Hidup Ini Adalah Kesempatan Renungan Harian 16 September 2019

16 September 2019

Bacaan : Amos 7 : 1 – 6   | Pujian : KJ. 379
Nats:
“…maka menyesallah Tuhan, karena hal itu. “Itu tidak akan terjadi,” firman Tuhan” (ayat 3)

Kerajaan Israel Utara adalah kerajaan yang makmur luar biasa. Dalam bidang keagamaan, ibadah Israel Utara adalah ibadah yang semarak dengan persembahan korban tambun. Selain itu, nyanyian-nyanyian peribadatan Israel Utara sangat semarak, indah dan menarik hati. Peribadatan Israel Utara dipengaruhi gaya ibadah orang Kanaan. Ibadah orang Kanaan adalah ibadah yang berorientasi menyenangkan hati ilah yang mereka sembah. Ilah orang Kanaan adalah ilah yang suka dengan bunyi-bunyian dan musik yang indah. Oleh karena itu, apabila orang Kanaan mengalami bencana, maka gaya ibadahnyalah yang harus diperbaiki. Korban-korban harus ditambah.

Melalui Amos, Allah menegur Israel Utara. Allah sangat benci dan tidak suka dengan gaya kehidupan Israel Utara karena kemakmuran yang dialami tidak membuat rakyat semakin makmur dan bermoral, namun malah sebaliknya, amoral dan sengsara. Hal ini mengindikasikan bahwa kemakmuran hanya dirasakan oleh segelintir orang. Orang benar yang tidak suka dengan hal itu bisa jadi protes, namun malah mungkin saja dipojokkan atau dibuat salah. Kebenaran bisa dibeli dengan uang suap dan orang-orang miskin diabaikan. Hal tersebut dipertajam dengan pengalaman Amos sebagai seorang petani dan peternak. Amos tentu melihat dan mengalami kesengsaraan tersebut karena tidak meratanya kemakmuran. Nasehat Amos menjadi sangat relevan : “carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup” (5 : 14), “bencilah yang jahat dan cintailah yang baik, dan tegakkanlah keadilan di pintu gerbang, mungkin Tuhan Allah semesta alam akan mengasihani…..” (5 : 15).

Melakukan yang baik adalah sumber kehidupan bagi semuanya dan membuat Allah berbelas kasihan, bahkan mungkin menyesal. Perikop pasal 7 menunjukkan bahwa Allah menyesal, dan masih mencintai umat-Nya ini. Allah ingin umat-Nya berubah!

Hidup ini adalah kesempatan,
Hidup ini untuk melayani Tuhan
Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan b’ri,
Hidup ini hanya sementara

Begitulah bunyi sebuah lirik lagu. Karena hidup ini hanya sementara, dengarlah firman-Nya, lakukan dan berubahlah dari perilakumu yang keliru, siapa tahu Allah berubah pikiran dan menyesal. (dix)

 Pergunakan kesempatan dan hidupmu untuk memuliakan Tuhan

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak