Bacaan : Markus 12 : 38 – 44 | Pujian: KJ 364 : 1
Dalam masyarakat Yahudi, Ahli Taurat adalah kedudukan yang sangat dihormati. Mereka adalah rohaniwan atau ulama pada jaman ini yakni orang-orang yang ahli dalam bidang keagamaan.
Yang menjadi persoalan bagi Tuhan Yesus bukanlah kepakaran mereka di bidang Taurat. Namun Yesus menyoroti dan mengecam perilaku mereka yang memanfaatkan status dan kedudukan sebagai sarana pemenuhan hasrat yang bagi Yesus tidak benar. Mencari hormat dengan balutan jubah jabatan, menindas kaum lemah seperti para janda dan menampilkan kemunafikan untuk menipu para umat yang ada di sekitar mereka.
Hal kontras disampaikan oleh Yesus tentang perilaku umat percaya yang seharusnya dilakukan, yaitu dengan mencontohkan sosok janda miskin yang mempersembahkan seluruh upahnya demi kemuliaan nama Tuhan. Ini tentang kepasrahan (mempercayakan diri) kepada Tuhan sang pemberi hidup, bukan soal yang lain. Bagi janda miskin itu pemenuhan kebutuhan duniawi bukan menjadi hal utama, namun kemuliaan nama Tuhan yang harus didahulukan dengan cara menggunakan seluruh hasil jerih lelahnya dan seluruh talenta yang dimilikinya. Soal hidup bukanlah dirinya yang menata dan bukan dirinya yang mengatur, tetapi Tuhan.
Memang pada dasarnya kita ini miskin tidak memiliki apa – apa. Berkat yang kita nikmati saat ini kedudukan dan posisi yang kita miliki semua adalah berasal dari-Nya. Jadi sudah sepatutnya kita berperilaku baik dan benar di mata Tuhan dengan berlaku adil dan penuh ucapan syukur serta penuh kasih kepada sesama. Dan yang terpenting mari mempercayakan hidup kita kepada-Nya dengan sepenuh hati, sebab Dialah sang pemberi hidup baik sekarang di bumi maupun di sorga nanti. Amin [GaSa]
“Aku Milikmu”