Bacaan : Galatia 5 : 16 – 26 | Pujian : KJ 309
Nats : “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.”[ayat 24]
“Hidup tanpa cinta layaknya sebuah pohon yang tidak berbuah.” Demikianlah kata Kata Khalil Gibran dalam salah satu quote tentang kehidupan yang dia utarakan. Memang benar jika kita memiliki cinta yang besar kepada siapa saja dalam kehidupan kita, tentu hidup akan menjadi lebih berwarna sebab dipenuhi oleh cinta. Namun yang menjadi pertanyaan: Cinta kepada siapa yang akan kita utamakan? Cinta kepada manusia (diri sendiri dan sesama) atau cinta kepada Allah? Mana pula yang hendak kita dahulukan, keinginan daging atau keinginan Roh?
Surat Paulus kepada jemaat Galatia yang kita renungkan hari ini ditulis oleh Paulus karena Paulus mendengar bahwa jemaat di Galatia banyak yang terpengaruh oleh ajaran sesat. Sehingga banyak di antara mereka lebih memilih menuruti keinginan daging dibanding hidup dalam tuntunan Roh Kudus. Oleh sebab itu dalam nasehatnya Paulus memaparkan contohcontoh konkret dari wujud hidup karena nafsu daging serta gambaran jika mereka hidup di dalam bimbingan Roh Kudus. Sebab orang–orang yang menjadi milik Kristus harus mematikan tabiat manusianya. Pada akhirnya Paulus sebenarnya ingin supaya kehidupan jemaat di Galatia menghasilkan buah kehidupan yang baik dan berkenan di hadapan Allah. Nasehat Paulus ini tentu masih relevan hingga saat ini utamanya dalam kita menjalani kehidupan beriman di dalam Tuhan. Jangan sampai kita lebih mencintai keinginan-keinginan daging kita. Sebab hanya hidup yang dipimpin oleh Roh Tuhan saja yang akan menghasilkan buah kehidupan yang baik dan yang berkenan kepada Allah. Banyak hal yang dapat membuat kita lebih ingin menuruti keinginan daging. Untuk itu jangan ragu untuk hidup seturut kehendak Allah. Karena dengan begitu buah dari kehidupan kita pun akan menjadi berkat bagi sesama. [ASN]
“Buah keheningan adalah doa, buah doa adalah im an. Buah iman adalah cinta, buah cinta adalah pelayanan. Buah pelayanan adalah damai” (Bunda Theresa)