Judul: Mencontoh cara hidup binatang
Tahun Gerejawi: Bulan Ekumene
Tema: Ekumene : sesama ciptaan
Bacaan: Amsal 30 : 24 –28
Ayat Hafalan: Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis mahluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. (Kejadian 1 : 21)
Lagu: Hai anak-anak, muda dan belia ( Kidung Jemaat 67 : 3 )
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
I. Agur, setelah berbicara khusus mengenai empat hal yang tampak besar namun sebenarnya hina, di sini berbicara khusus mengenai empat hal yang kecil namun sebenarnya sangat mengagumkan. Ini adalah hal yang besar namun dalam ukuran kecil, yang di dalamnya, sebagaimana yang diamati oleh Uskup Patrick, mengajarkan kepada kita beberapa pelajaran yang baik. Seperti,
- Untuk tidak mengagumi besarnya tubuh, atau indahnya, atau kuatnya, dan tidak pula menilai orang atau menganggap mereka lebih baik berdasarkan keuntungan-keuntungan seperti itu. Tetapi kita harus menilai manusia berdasarkan hikmat dan perilaku mereka, ketekunan mereka dan rajinnya mereka dalam bekerja, yang merupakan tabiat-tabiat yang pantas dihormati.
- Untuk mengagumi hikmat dan kuasa Sang Pencipta dalam binatang-binatang yang terkecil dan paling hina, dalam semut seperti juga dalam gajah.
- Untuk mempersalahkan diri kita sendiri yang tidak berbuat begitu banyak demi kepentingan kita yang sesungguhnya, seperti yang diperbuat oleh makhluk-makhluk paling kecil demi kepentingan mereka.
- Untuk tidak merendahkan hal-hal yang lemah dari dunia. Ada makhluk-makhluk yang terkecil di bumi, miskin di dunia dan tidak begitu berarti, namun mereka sangat cekatan (kjv: teramat bijak – pen.), bijak bagi jiwa mereka dan bagi dunia lain, dan mereka teramat bijak, lebih bijak daripada sesama mereka. Arti tersiratnya, mereka bijak, dibuat menjadi bijak oleh naluri khusus dari alam. Semua orang yang bijak bagi keselamatan jiwa mereka dibuat bijak oleh anugerah Allah.
II. Makhluk-makhluk yang dibicarakan Agur secara khusus adalah,
- Semut, binatang yang kecil dan sangat lemah, namun mereka amat giat dalam mengumpulkan makanan yang tepat, dan memiliki kebijaksanaan yang mengherankan untuk melakukannya pada waktu yang tepat pula, yaitu musim panas. Ini merupakan suatu bentuk hikmat yang begitu besar sehingga kita bisa belajar dari mereka untuk menjadi bijak di masa depan (6:6). Bila singa-singa muda merana kelaparan, semut-semut yang giat bekerja mempunyai makanan yang berlimpah dan tidak mengenal kekurangan.
- Pelanduk, atau, seperti yang lebih dipahami sebagian orang, tikus-tikus Arab, tikus-tikus ladang, makhluk yang lemah, dan amat penakut, namun mereka memiliki hikmat yang begitu besar sehingga membuat rumah mereka di bukit batu, di mana mereka terlindung dengan baik. Dan kelemahan mereka membuat mereka berlindung di balik kubu-kubu dan benteng-benteng alam. Kesadaran akan kemiskinan dan kelemahan kita sendiri haruslah mendorong kita untuk datang kepada Dia yang adalah gunung batu yang terlalu tinggi bagi kita sebagai tempat kita berteduh dan berlindung. Di sana marilah kita membuat tempat kediaman kita.
- Belalang. Mereka juga kecil dan tidak mempunyai raja, seperti yang dimiliki lebah, namun semuanya berbaris dengan teratur, seperti barisan tentara yang hendak maju berperang. Dan, dengan mengamati keteraturan yang begitu baik di antara mereka sendiri, tampaknya mereka sama sekali tidak gelisah walaupun tidak mempunyai raja. Mereka disebut tentara Allah yang besar (Yl. 2:25). Sebab, apabila Allah berkenan, Dia mengerahkan mereka, mengatur mereka, dan berperang melalui mereka, seperti yang diperbuat-Nya terhadap Mesir. Mereka semua maju bersama-sama (begitulah arti tersiratnya). Kesadaran akan kelemahan haruslah mendorong kita untuk tetap bersama-sama, agar kita bisa menguatkan tangan satu sama lain.
