Bacaan : Lukas 2 : 8 – 20 | Pujian : KJ 127
Nats: “…lalu mereka cepat-cepat berangkat..” [ayat 16]
Pada Hari Natal ini, tentu kita ingat peristiwa perjumpaan antara malaikat dengan para gembala. Saat itu, malaikat mengatakan “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi diantara manusia yang berkenan kepadaNya”. Jika kalimat itu sekarang anda ucapkan, bagaimanakah ekspresi wajah anda ketika mengucapkan kalimat tersebut? Bagaimanakah kira-kira reaksi mereka yang mendengarkan ucapan anda? Seandainya bahagia apakah kebahagiaan anda dan orang yang menerima ucapan anda benar-benar datang dari hati? Kita tidak tahu! Apalagi jika kalimat tersebut kita kirimkan sebagai ucapan natal melalui Whatsapp.
Melalui teknologi orang bisa mengirimkan emoticon senyum atau tertawa tanpa kita ketahui apakah orang tersebut benar-benar bahagia. Mungkin saja dalam natal ini, orang berkirim gambar gembira namun sesungguhnya hati sedang bersedih. Memanglah, seringkali antara kenyataan dengan yang ditampakkan berbeda.
Kelompok marginal dan terpinggirkan, termasuk para gembala di zaman Yesus tidak bisa merasakan kebahagiaan yang ditawarkan Pax Romana (kedamaian dibawah naungan kekuasaan Romawi). Oleh karena itu, kita bisa memahami mengapa para gembala bergegas dan cepat berangkat ketika menerima kabar gembira dari malaikat tentang lahirnya Juru Selamat. Tampaklah ekspresi keyakinan dan keinginan diri untuk bisa segera merasakan kedamaian Ilahi yang ditawarkan.
Dalam peristiwa Natal ini, yang ideal adalah kedamaian yang benar-benar dirasakan, diekspresikan dan diwujudkan secara nyata. Sebab sesungguhnya masih banyak orang, keadaan dan situasi yang memerlukan ucapan dan tindakan dengan semangat damai. Apakah kita sudah menanggapinya dengan serius?
Semoga kita bisa menunjukkan tekad dan upaya mencari sekaligus membagikan damai yang sungguh-sungguh dalam natal ini. Mari melatih diri menumbuhkan keyakinan bahwa kedamaian yang dicari akan benar-benar terwujud melalui kelahiran Yesus. Dengan merasakan kehadiran Yesus Kristus yang memberikan damai sejati, kita mampu membagikan kebahagiaan. Mulailah dengan melakukan perjumpaan secara langsung dengan sesama dan berbincang akrab tentang perdamaian, ketenangan dan kesukacitaan. Selamat Damai. [WdK]
“Bergegaslah Merasakan Damai Sebab Allah Juga Bergegas Menyelamatkan”