Bacaan : Daniel 12 : 1 – 4 | Nyanyian : KJ 440
Nats : “Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala“[ayat 3a]
Selama pelaksanaan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang kemarin, kita melihat betapa ekspresi kebahagiaan yang ditunjukkan para pemenang pertandingan. Ada yang berteriak, ada yang berlari melompat kegirangan dan ada juga yang melakukan sujud syukur. Mereka berhasil melewati tantangan dan mengalahkan kesulitan hingga beroleh kebahagiaan atas kemenangan yang diperolehnya.
Sebenarnya, setiap saat kita mengalami pertandingan dalam kehidupan. Aneka tantangan selalu hadir. Kita tidak bisa menghindarinya, namun harus menghadapinya dan menyelesaikannya. Ada tantangan yang mudah kita atasi, tetapi ada juga tantangan yang berat dan membutuhkan waktu, energi yang besar untuk mengurainya.
Kita semua sepakat bahwa tantangan selalu ada setiap saat. Saat ini kita diajak belajar dari Daniel yang memberi teladan dalam kebijaksanannya. Sudah begitu banyak tantangan yang dihadapi oleh Daniel dalam kehidupannya, tetapi tak ada satupun tantangan yang membuat dia jauh dari Tuhan. Justru setiap tantangan yang dihadapi membuatnya makin dekat dengan Tuhan dan menjadikannya makin bijaksana walaupun dia masih muda. Daniel adalah contoh bagaimana hidup bersama tantangan kehidupan dan memenangkannya. Ia menang bukan karena kehebatannya, namun karena ia bijaksana mengatasi tantangan dengan melibatkan Tuhan yang memilki kekuasaan lebih besar.
Jika kita berjalan bersama Tuhan setiap hari, bukan berarti kita bebas dari tantangan kehidupan. Tantangan akan tetap ada, tetapi kita akan beroleh kekuatan untuk mengatasi tantangan itu dan menjadi pemenang. Kita akan lebih santai dan damai dalam menjalani kehidupan. Tak ada lagi rasa takut atau kuatir. Kita akan menjadi lebih bijaksana dalam menghadapai setiap ujian kehidupan. Itu membuat kita bercahaya dihadapan orang lain. Kita menjadi pribadi yang berbeda karena kekuatan Tuhan beserta kita. [Oka]
“Berjalan bersama Tuhan, membuat hidup lebih sederhana dan bebas dari ketakutan”