Bacaan : Yeremia 3 : 14 – 18 | Pujian : KJ 365b : 1, 2, 5
Nats : “Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah Firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu!…. ” (ayat 14)
Apa gunanya barang bekas? Sebagian orang hanya akan menumpuknya di gudang, sebagian lagi menunggu datangnya tukang lowak barang bekas. Bagi banyak orang barang bekas hanya akan menjadi sampah. Tak guna, tak berfaedah. Namun, tidak demikian di tangan para seniman. Barang bekas adalah pundi-pundi kreatifitas. Dan harganya bisa selangit dibanding saat barang itu masih bisa berfungsi dengan baik.
Apalagi yang diharapkan dari orang berdosa? Tak ada lagi yang bisa diharapkan. Hidup penuh dengan cemar, meninggalkan Tuhan, tak patuh dengan sabda dan kehendakNya, hidup sekehendak hatinya. Bagaikan baju dengan kotoran membandel serta sobek disana-sini. Begitulah gambaran perjalanan kehidupan Bangsa Israel. Tidak ada lagi yang bisa diharapkan dari bangsa yang memuja dewa kesia-siaan dan berpaling dari Tuhan, serta menukar Allah dengan kemuliaan dunia (Yeremia 2).
Tunggu dulu! Mereka sungguh masihlah sangat berharga bagi Tuhan. Sehingga seruanNya lewat Yeremia mengatakan, “Kembalilah!”, yang mengajak bangsa ini berbalik kembali kepada Tuhan. Tuhan sanggup menata kembali yang compang-camping, yang akan hangus di perapian menjadi habis tak bersisa. Syaratnya, asal manusia mau kembali dan siap dibentuk oleh Tuhan. Tuhan mau dan sanggup melakukannya.
Pertanyaan mendasarnya adalah maukah manusia kembali kepada Tuhan? Siapkah manusia dibentuk seturut dengan kehendak Tuhan? Karena persoalan “kembali” itu bukan perkara sederhana. Dibutuhkan kesadaran bahwa kita harus kembali kepada Tuhan. Dibutuhkan keberanian untuk mengakui dan meninggalkan kesalahan dan dosa. Dibutuhkan kebulatan tekad menjadi pribadi baru, meninggalkan cara hidup lama. Tuhan menyambut dan menolong kita untuk menata kembali hidup kita yang sungguh bernilai dihadapanNya. [PKS]
Bagaikan bejana siap dibentuk, demikian hidupku di tangan-Mu