- Laba-laba (kjv; tb: cicak – pen.), seekor serangga, yang juga merupakan contoh besar dari ketekunan di rumah kita sama seperti semut-semut di ladang. Laba-laba sangat terampil dalam menenun jaring-jaring mereka dengan kehalusan dan ketepatan yang bahkan tidak bisa ditiru semirip aslinya oleh keterampilan mana pun: Mereka memegang dengan tangan mereka, dan memintal benang halus dari isi perut mereka sendiri, dengan keahlian yang begitu hebat. Dan mereka tidak hanya berada di gubuk-gubuk orang miskin, tetapi juga di istana-istana raja, tidak peduli dengan segala usaha yang dilakukan di sana untuk melenyapkan mereka. Pemeliharaan ilahi secara menakjubkan memelihara jenis-jenis makhluk yang bukan saja tidak dipelihara oleh manusia, tetapi juga yang dilawan oleh tangan semua orang yang berusaha untuk menghabisi mereka. Orang-orang yang mau mengurusi urusan mereka sendiri, dan memegangnya dengan tangan mereka, akan berada di istana-istana raja. Cepat atau lambat, mereka akan naik pangkat, dan mungkin akan terus mendudukinya, walaupun segala kesulitan dan kekecewaan yang menghadang mereka. Jika satu jaring yang sudah terpintal dengan baik disapu bersih, itu hanya merupakan alasan untuk membuat jaring lain.
Refleksi untuk Pamong
Semua ciptaan senantiasa memiliki ciptaan. Tidak hanya ciptaan yang besar, melainkan juga ciptaan-ciptaan kecil, seperti Amsal 30:24-28. Semua ciptaan Allah senantiasa memiliki makna di dalamnya. Semua ciptaan Allah selalu berhubungan satu dengan lainnya. Oleh karena itu tugas kita adalah memaknai dan menemukan relasi satu dengan lainnya. Semua makhluk hidup yang berada di rumah bersama yang disebut alam, harusnya memiliki dan sadar akan relasi yang saling terhubung satu dengan lainnya. Merawat alam harus dimulai dengan kesadaran dan menjaga relasi tersebut.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan:
Anak dapat menceritakan Kembali kisah semut, pelanduk, belalang dan cicak sebagai binatang yang perlu diteladani
Alat Peraga
Catatan untuk pamong : pamong bisa memakai metode dan alat peraga sesuai dengan kreativitas masing-masing pamong disesuaikan dengan kondisi anak serta situasi dan kondisi masing-masing jemaat. Misalnya bisa dilakukan dengan dengan boneka, cerita dengan gambar, role play ( drama), menayangkan film atau video, dsb.
Pendahuluan
Dengan menggunakan gambar / replika/ alat peraga lain tanyakan pada anak -anak nama binatang-binatang tersebut (semut, pelanduk, belalang dan cicak).
Nama binatang-binatang ini ditulis lho di dalam Alkitab (tunjukkan Alkitab pada anak-anak)
Apa ya cerita tentang semut, pelanduk, belalang dan cicak ?
Inti Penyampaian
(Catatan untuk pamong : untuk memperjelas tentang binatang-binatang ini juga bisa dengan memutarkan video )
Siapa yang pernah melihat semut ? warnanya apa ? Semut binatang yang badannya besar atau kecil? (bisa juga ditanyakan hal-hal lain tentang semut ).
Ya…semut binatang yang badannya kecil. Tapi semut itu juga punya kehebatan lho. Semut rajin bekerja mengumpulkan makanan pada musim panas. Disimpan disarangnya. Jadi kalau tiba musim dingin , mereka tidak perlu lagi mencari makanan karena sudah mempunyai persediaan makanan. Jadi semut itu rajin menabung makanan ya…
Nah, binatang berikutnya adalah pelanduk . ( tanyakan beberapa hal tentang pelanduk ) . Pelanduk juga biasa disebut kancil. Pelanduk juga binatang yang berbadan kecil. Kira-kira sebesar kelinci. Meskipun kecil, binatang ini juga hebat karena bisa membuat tempat untuk berlindung yang aman dan nyaman. Supaya tidak bisa ditangkap oleh binatang yang lebih besar.
Selanjutnya adalah binatang belalang. ( tanyakan beberapa hal tentang belalang ) . Belalang adalah binatang yang juga berbadan kecil, tetapi bisa kompak dengan teman -temannya. Belalang-belalang ini berjalan dengan rapi dalam rombongan, meskipun tidak ada yang memimpin.
Yang terakhir adalah binatang cicak. ( tanyakan beberapa hal tentang cicak ). Cicak juga binatang yang bertubuh kecil, tetapi cicak bisa berada dimana saja, bahkan di tempat/rumah yang bagus juga ada cicaknya. Di Istana raja juga ada cicaknya.
Penerapan
Kita bisa juga lho mencontoh binatang-binatang kecil itu. Kita contoh apanya ?
Sekarang kita ulang sekali lagi ya…
Semut binatang yang kecil tetapi rajin. Jadi kita mencontoh menjadi anak yang rajin
Pelanduk binatang yang pintar, bisa membuat rumah yang aman. Jadi kita mencontoh menjadi anak yang pintar dengan rajin belajar
Belalang binatang yang bisa berbaris dengan tertib. Jadi kita mencontoh menjadi anak yang tertib, yang mematuhi aturan (beri contoh sederhana tentang anak yang tertib / disipllin)
Cicak binatang yang bisa berada dimana saja, bahkan di rumah/istana yang bagus, jadi kita mencontoh menjadi anak yang hebat. Jika kita rajin belajar, kita bisa anak yang hebat.
Aktivitas
Ajak anak-anak membuat “replika” semut, pelanduk, belalang dan cicak dengan bahan atau media “bebas” sesuai dengan kreativitas pamong dan ketersediaan bahan di jemaat masing-masing (salah satu contoh aktivitas adalah menggambar).
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan: Anak dapat menceritakan Kembali kisah semut, pelanduk, belalang dan cicak sebagai binatang yang perlu diteladani
Alat Peraga
Catatan untuk pamong : pamong bisa memakai metode dan alat peraga sesuai dengan kreativitas masing-masing pamong disesuaikan dengan kondisi anak serta situasi dan kondisi masing-masing jemaat.
Misalnya bisa dilakukan dengan dengan boneka, cerita dengan gambar, role play ( drama), menayangkan film atau video, dsb.
Pendahuluan
Tanyakan pada anak-anak, hal-hal atau fakta apa saja yang mereka ketahui tentang semut, pelanduk, belalang dan cicak.
Tuliskan jawaban-jawaban tersebut di papan tulis / kertas karton
Inti Penyampaian
(catatan untuk pamong : untuk memperjelas tentang binatang-binatang ini juga bisa dengan memutarkan video)
Semuanya pasti tahu ya seperti apa binatang semut itu. Apa sih yang menjadi kehebatan semut ?
Ya…semut binatang yang badannya kecil. Tapi semut itu juga punya kehebatan lho. Semut rajin bekerja mengumpulkan makanan pada musim panas. Disimpan disarangnya. Jadi kalau tiba musim dingin , mereka tidak perlu lagi mencari makanan karena sudah mempunyai persediaan makanan. Jadi semut itu rajin menabung makanan ya…
Nah, binatang berikutnya adalah pelanduk . Pelanduk juga biasa disebut kancil. Tetapi kancil atau pelanduk ini bukan seperti yang biasanya kita dengar tentang si kancil yang suka mencuri timun ya. Pelanduk ini binatang yang berbadan kecil. Kira-kira sebesar kelinci. Meskipun kecil, binatang ini juga hebat karena bisa membuat tempat untuk berlindung yang aman dan nyaman. Supaya tidak bisa ditangkap oleh binatang yang lebih besar dan bisa menghindari bahaya yang lain. Misalnya supaya terhindar dari banjir, kancil akan tinggal di tempat yang tinggi. Dan supaya terhindar dari binatang pemangsa, kancil melindungi tempat tinggalnya dengan batu atau tanaman. Kancil juga suka berpindah-pindah tempat tinggal.
Selanjutnya adalah binatang belalang. Belalang adalah binatang yang juga berbadan kecil, tetapi bisa kompak dengan teman -temannya. Belalang-belalang ini berjalan dengan rapi dalam rombongan, meskipun tidak ada yang memimpin. Jadi belalang adalah binatang yang tertib. Bisa bekerjasama dengan baik.
Yang terakhir adalah binatang cicak. Cicak juga binatang yang bertubuh kecil , tetapi cicak bisa berada dimana saja, bahkan di tempat/rumah yang bagus juga ada cicaknya. Di Istana raja juga ada cicaknya.
Penerapan
Nah sekarang setelah kita membicarakan tentang ke-empat binatang tadi, apa ya persamaan binatang-binatang tersebut ? ( beri kesempatan pada anak-anak untuk menjawab ).
