Bacaan : Kejadian 23 : 1 – 20 | Pujian: KJ 424 : 1, 2
Nats: “Aku ini orang asing dan pendatang di antara kamu… Demikianlah dari pihak bani Het ladang dengan gua yang ada di sana diserahkan kepada Abraham menjadi kuburan miliknya.” [ayat 4, 20]
Ada banyak alasan orang menjadi kenal satu dengan yang lain, bahkan menjadi teman akrab. Pertemanan atau hubungan yang akrab bisa dilandasi oleh berbagai sebab, karena sekampung halaman, senegara, seagama, seangkatan di sekolah, sekantor, dsb. Meskipun pertemanan atau hubungan baik sering didasarkan pada kesamaan, tak jarang persahabatan bisa terjadi antara mereka yang sama sekali berbeda, sama sekali asing. Baik berbeda negara, berbeda hobby, berbeda agama, dan sebagainya.
Orang Het adalah orang asing bagi Abraham. Demikian pula sebaliknya. Namun Abraham yang telah bertahun-tahun tinggal di antara mereka sudah dianggap sebagai bagian dari mereka. Kematian Sara dan keinginan Abraham untuk menguburkan isterinya di tanah Het menjadi contoh menarik sebuah hubungan. Orang Het menawarkan kepada Abraham semua tempat yang Abraham inginkan di tanah mereka ketika mendengar Abraham ingin menguburkan isterinya di tanah Het. Ketika Abraham menyebut menginginkan gua Makhpela milik Efron bin Zohar, Efron menyerahkan sepenuhnya gua itu untuk Abraham. Tetapi Abraham nampak tidak ingin memanfaatkan persahabatan itu untuk kepentingannya sendiri. Ia ingin membeli tanah itu seperti kebiasaan pada umumnya. Efron memberikan gua itu untuk Abraham tanpa berat hati dengan kesepakatan yang jelas. Mereka mempraktekkan sebuah hubungan yang saling memberi dan saling menerima.
Pada umumnya, persahabatan diharapkan memberi manfaat baik satu sama lain. Kebaikan-kebaikan dalam persahabatan akan memberi nilai tambah bagi kehidupan bersama. Saling memberi dan saling menerima adalah kunci mendapatkan manfaat baik sebuah hubungan persahabatan. Demikian juga dalam persekutuan. Dalam kehidupan persekutuan, kita dipanggil untuk saling memberikan manfaat demi terjalinnya persekutuan yang diberkati oleh Tuhan. [dn]
“Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang berguna bagi sesamanya.”