Janji Induk Rusa Renungan Harian 30 Mei 2019

30 May 2019

Bacaan : Lukas 24 : 44 – 53 | Pujian : KJ 415
Nats : “Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku”[ayat 49]

Alkisah, hiduplah induk rusa bersama dengan dua anak yang baru saja dilahirkannya. Pada suatu hari, pagi-pagi benar induk rusa itu keluar dari sarang untuk mencari makan. Sang induk berencana untuk mengajarkan anak-anaknya mencari makan sendiri segera ia kembali nanti, namun malang tak dapat ditolak, tiba-tiba ia terjerat jebakan pemburu dan tak mampu melepaskan diri. Setelah lelah meronta, akhirnya sang induk rusa duduk menunggu pemburunya datang. Setelah pemburu datang, sang induk memohon sembari menangis agar diijinkan untuk pulang dulu menemui anak-anaknya, ia ingin menyusui mereka untuk terakhir kalinya dan mengajarkan pada mereka cara untuk bertahan hidup. Induk rusa itu berjanji, ia akan kembali lagi setelah satu minggu. Pemburu setuju dan membiarkan induk rusa pergi. Tepat seminggu kemudian, ternyata induk rusa benar-benar kembali. Pemburu melihat anak-anak rusa bersembunyi di balik semak dan tersentuh melihat teguhnya sang induk memegang janjinya. Akhirnya, pemburu membebaskan induk rusa yang tepat janji itu.

Fabel di atas menunjukkan pentingnya menepati janji, bahkan jika nyawa sekalipun taruhannya. Janji memang harus ditepati, karena itu Tuhan Yesus juga berusaha untuk menepati dan menggenapi janji yang telah disampaikan Bapa-Nya, yaitu kekuasaan dari tempat tinggi (ay.49). Dalam kerangka penepatan janji inilah, Tuhan Yesus menjalani derita, kematian dan kebangkitan. Sungguh bukan jalan mudah untuk menepati sebuah janji. Bacaan kita memuat narasi jelang Tuhan Yesus naik ke surga, Ia menggunakan kesempatan terakhir berjumpa dengan para murid-Nya dengan memberikan jaminan bahwa janji Bapa-Nya akan segera ditepati.

Janji itulah yang juga telah kita terima, dan janji itu telah ditepati. Kini, tinggal kita yang berefleksi, sudahkah kita merespon janji Bapa itu? Bulan kesaksian dan pelayanan akan segera kita sambut, mari gunakan kesempatan ini untuk merespon janji-Nya bagi kita, dengan terus menjadi saksi Tuhan untuk melayani dunia. [Rhe]

“TUHAN tak pernah janji langit selalu biru Tetapi DIA berjanji selalu menyertai. TUHAN tak pernah janji jalan selalu rata, Tetapi DIA berjanji berikan kekuatan” (Edward Chen)

Renungan Harian

Renungan Harian Anak