Kasih Sepenuh Renungan Harian 10 Agustus 2019

10 August 2019

Bacaan : Matius 6 : 19 – 24  |  Pujian : KJ. 446 : 1 – 4
Nats: “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon” (ayat 24)

Elika menangis sejadi-jadinya, bahkan ruangan kamar menjadi porak poranda karena amarahnya. Sang ibu yang penasaran dengan apa yang terjadi pada Elika, perlahan masuk kedalam kamar dan bertanya pada Elika perihal apa yang sedang terjadi padanya. Bukannya menjawab, Elika malah memeluk ibunya sambil menangis tersedu-sedu. Ibu pun menenangkan Elika dalam pelukan hangatnya. Setelah beranjak tenang, Elika mulai bercerita bahwa ia baru saja menjumpai Edo yang adalah tunangannya sedang menggenggam erat tangan perempuan lain, yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri. Sang ibu memahami perasaan Elika, ia pun menemani Elika di dalam peluk dan tangis.

Siapa di antara kita yang senang jika diduakan? Setiap kita tentu berharap bahwa pasangan kita adalah pasangan yang setia dan menjadikan kita sebagai yang utama dan pertama. Demikian halnya dengan kasih kita kepada Tuhan. Kerap kali kita menduakan Tuhan dengan hal-hal lain. Sebut saja harta misalnya. Dalam ayat 21 dikatakan, ”Dimana hartamu berada, disitu hatimu berada”. Dalam menunjang kehidupan di dunia, manusia memang membutuhkan harta. Namun seringkali, hati manusia justru tertuju kepada harta yang menunjang kehidupan dan bukan kepada Sang Pemberi kehidupan itu sendiri. Harta terkadang membuat kita lupa, harta terkadang membuat merasa bisa melakukan apapun.

Dalam penghayatan bulan pembangunan GKJW, kita diingatkan untuk membangun diri di dalam kasih. Pertama-tama adalah kasih yang total kepada Tuhan. Kasih yang tidak terbagi-bagi untuk illah yang lain. Kasih yang sepenuh-penuhnya kepada Tuhan kita. Tidak menomor duakan Tuhan. Dan dengan kesadaran kasih yang sepenuh itu, kita mengabdikan diri kita sebagai Gereja sehingga dapat hadir dan menjadi berkat bagi sesama kita. Mari mencintai dan mengasihi Tuhan dengan setia dan tanpa terbagi-bagi dengan lainnya.  (ANS)

“Kasih yang total menumbuhkan kesetiaan yang mendalam”

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak