Tahun Liturgi: Bulan Kitab Suci
Judul: Menghadirkan Wajah Tuhan dalam Teguran
Tema: Teguran Yang Selaras dengan Firman
Bacaan Alkitab: Matius 18 : 15-20
Ayat Hafalan: Dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah diperintahkan kepadamu. Dan ketehuilah, Aku menyerati kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman (Matius 18 : 20)
Lagu Tema:
- Kidung Siwi 125 “Aku Anak-anak Tuhan”
- Pujian Populer “Hati-hati gunakan mulutmu”
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Setiap orang pernah melakukan kesalahan. Namun, bagaimana jika dalam persekutuan ini ada yang bersalah? Matius memberikan nasihat yang mengajak kita belajar “proses menegur” orang yang bersalah seperti diungkapkan oleh Tuhan Yesus.
Pertama: Menegur 4 mata. Jangan disimpan dalam pikiran saja karena ini bisa meracuni pikiran dengan hal-hal buruk dan negatif, dan bisa menimbulkan luka batin yang tidak berguna untuk kehidupan. Hal ini juga dalam rangka menjaga kerahasiaan karena tidak ada yang suka masalah pribadi menjadi konsumsi bersama. Orang yang ditegor 4 mata, bisa juga menyadari kesalahannya. Jika di hadapan banyak orang, yang ada adalah pembelaan. Jika cara pertama ini selesai, maka kita sudah mendapatkannya kembali.
Bagaimana jika langkah pertama tidak berhasil? Maka yang kedua : mengajak satu orang atau lebih. Beberapa saksi ini bukan lantas menjadi pembela kita dan membuktikan bahwa orang lain keliru. Namun itu saksi yang akan menolong dan membantu proses perdamaian. Dia adalah orang yang mengetahui kejadiannya, bukan karena kita yang bercerita. Saksi yang akan membantu kita bening dalam melihat persoalan. Pembicaraan bersama 2 orang atau lebih, akan menjadi suasana baru yang meneduhkan, bukan dengan hati yang panas. Bahkan membantu melihat diri kita sendiri dan mengingatkan bahwa tujuanku menegur ini bukan supaya aku terlihat benar dan dia keliru, namun semua untuk Tuhan.
Jika yang kedua ini masih gagal, maka yang ketiga, disampaikan kepada jemaat. Kenapa kepada jemaat dan bukan pengadilan? Ya, karena berharap masalah itu akan diselesaikan dengan cara-cara yang ngristeni, yang dipayungi oleh kehendak Tuhan yang penuh kasih. Ungkapan pandanglah dia sebagai orang yang tidak mengenal Allah atau pemungut cukai, bukan berarti membiarkan atau mengasingkan karena Tuhan Yesus tidak pernah membatasi pengampunan. Mungkin benar bahwa orang yang mengeraskan hati itu tidak lebih baik dari orang kafir atu non Yahudi dan pemungut cukai, tapi toh terhadap mereka Yesus tetap berbicara dengan penuh simpati. Sepanjang perjumpaan Yesus dengan mereka, mereka adalah orang-orang yang punya pengharapan baik, orang yang hatinya bisa disentuh, seperti halnya Matius dan Zakheus itu akhirnya juga menjadi kawan Yesus yang sangat baik.
Gereja adalah komunitas yang didirikan oleh Tuhan, dan dipercaya terus dinaungi Tuhan dalam sabda, roh dan kuasa-Nya. Upaya merangkul dan merengkuh yang dengan kasih ini adalah cara gereja menjaga kekudusan supaya tidak ada yang hidupnya dalam dosa. Kita semua ini adalah gereja yang dipanggil untuk saling mengingatkan dan menegur dengan cara yang sesuai dengan Firman Tuhan.
Refleksi Untuk Pamong
Sebagai pamong kadang kita berhadapan dengan situasi tidak nyaman karena harus menegur dan mengingatkan, baik dengan anak-anak atau teman sepelayanan. Maka tahap-tahap yang disampaikan Matius ini perlu kita pelajari agar kita saling menjaga dan merengkuh demi kebaikan semata.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan:
Melalui gerakan, anak dapat menunjukkan sikap menyapa teman dengan lembut (bukan memukul) saat terjadi perselisihan dengan benar
Alat Peraga
Dua boneka tangan atau kertas bergambar wajah (alat peraga dan aktivitas dapat diunduh di sini).
Pendahuluan
Anak-anak yang baik, siapa yang pernah melakukan kesalahan? Siapa yang tahu kalau temannya berbuat salah? Kesalahan apa sajakah yang pernah dilakukan? Tanyakan kepada anak-anak dan inventarisir jawaban. Misalnya : berbohong, mengambil barang, meminjam barang tidak ijin, atau menyakiti orang lain.
Kalau kalian berbuat salah, apa yang dilakukan oleh orang lain? Atau kalau teman kalian melakukan kesalahan, apa yang kalian lakukan?
Inti Penyampaian
Anak-anak hebat, Tuhan senang kalau anak-anaknya itu menjadi anak yang manis dan baik. Anak yang bertutur lembut dan baik kepada semua orang. Terus bagaimana kalau ada yang tidak baik sampai bertengkar. Dengarkan anak-anak, ini yang Tuhan Yesus mau. Tuhan Yesus mau, anak-anaknya bisa menegur, mengingatkan dan menyapa dengan baik dan lembut. Jika ada yang menegur dan mengingatkan, itu bukan berarti marah tapi itu berarti sayang kepada teman.
Di dalam Alkitab, Yesus berpesan kepada semua anak-anak yang dikasihi-Nya supaya kita ini saling tolong menolong supaya menjadi anak yang baik. “Kalau temanmu berbuat salah, jangan langsung marah ya, apalagi memukul. Tapi, sebaiknya kamu boleh bilang dengan baik begini : ‘Temanku, (atau sebut namanya), apa yang kamu lakukan itu tidak baik ya.” Inilah sikap anak-anak Tuhan yang baik.
Nah, sekarang ayo kita perhatikan bagaimana sih menegur dengan sapaan yang lembut sebagai tanda sayang itu. kenalkan, namanya Merry dan Melo ini. Nanti kalian pilih ya, siapa anak baik yang sayang sama temannya itu. (Pamong menggunakan peraga boneka atau kertas wajah dengan intonasi dan gerakan yang sesuai)
- Ada teman mengambil mainan tanpa ijin
Melo : Ayo kita pukul dia, sudah ngambil mainan tidak ijin.
Merry : Ayo kita ingatkan dia, kalau mainan itu bukan punya dia. Yuk, aku temani mengembalikan mainan itu.
Siapa anak baik yang sayang teman? Melo atau Merry? - Ada teman yang berbohong kepada orang tuanya
Melo : Ayo kita jauhi dia, jangan berteman dengan anak yang berbohon
Merry : Ayo kita ingatkan dia, kalau anak-anak harus jujur kepada orang tua karena mereka sangat sayang sama kita.
Siapa anak baik yang sayang teman? Melo atau Merry? - Ada yang sedang bertengkar
Melo : Ayo kita lihat mereka, siapa yang akan menang
Merry : Ayo kita lerai mereka. Kita bilang untuk ngomong dengan pelan dan tenang, jangan berteriak dan memukul.
Siapa anak baik yang sayang teman? Melo atau Merry?
Pamong bisa menambahkan contoh-contoh lain sesuai dengan konteks anak-anak.
Penerapan
Anak-anak yang terkasih, Tuhan Yesus sayang kepada kita, dan mengajak kita juga sayang kepada teman. Jika ada teman yang melakukan kesalahan, mari menegur dan mengingatkan sebagai tanda sayang ya, bukan menegur dengan marah apalagi memukul. Kita bisa melakukannya dengan menyentuh bahunya atau memegang tangannya dan mengatakan dengan tenang dan pelan. Pamong mencontohkan. Misalnya : (sambil memegang tangannya) Putri, anak baik itu main bersama, jadi bergantian ya, tidak rebutan. Atau, makanan ini punya Putra, jika kamu mau harus ijin dulu ya.. dsb.
Tuhan Yesus sayang dengan anak yang sayang teman, apalagi pamong, orang tua dan teman, pasti juga sayang.
Aktivitas
Potong kertas aktivitas tentang gambar ekspresi wajah ramah dan marah (alat peraga dan aktivitas dapat diunduh di sini).Tanyakan kepada anak-anak “kalau menegur teman, sebaiknya memakai wajah yang mana?” arahkan jawaban anak pada jawaban ramah. Lalu, minta anak-anak mewarnai ekspresi wajah ramah dan menggunakannya sebagai topeng. Ajaklah anak-anak mengenakannya lalu memegang lengan atau tangan temannya dengan mengatakan “yuk, jadi anak baik ya..!”
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan:
Menggunakan kertas gambar, anak dapat membuat kartu “Ingat Kasih” yang berisi pesan ajakan untuk berbuat baik kembali kepada teman secara kreatif
Alat Peraga
- Kotak Merah (berarti jangan dilakukan) dan kotak Hijau (berarti sebaiknya dilakukan)
- Kertas bertuliskan situasi dan dipotong. (silakan dicopi dan dicetak secara mandiri kata-kata di bawah)
Pendahuluan
Anak-anak yang baik, semua orang pernah melakukan kesalahan dalam hidup ini, berapapun usianya. Coba diingat-ingat, apa kesalahan yang pernah kamu lakukan, baik di rumah, di sekolah atau di gereja? Inventarisir jawaban dengan menuliskannya di papan. Misalnya : berbohong, mengambil barang, meminjam barang tidak ijin, bertengkar atau menyakiti orang lain. Kalau ada teman kalian yang berbuat salah, apa yang kamu lakukan? Kalau kalian berbuat salah, apa yang dilakukan oleh orang lain? Yang baik adalah menegur, mengingatkan, bukan memarahi dan membiarkan, karena menjadi baik itulah yang dipesankan oleh Tuhan untuk kita lakukan.
Inti Penyampaian
Sekarang kita akan bermain-main. Ada tulisan yang harus dibaca, menurut anak-anak ini masuk ke kotak mana? Kertas dibuka dan dibaca dengan suara kedengaran kemudian dimasukkan ke salah satu kotak.
- Temanku mengambil barang orang tanpa ijin. Aku marah dan akan melaporkan ke polisi.
- Temanku mengambil barang orang tanpa ijin. Aku menegurnya pelan-pelan “kita harus bilang baik-baik sama yang punya.
- Temanku berkata bohong. Aku diam saja.
- Temanku berkata bohong. Aku mengingatkannya bahwa anak Tuhan harus jujur.
- Temanku meminjam barangku diam-diam. Aku sangat marah dan berencana memukulnya.
- Temanku meminjam barangku diam-diam. Aku pegang pundaknya dan bilang “boleh kok pinjam, tapi sebaiknya minta ijin ya”
- Temanku bertengkar. Aku mengajak teman lain menontonnya
- Temanku bertengkar. Aku mengajak teman lain untuk melerai mereka dan mengajak mereka mengatur nafas biar tenang.
- Temanku menyakiti hewan. Aku bilang bahwa kita harus menyayangi ciptaan Tuhan.
- Temanku berteriak ketika kebaktian. Aku dekati dia dan mengatakan, “yang tenang ya, teriaknya kalau sudah di luar tempat ibadah”
- Bju temanku kotor. Aku tidak berteriak memberitahu semua orang, tapi bilang pelan-pelan kepadanya.
- Pamong dapat menambahkan
Penerapan
Anak-anak hebat, Tuhan senang kalau anak-anaknya itu menjadi anak yang manis dan baik. Anak yang bertutur lembut dan baik kepada semua orang. Terus bagaimana kalau ada yang tidak baik.
Bacaan kita hari ini meminta kita untuk menegur atau mengingatkan dengan lembut. Diingatkan langsung, ngomong berdua dengan baik dan pelan-pelan. Jika diingatkan tidak mau, kita bisa menyampaikannya pada orang dewasa yang kita percaya, guru atau pamong. Tidak perlu berteriak kepada semua orang tentang kesalahannya. Jika kita melakukan hal ini, kita sudah menolong teman kita menjadi baik. Tuhan sayang pada anak-anak-Nya yang sayang kepada teman-temannya juga.
Aktivitas
Membuat kartu “Ingat Kasih”
Potonglah kertas yang ada di lembar peraga, minta anak-anak untuk mengingat satu kesalahan yang pernah dilakukan oleh teman. Tulis pesan ajakan yang positif dan kreatif. Misalnya “yuk, jadi anak jujur” atau santun “makan pagi dengan tahu lontong, ditaburi teri medan. Jangan kita berbuat bohong, karena menjadi anak jujur dikasihi Tuhan” (alat peraga dan aktivitas dapat diunduh di sini).
Kartu yang sudah jadi saling ditukarkan ke teman.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
Melalui bermain peran (role play), Anak dapat mendemonstrasikan cara menegur teman yang menyontek atau berbohong dengan kalimat yang tidak menghakimi secara runtut
Pendahuluan
Anak-anak yang baik, semua orang pernah melakukan kesalahan dalam hidup ini, berapapun usianya. Coba diingat-ingat, apa kesalahan yang pernah kamu lakukan, baik di rumah, di sekolah atau di gereja? Inventarisir jawaban dengan menuliskannya di papan. Misalnya : Mengejek, berbohong, mengambil barang, meminjam barang tidak ijin, bertengkar atau menyakiti orang lain. Kalau ada teman kalian yang berbuat salah, apa yang kamu lakukan? Kalau kalian berbuat salah, apa yang dilakukan oleh orang lain? Yang baik adalah menegur, mengingatkan, bukan memarahi dan membiarkan, karena menjadi baik itulah yang dipesankan oleh Tuhan untuk kita lakukan.
Inti Penyampaian
Bagaimana sih cara menegur yang dikehendaki oleh Tuhan Yesus. Melalui bacaan hari ini kita diingatkan, bahwa menegur itu berbeda dengan menjatuhkan, menghakimi atau mempermalukan. Menegur itu dimaksudkan untuk menolong. Tuhan Yesus ingin kita menjadi anak-anak yang peduli pada orang lain sehingga kalau kita menegur teman dengan baik, ramah dan lembut, kita ini sedang menolongnya melakukan apa yang dikehendaki Tuhan.
Demikianlah langkah menegur teman sebagai bentuk kasih dan kepedulian kita :
- Pertama : Menegur empat mata atau secara pribadi dalam rangka menjaga rahasia karena tidak ada yang suka kalau kesalahannya diketahui banyak orang. Jika cara pertama ini selesai, maka sudah selesai, kita telah mendapatkan teman kita baik kembali.
- Jika langkah pertama tidak berhasil, maka yang kedua : mengajak satu orang atau lebih. Mereka ini menjadi saksi yang akan menolong dan membantu proses perdamaian, ukan saksi yang membela kita dan menyalahkan yang lain. Tujuan kita menegur ini memang bukan supaya aku terlihat benar dan dia keliru, namun semua untuk Tuhan dan kebaikan bersama.
- Jika yang kedua ini masih gagal, maka yang ketiga, disampaikan kepada jemaat (bagi anak-anak bisa kepada pamong atau orang dewasa yang mereka percaya). Hal ini untuk memenuhi harapan agar masalah itu diselesaikan dengan cara-cara yang ngristeni, yang dipayungi oleh kehendak Tuhan yang penuh kasih.
Melalui langkah itu, harapannya hubungan baik bisa kembali.
Aktivitas
Bagi menjadi kelompok genap. Role play bisa dilakukan berdua-dua.
Pamong membacakan kasusnya, kelompok itu harus merencanakan dua respon. Salah dan benar. Respon itu akan diperankan oleh sesama anggota dikelompoknya. Jika kelompok yang satu mengangkat tanda hijau. Berarti respon baik dan tepat yang diperankan. Namun jika tanda merah, itu berarti respon yang buruk. Demikian juga sebaliknya. Diskusikan di kelompok itu : Apa yang akan kamu lakukan? Bagaimana cara menegurnya? Kata-kata apa yang tepat untuknya?
- Temanmu mengambil barang orang tanpa ijin.
- Temanmu berkata bohong.
- Temanmu meminjam barangku diam-diam.
- Temanmu bertengkar.
- Temanmu menyakiti hewan.
- Temanmu berteriak ketika kebaktian.
- Temanmu mengejekmu
- Temanmu menyontek
- Dsb…
Contoh No 1 :
Merah : awas ya kamu.. aku laporin kamu..(sambil dorong-dorong temannya itu)
Hijau : (menggandeng tangannya menjauh dari teman lain) “kenapa harus mengambil tanpa ijin. Lebih baik kamu bilang saja, siapa tahu orang itu akan memberikannya buatmu”