Bacaan : Yeremia 36 : 27 – 32 | Pujian : KJ 462 : 1 – 4
Nats : “Ambil pulalah gulungan lain, [ayat 28a] … & “Maka Yeremia mengambil gulungan lain,“[ayat 32a]
Bahkan yang terbaik diantara kita, tidak dapat membangun Roma dalam sehari. Dibutuhkan banyak langkah nyata untuk mencapai suatu yang hebat.
Yoyakim, raja Yehuda, tidak menyukai kabar nubuat dari Yeremia, maka gulungan yang bertuliskan tentang nubuatan tersebut dibakarnya. Yoyakim tidak menyukai karena yang ada dalam tulisan itu adalah kabar tentang pemusnahan negerinya. “ Mengapakah engkau menulis di dalamnya, bahwa raja Babel pasti akan datang untuk memusnahkan negeri ini dan untukmelenyapkandaridalamnya manusiadanhewan?”
“Ambil pulalah gulungan lain,”(ayat 28a). Allah memberikan perintah agar Yeremia memulai dari awal menuliskan lagi apa yang telah dimusnahkan dengan dibakar oleh Yoyakim, dan Yeremia mematuhiNya. “Maka Yeremia mengambilgulunganlain…”, (ayat 32a)
Mengambil gulungan lain adalah pilihan untuk membangun, sudah siapkah kita? Sebagaimana Yeremia, kita juga boleh mengoperasionalkannya dalam hidup ini. Gulungan baru demi gulungan baru, lembar-lembar baru bagaikan ornamen yang memaknai hidup ini menjadi berkualitas.
Mengulangi hal yang sama pada waktu yang berbeda, bagaikan mendulang emas. Sukses tak akan lari dari ketekunan. Jangan lupa bahwa maestro selalu merangkak dari rahim kegagalan, menguak berbagai ketekunan pada lembar baru, pada gulungan baru dari kitab hidupnya. Amin [e]
“Jangan menilai saya dari kesuksesan, tetapi nilai saya dari seberapa sering saya jatuh dan berhasil bangkit kembali.” (Nelson Mandela)