Pengorbanan Hidup Renungan Harian 1 November 2018

1 November 2018

Bacaan : Ibrani 9 : 1 – 12  |  Pujian : KJ 178 : 1, 2
Nats: “… dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darahNya sendiri.”[ayat 12]

Setiap orang tua pasti bekerja keras demi mencukupi kebutuhan anak-anaknya termasuk biaya pendidikan. Bukan sekedar itu, jika di sekolah anak-anaknya berbuat nakal, orang tua akan diperingatkan agar mendidik anak mereka dengan baik. Bisa jadi ada orang tua yang merasa malu, marah, kecewa pada anak mereka. Namun toh mereka tetap mengasihi dan menyayangi mereka.

Allah mempunyai cara untuk menggambarkan kasihNya pada manusia. Sejak manusia jatuh dalam dosa, hubungan Allah dan manusia menjadi putus. Bahkan untuk menghadap Allah, para imam harus membawa korban yang dipersembahkan kepada Allah sebagai korban penghapusan dosa. Hanya seorang imam besar saja yang diperkenankan masuk ke ruang maha kudus setahun sekali. Namun oleh karena kasih-Nya pada manusia, Allah dalam Yesus Kristus telah mengorbankan hidup-Nya, mati dan bangkit demi mengampuni dosa-dosa manusia. Ia telah menjadi imam besar sekaligus korban penebusan dosa yang menyelamatkan orang  percaya.

Sebagaimana orang tua yang berkorban bagi anak-anaknya, Allah dalam Yesus Kristus telah mengorbankan hidupNya sebagai tanda cinta kasih yang besar pada manusia. Sebagai pengikut Yesus, kita perlu memiliki semangat berkorban yang dilandasi oleh cinta kasih. Sejenak kita renungkan, seberapa waktu yang kita gunakan untuk berdoa, bersekutu, dan menyembah Tuhan? Berapa materi yang kita persembahkan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan?  Tuhan Allah tidak menuntut banyak hal pada kita, yang Tuhan kehendaki adalah agar kita setia dan hidup berpadanan dengan Kristus. Mari mempersembahkan hidup kita bagi kemuliaan Tuhan. Kita memberi sebab Tuhan sudah memberikan keselamatan pada kita. Kita mau berkorban waktu, tenaga, pikiran dan materi, semua itu sebagai rasa syukur kita atas anugerah dan hidup yang telah Tuhan berikan pada kita. [AR]

“Teruslah semangat dan tetap bersukacita dalam Kristus, sebab pengorbananmu tidaklah sia-sia!“

Renungan Harian

Renungan Harian Anak