Bersiap Renungan Harian 9 Desember 2018

9 December 2018

Bacaan :  Lukas 3 : 1 – 6  |  Pujian: KJ 79 : 1, 2
Nats: “..dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.” [ayat ]

Apa yang paling menggelisahkan manusia? Hal yang paling menggelisahkan manusia adalah sebuah ketidakpastian. Oleh karena itu banyak manusia sangat ingin mengetahui sebuah rahasia atau masa depan.  Pendeknya, semua hal yang masih belum pasti menjadi hal yang ingin ditakhlukkan oleh manusia. Mengapa? Karena hal yang belum pasti menimbulkan perasaan tidak aman. Ketidakpastian itu menggelisahkan, sedang kepastian menentramkan.

Dalam kenyataan kehidupan manusia, tidak semua hal berisi kepastian. Banyak hal yang tetap tinggal sebagai misteri bagi manusia. Namun untuk hal-hal tertentu sebenarnya manusia bisa memprediksikan apa yang akan terjadi sehingga bisa mengantisipasinya dengan melakukan berbagai macam persiapan. Meskipun demikian, belum tentu persiapan-persiapan yang dilakukan bisa memberi jawaban pasti bahwa semua akan seperti yang diinginkan.

Situasi bangsa Israel tidak baik. Mereka ada dalam penjajahan.  Masa depan tidak menentu. Mereka gelisah dan hidup dalam ketidakpastian. Sampai kapan mereka akan hidup dibawah tekanan penjajah? Kapan Sang Penyelamat itu datang? Demikian perasaan yang digumuli secara kolektif. Pengharapan akan hadirnya Sang Penyelamat itu memunculkan banyak tokoh di masyarakat. Ada yang mendeklarasikan dirinya sendiri sebagai Sang Penyelamat, ada pula yang dinobatkan oleh khalayak sebagai Penyelamat.

Tuhan berkenan menolong umat. Akan datang bagi mereka dan bagi umat manusia seorang Penyelamat. Memang bukan penyelamat politik yang akan menjadi panglima perang melawan kekuasaan Roma, tetapi seorang penyelamat rohani. KedatanganNya telah dipersiapkan Tuhan melalui Yohanes Pembaptis. Seperti nubuatan nabi Yesaya: “ semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan”.

Penantian kehadiran Sang Penyelamat itu sekarang kita peringati dalam Adven. Namun penantian kita saat ini tidak hanya bernuansa peringatan akan sebuah peristiwa di masa lalu, tetapi juga bermakna masa depan. Kita memperingati penantian akan kelahiranNya dan  menantikan kedatangan Sang Penyelamat, Yesus Kristus itu, untuk yang kedua kalinya. Mari kita hayati penantian ini, mari bersiaplah! [dn]

“Tak ada persiapan terlalu pagi.“ – Pramoedya Ananta Toer

Renungan Harian

Renungan Harian Anak