Bacaan : Yohanes 18 : 33 – 37 | Pujian : KJ 436
Nats: “…maka kembalilah Pilatus ke dalam gedung pengadilan, lalu memanggil Yesus…” [ayat 33]
Dalam buku berjudul De Legatione ad Gaium 301, sejarawan bernama Filo mencatat Pilatus sebagai sosok yang bertabiat kasar dan keras kepala, pendendam dan pemarah. Ia melakukan suap, pembunuhan keji tanpa pengadilan, kurang ajar, pendengi dan menyakitkan hati sehingga orang Yahudi mengutukinya. Bagaimana jika anda bertemu dengan Pontius Pilatus, nama yang kita sebut setiap minggu dalam Pengakuan Iman Rasuli itu? Mungkin anda akan menyampaikan kritikan, teguran dan ungkapan kemarahan. Mungkinkah di sekitar kita ada orang dengan penggambaran seperti Pilatus?
Mochtar Lubis dalam buku berjudul Manusia Indonesia, mencatat enam Ciri Manusia Indonesia yaitu : (1) Munafik atau hipokrit, yang diantaranya menampilkan dan menyuburkan sikap ABS, asal bapak senang. (2) Enggan dan segan bertanggung jawab atas perbuatannya. (3) Bersikap dan berperilaku feodal. (4) Percaya takhayul. (5) Artistik, yaitu berbakat seni. (6) Lemah watak atau karakternya. Beberapa ciri tersebut mirip dengan watak Pontius Pilatus, bukan? Jika kita bertemu orang-orang dengan watak demikian, beranikah kita mengkritiknya seperti saat kita menilai Pilatus? Beranikah kita menegurnya ? Atau jangan-jangan kita juga berperilaku demikian?
Pilatus memang sudah menjadi catatan sejarah lampau, baik dalam hal sebagai wali negeri Yudea maupun sosok yang ada dalam perjalanan kehidupan Yesus. Namun demikian sifat dan tabiatnya masih sering dilakukan oleh umum bahkan hingga sekarang. Budaya (habit) sikap seperti Pilatus banyak kita jumpai, bahkan kita lakukan. Apakah kita sudah mengemban posisi, jabatan, kedudukan apapun dalam keluarga, bergereja, bermasyarakat dengan penuh tanggung jawab?
Di bulan Nopember ini kita memasuki Bulan Budaya dengan tema “membudayakan Perilaku yang benar dan baik”, maka inilah pengingat bagi kita. Janganlah menjadi Pilatus dan jangan mengharap bertemu dengan orang berwatak Pilatus. Marilah berproses menjadi sosok yang dikenang karena nilai positif dari kehidupan kita. [WdK]
“Menjadi Manusia Indonesia Yang Berbudaya Baik Dan Benar”