Bacaan : Yehezkiel 20 : 39 – 44 | Pujian : KJ 64 : 1, 2
Nats : “Di sana kamu akan teringat-ingat kepada segala tingkah lakumu, dengan mana kamu menajiskan dirimu, dan kamu akan merasa mual melihat dirimu sendiri karena segala kejahatan-kejahatan yang kamu lakukan” [ayat 43]
Seorang ibu yang akan keluar rumah, ia melihat ke sebuah cermin. Tampak dengan seksama ia sedang memperhatikan dirinya. Dilihatnya penampilannya mulai dari kepala sampai kaki, terlebih wajah dan riasan di wajahnya. Setelah ia merasa semua baik, ia pergi meninggalkan rumah. Gambaran ibu ini juga menjadi gambaran diri kita. sebelum kita menilai orang lain, alangkah baiknya jika kita instropeksi diri. Apakah kita sudah menjadi orang yang baik dan benar? Apakah hidup kita sudah sesuai dengan norma dan etika yang berlalu di masyarakat?
Bangsa Israel semestinya, hidup benar dan berkenan kepada Allah. Nyatanya bangsa Israel seringkali melanggar ketetapan dan perintah Allah. Mereka tidak lagi menjadi bangsa yang takut dan setia kepada Allah, melainkan menjadi bangsa pemberontak, bangsa yang lebih percaya kepada dewa-dewa dan berhala daripada Allah. Hidup mereka telah menyimpang jauh dari Firman Allah. Oleh sebab itu nabi Yehezkiel diutus untuk menubuatkan hukuman bagi Israel atas ketidaksetiaan mereka. Namun demikian Allah tetap menyayangi dan mengasihi umatNya. Allah berbelaskasih dan berkenan memberikan pengampunan sekiranya mereka bertobat. Sebagaimana nats kita, bangsa Israel diingatkan akan tingkah laku mereka yang jahat dimata Tuhan. Israel diingatkan kembali akan kenajisankenajisan mereka dihadapan Tuhan.
Tuhan Allah menghendaki kita hidup benar dan kudus. Namun seringkali kita belum 100% mampu untuk hidup benar dan kudus. Oleh karena itu dalam setiap kebaktian Minggu kita selalu diingatkan akan dosa, kejahatan dan kenajisan kita dihadapan Tuhan. Sekiranya kita menyesali dosa-dosa kita, Tuhan Allah berkenan mengampuni dan memberikan anugerah keselamatan. Demikian melalui FirmanNya kita diingatkan untuk berlaku baik dan benar dalam keseharian kita. Memang tidak sempurna namun Tuhan menghendaki kita terus berusaha dengan menjaga hati dan hidup kita berkenan kepada-Nya. Mari kita mengingat kasih dan karunia Tuhan atas hidup kita dan terus berlaku baik dan benar dalam hidup.[AR]
“Kebaikan yang kita lakukan adalah wujud syukur atas hidup dan keselamatan yang Tuhan berikan pada kita”