Kapok Lombok Renungan Harian 19 November 2018

19 November 2018

Bacaan : Ibrani 10 : 26 – 31  |  Pujian: KJ 395
Nats: “Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.”[ayat 26 – 27]

Kepedasan setelah makan lombok atau cabai akan memunculkan reaksi, antara lain : mata memerah, hidung berair, mulut terasa panas terbakar dan perut menjadi mulas. Tetapi hebatnya adalah meskipun habis kepedasan dan bilang kapok atau jera tidak akan makan pedas lagi, tetapi besoknya kita masih mencari lombok atau cabai ketika mau makan. Rupanya ada sensasi dan nikmat tersendiri dibalik pedasnya lombok atau cabai tersebut.

“Kapok” bisa diartikan jera dan tidak ingin mengulangi perbuatannya lagi. Pengertian “kapok lombok” adalah jera tetapi tidak benar-benar jera, karena awalnya saja jera tetapi nanti akan melakukan lagi hal yang sama. Perasaan kapok lombok ini ternyata tidak hanya berlaku untuk makan pedas-pedasan saja, tapi juga ketika kita sebagai orang percaya yang sudah sering mendengarkan firman Tuhan dan mengerti kebenarannya tetapi masih sering melanggarnya. Bukankah itu artinya kita sengaja berbuat dosa dan pantas disebut sebagai orang durhaka ? Kalau seperti itu, dikatakan bahwa tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat.

Kristus telah mengalami kematian yang mengerikan karena dosa kita. Dia yang menggantikan kita, orang durhaka, dari api penghakiman yang menghanguskan. Di luar Kristus tidak ada lagi yang menjadi korban penghapus dosa. Apa tanggung jawab kita sebagai orang yang telah ditebus dan dihapuskan dosanya? Apakah tetap mengulangi dan melakukan dosa walaupun telah mendengarkan firman Tuhan berkali-kali ? [retno]

“Hargai karya penebusan-Nya dengan hidup taat sesuai firman-Nya!”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak