Bacaan : Yeremia 3 : 6 – 14 | Pujian: KJ 441
Nats: “Pergilah menyerukan perkataan-perkataan ini ke utara, katakanlah: Kembalilah, hai Israel, perempuan murtad,demikianlah firman TUHAN.” [ayat 12a]
Hari itu, seorang ibu tiba-tiba merasa lututnya lunglai, tubuhnya terasa bergetar dan dadanya terasa begitu sesak ketika mendengar suaminya berkata: “Ma…aku mau menikah lagi…Boleh kan sayang?” Meski kata-kata suaminya disertai kata “sayang” namun tak ada cinta di dalamnya. Tak ada kehangatan, dingin… menusuk ke dalam dada.
Bagaimana sikap anda ketika mengetahui pasangan anda berselingkuh atau menyatakan akan menikah lagi dengan orang lain? Hancur, remuk-redam dan perihnya tak terkatakan, bukan? Rumah tangga menjadi retak, serta luka hati tertoreh begitu dalam. Hubungan tak lagi harmonis, bahkan diliputi ketegangan. Anak-anak juga akan merasakan dampak yang luar biasa. Demikian jika kesetiaan dalam rumah tangga mengalami ujian.
Bagaimana bila umat Tuhan yang berubah kesetiaannya? Tak lagi setia kepada Tuhan, lebih terpikat hatinya kepada ilah-ilah yang lain dan meninggalkan Tuhan. Tentu hal itu akan sangat menyakitkan hati Tuhan.
Perzinahan rohani tersebut juga dialami bangsa Israel dan Yehuda, yang hatinya mendua kepada ilah-ilah lain. Tuhan mengritik keras sikap tersebut dan menyamakannya dengan tindakan persundalan. Namun toh Tuhan Allah tetap bersikap setia menantikan umat Israel dan Yehuda untuk berpaling kembali kepadaNya dan bersedia mengampuninya.
Kehadiran Kristus sebagai penebus dosa adalah untuk merekatkan kembali hubungan yang retak. Prakarsa ini justru datang dari Allah dan bukan dari manusia, karena manusia lebih suka dengan perbuatan-perbuatan jahatnya. Sikap Allah yang ditunjukkan melalui kehadiran dan pengorbanan Sang Kristus adalah sebuah sikap yang luar biasa agung, penuh pengampunan dan kesetiaan. Mampukah kita menandingi kesetiaaan Allah? Mungkin tidak. Yang dikehendaki Allah adalah supaya kita berpaling kembali kepadaNya. Mengakui dan menyesali segala dosa, memohon pengampunan dan kembali kepada Tuhan serta mengalami perubahan hidup. Diikat kembali dalam kasih Allah. Amin. [DK]
“Kembalilah Sayang…”