaikan kondisi jemaat masing-masing).
Ciri-ciri orang yang rendah hati seperti Yesus:
- Orang yang rendah hati adalah orang yang mau memaafkan meskipun dia tahu kesalahan temannya mungkin besar dan tidak bisa dimaafkan.
- Orang yang rendah hati adalah orang yang mau tersenyum meskipun hatinya sedang penuh dengan amarah.
- Orang yang rendah hati adalah orang yang mau memberikan salam karena dia ingin memberikan semangat bagi orang lain.
- Orang yang rendah hati adalah orang yang mau berterimakasih meskipun apa yang dia terima tidak seperti yang diharapkannya.
- Orang yang rendah hati adalah orang yang mau bersahabat dengan siapa saja meskipun dia tahu ada banyak perbedaan yang harus dia hadapi.
- Orang yang rendah hati adalah orang yang mau melayani meskipun dia tahu dia bukanlah seorang pelayan.
Catatan: Bisa dibaca bersama dengan anak-anak, baik bersama-sama atau saling bersahut-sahutan.