Ketika Hidup Tampak Tidak Adil Renungan Harian 10 April 2019

10 April 2019

Bacaan : Habakuk 3 : 2 – 15 | Pujian : KJ 46
Nats : ”Engkau berjalan maju untuk menyelamatkan umat-Mu, untuk menyelamatkan orang yang Kau urapi. Engkau meremukkan bagian atas rumah orang-orang fasik dan Kau buka dasarnya sampai batu yang penghabisan” [ayat 13]

Tidak pernah terbersit sekalipun dalam pikiran kakek Busrin (58), seorang kuli pasir di Probolinggo, bahwa tindakannya menebang 3 pohon mangrove yang akan dibuat kayu bakar untuk memasak harus membuatnya berhadapan dengan hukum dan mendapatkan ganjaran 2 tahun penjara serta denda Rp 2 miliar subsider 1 bulan kurungan. Ini adalah salah satu potret buram penegakan hukum yang timpang di Tanah Air. Dimana ketika hukum berhadapan dengan orang yang memiliki kekuasaan, baik kekuasaan politik maupun uang, maka ia menjadi tumpul. Tetapi ketika berhadapan dengan orang yang tidak mempunyai kekuasaan, hukum bisa sangat tajam. Sehingga banyak orang yang menyindir bahwa hukum tidak lagi berpihak kepada “siapa yang benar” melainkan kepada “siapa yang bayar”. Nabi Habakuk bergumul dengan masalah yang sulit untuk dipecahkan. Apabila Tuhan itu baik mengapa ada kejahatan di dunia?

Dan bila memang ada orang jahat mengapa mereka harus makmur? Apa yang sedang Tuhan kerjakan? Nabi Habakuk yang mengawali kitabnya dengan kekuatiran akan dunia di sekitarnya dan Tuhan yang sepertinya tidak peduli sehingga kemudian ia meragukan keadilan Tuhan. Namun setelah melihat karya Tuhan Allah yang telah dilakukan di dalam sejarah manusia, bagaimana Tuhan bertindak menyelamatkan umat-Nya dari penindasan dan ketidakadilan bangsa-bangsa lain, pada akhirnya ia mampu memuji Tuhan dan sampai pada pernyataan imannya bahwa Tuhan pasti akan datang menyatakan keadilan-Nya.

Untuk kita yang saat ini mungkin merasa bahwa hidup sungguh berlaku tidak adil kepada kita, maka pesan dari Nabi Habakuk ini sangat menguatkan. Bahwa dalam situasi sesulit apapun, kiranya kita terus percaya pada pemeliharaan dan kuasaNya. Sehingga kita tetap bisa menikmati dan menjalani hidup dengan penuh syukur dan hati yang takut akan Tuhan karena seberapapun jaya kehidupan orang yang berbuat jahat, kebahagiaan dan keselamatan dari Tuhan Allah akan dianugerahkan kepada mereka yang diurapi-Nya! [RS]

“Jangan gentar karena situasi yang meresahkan di sekitar kita, tetapi takjublah karena Dia selalu hadir dan berkarya dalam peristiwa segelap apa pun”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak