Perkataan Yang Membangun Renungan Harian 6 Agustus 2019

6 August 2019

Bacaan :  Kolose  4 : 2 – 6     |   Pujian  :  KJ. 429
Nats:
“Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu , bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.” (ay.6)

Dalam memasak sebuah masakan, terdapat beberapa hal yang menjadi menentukan kualitas sebuah masakan. Yang pertama adalah kualitas bahan makanan serta bumbu yang dipilih, selanjutnya tekhnik memasak, cara menyajikan, dll. Kedua adalah juru masak yang handal, mampu menghadirkan citarasa sebuah masakan. Juru masak yang handal, tahu bagaimana membuat masakannya terasa nikmat. Semuanya ditakar dengan pas. Ketika sebuah masakan diberi bumbu yang terlalu berlebih, maka masakan itu akan terasa aneh. Namun jika kurang bumbu, maka rasanya akan menjadi hambar, bahkan dapat menghilangkan selera makan kita.

Rupanya, bukan hanya masakan saja yang memiliki citarasa yang dapat membangkitkan semangat atau gairah, tetapi juga perkataan manusia. Perkataan yang terlalu “pedas” dan diucapkan tidak pada tempatnya dapat membuat “merah telinga” siapapun yang mendengarnya. Maka jangan heran apabila perkataan yang tidak membangun, bahkan yang penuh sumpah serapah, akan dapat membangkitkan amarah. Sebaliknya, kata-kata positif, yang penuh kasih dan bermakna, bisa memberi dampak yang baik bagi pendengarnya. Hati terasa nyaman dan teduh, amarahpun bisa mereda.

Pesan Paulus kepada jemaat Kolose ini bermaksud untuk membentuk kualitas hidup Jemaat Kolose melalui tutur kata. Menurut Paulus, kualitas seseorang dapat dilihat dari caranya berbicara serta muatan yang ada dalam perkataannya. Muatan yang tidak berkualitas dalam sebuah perkataan akan menjadi seperti makanan yang hambar, yang hanya membuat orang lain tak mau mengecapnya atau merasakannya.

Dalam bersaksi tentang karya Kristus, sebagaimana halnya Jemaat di Kolose, maka perkataan kita haruslah berdasarkan hikmat dan kasih. Siapa saja yang mendengarkannya akan dapat merasakan sentuhan kasih Allah. Perkataan kita yang dilandasi kasih akan membawa kepada keselamatan Ilahi. Bahkan lebih dari itu, perkataan-perkataan tersebut dapat membangun kehidupan seseorang dalam hidupnya sehari-hari. Marilah kita memperkatakan perkataan yang membangun. Perkataan yang menguatkan dan menyejukkan di hati. [DK]

“Perkataan yang lembut, menetes seperti embun yang sejuk.”

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak