Bacaan : 1 Korintus 5 : 6 – 8 | Pujian : KJ 2 : 1, 3
Nats : “Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.” [ayat 8]
Pernahkah saudara membayangkan bagaimana proses pembuatan biji emas hingga menjadi emas batangan murni dengan kadar 99,9%? Biji emas yang didapat di tambang biasanya masih tercampur dengan logam lain dan kadarnya tidak murni. Untuk membuat emas batangan yang murni, emas harus melalui serangkaian proses tempa yang rumit sekaligus mengagumkan. Dimulai dari mengumpulkan bahan baku untuk membuat emas batangan, melalui proses pencucian dalam larutan kimia, proses pencairan dengan dibakar dengan suhu 1.400 derajat celcius, setelah itu dicetak pada cetakan khusus. Itu mengapa harga emas murni sangat mahal.
Rasul Paulus memberi dua nasehat kepada Jemaat Korintus : Pertama, untuk membuang ragi yang lama, yaitu kehidupan yang cemar, percabulan, dan kejahatan. Paulus mengingatkan agar jemaat Korintus tidak bergaul dengan orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk, penipu. Tujuannya agar jemaat Korintus tidak tercemari oleh perbuatanperbuatan dosa yang banyak dilakukan saat itu. Kedua, hendaknya jemaat hidup seperti roti yang tidak beragi, yaitu hidup dalam kemurnian dan kebenaran. Hidup yang dipimpin dan diterangi oleh Roh Allah. Hidup yang senantiasa dilandasi oleh kasih dan kekudusan di dalam Tuhan.
Dua nasehat Paulus ini menjadi pegangan bagi kita untuk kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak mudah memang, namun jika kita melakukannya dengan penuh keyakinan pasti Tuhan akan memampukan kita menjadi pribadi yang murni dan benar dihadapanNya. Terhadap pencobaan dan godaan yang dapat menyebabkan kita jatuh dalam dosa, kita selalu waspada, dengan selalu menjaga diri dari ucapan, sikap dan perbuatan yang jahat, kita ganti dengan berlaku kudus dan benar. Seperti emas murni, kita mau berproses dalam hidup. Kita mau tinggalkan segala kejahatan, kecemaran dan dosa. Kita melangkah memperbaharui hidup bersama Tuhan dengan menjaga hati selalu murni dan hidup benar dihadapanNya. [AR]
Jagalah hati dan hidupmu, tetaplah hidup dalam kemurnian dan kebenaran!