Keberanian Menuturkan Renungan Harian 24 April 2019

24 April 2019

Bacaan : Lukas 24 : 1 – 12 | Pujian : KJ 427 : 1, 2
Nats : “Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit.” [ayat 6a]

Paskah menyisakan cerita sendiri bagi Maria Magdala, Yohana, dan Maria ibu Yakobus yang paling sering dibuat drama saat perayaan Paskah. Cerita yang umum adalah bertemu Malaikat, takut namun kemudian pergi menemui para murid Tuhan Yesus yang lakilaki dan jauh dari kuburan Tuhan. Ada satu hal yang menarik yaitu apa yang membuat mereka berani kemudian mengabarkan apa yang dilihat dan dirasakannya saat Tuhan Yesus sudah tidak ada di kubur. Tak lain adalah ucapan Malaikat yang menyebutkan sebuah pernyataan singkat di ayat nats kita. Ia telah bangkit….dan tidak ada disini. Ungkapan inilah yang menyadarkan kembali ketiga perempuan di kubur itu mengingat perkataan Tuhan Yesus dulu saat bersama di dunia.

Pada saat yang sama mereka terberanikan oleh pesan Tuhan yang ternyata terbukti. Iman menjadi kuat bahwa benar Tuhan tidak mati, tetapi bangkit. Meskipun tidak nyata-nyata melihat bukti, mereka pun pergi ke para sahabat Tuhan Yesus untuk menceritakan hal ini. Pastinya para perempuan ini tidak akan mau bercerita apa apa kalau tidak ada sesuatu yang luar biasa. Meskipun cerita itu diterima dengan ketidakpercayaan para murid Tuhan, tetap saja karena cerita ini Petrus dan yang lainnya mendapatkan penguatan juga. Respon Petrus yang lari ke kubur dan kita tahu apa kelanjutannya menjelaskan hal itu. Namun karena keberanian perempuan inilah kita semua dicerahkan berita sukacita bahwa Tuhan Yesus sudah bangkit. Berita yang ditolak pada mulanya oleh orang terdekatNya ini menjadi viral sampai kini pun tetap ada yang menolak. Warta kebangkitanNya tak tergantung penolakan atau penerimaan kita. Semuanya memahami bahwa warta inilah yang membangkitkan penyaksi pertama, para perempuan, yang takut jadi berani, yang lemah jadi kuat, yang diam jadi bersyiar. Sungguh Paskahlah yang membuat kita juga demikian. Selamat menjadi berani menyuarakan kebenaran sebagaimana hati nurani kita juga telah melihatnya. Amin. [LUV]

“Dalam hidup kita, cuma satu yang kita punya, yaitu keberanian, kalau tidak punya itu, lantas apa harga hidup kita ini” (Pramudya Ananta Toer)

Renungan Harian

Renungan Harian Anak