Ya… binatang-binatang itu termasuk binatang yang bertubuh kecil. Dan seringkali dianggap binatang yang lemah yang seringkali menjadi mangsa / makanan bagi binatang lain yang lebih besar.
Tetapi meskipun mereka kecil, mereka mempunyai keistimewaan yang patut kita contoh.
Dari semut kita contoh rajinnya, kerja kerasnya, kekompakan dengan teman-temannya.
Dari pelanduk kita contoh kecerdikannya.
Dari belalang kita contoh ketertiban/ taat pada peraturan dan kekompakan dengan teman-temannya,
Dari cicak kita contoh kehebatannya. Meskipun sering dipandang rendah tetapi bisa berada di tempat-tempat penting. Kita juga bisa menjadi anak hebat/ menjadi orang penting asalkan kita mau berusaha. Tidak perlu minder / rendah diri.
Aktivitas
Ajak anak-anak membuat “replika” semut, pelanduk, belalang dan cicak dengan bahan atau media “bebas” sesuai dengan kreativitas pamong dan ketersediaan bahan di jemaat masing-masing.
Kemudian tempelkan tulisan pada masing-masing binatang itu keistimewaannya seperti yang tertulis dalam Amsal 30 : 24 – 28
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak dapat menyebutkan kelebihan binatang semut, pelanduk, belalang dan cicak sebagai ciptaan Tuhan yang sering dianggap sepele oleh manusia
- Anak dapat belajar dari binatang semut, pelanduk, belalang dan cicak sebagai ciptaan Tuhan yang sering dianggap lemah oleh manusia
- Anak dapat menunjukkan sikap menjaga ciptaan Tuhan yang lain
Alat Peraga
Catatan untuk pamong : pamong bisa memakai metode dan alat peraga sesuai dengan kreativitas masing-masing pamong disesuaikan dengan kondisi anak serta situasi dan kondisi masing-masing jemaat.
Misalnya bisa dilakukan dengan dengan boneka, cerita dengan gambar, role play (drama), menayangkan film atau video, dsb.
Pendahuluan
Buatlah permainan tebak binatang. Pelayan Firman menunjuk beberapa anak (minimal 4 orang), lalu anak-anak tersebut secara bergantian mempraktekkan tanpa bersuara bebarapa contoh hewan (bisa sesuai perikop Amsal 30:24-28 dan atau ditambah beberapa contoh hewan lainnya) .
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, Binatang-binatang yang disebutkan di dalam Alkitab untuk kita contoh kebaikannya justru bintang-binatang yang kecil, nampak lemah dan sering disepelekan orang.
Inti Penyampaian
(catatan untuk pamong : untuk memperjelas tentang binatang-binatang ini juga bisa dengan memutarkan video)
Semuanya pasti tahu ya seperti apa binatang semut itu. Apa sih yang menjadi kehebatan semut ?
Ya…semut binatang yang badannya kecil. Tapi semut itu juga punya kehebatan lho. Semut rajin bekerja mengumpulkan makanan pada musim panas. Disimpan disarangnya. Jadi kalau tiba musim dingin , mereka tidak perlu lagi mencari makanan karena sudah mempunyai persediaan makanan. Jadi semut itu rajin menabung makanan ya…
Nah, binatang berikutnya adalah pelanduk . Pelanduk juga biasa disebut kancil. Tetapi kancil atau pelanduk ini bukan seperti yang biasanya kita dengar tentang si kancil yang suka mencuri timun ya. Pelanduk ini binatang yang berbadan kecil. Kira-kira sebesar kelinci. Meskipun kecil, binatang ini juga hebat karena bisa membuat tempat untuk berlindung yang aman dan nyaman. Supaya tidak bisa ditangkap oleh binatang yang lebih besar dan bisa menghindari bahaya yang lain. Misalnya supaya terhindar dari banjir, kancil akan tinggal di tempat yang tinggi. Dan supaya terhindar dari binatang pemangsa, kancil melindungi tempat tinggalnya dengan batu atau tanaman. Kancil juga suka berpindah-pindah tempat tinggal.
Selanjutnya adalah binatang belalang. Belalang adalah binatang yang juga berbadan kecil, tetapi bisa kompak dengan teman -temannya. Belalang-belalang ini berjalan dengan rapi dalam rombongan, meskipun tidak ada yang memimpin. Jadi belalang adalah binatang yang tertib. Bisa bekerjasama dengan baik.
Yang terakhir adalah binatang cicak. Cicak juga binatang yang bertubuh kecil , tetapi cicak bisa berada dimana saja, bahkan di tempat/rumah yang bagus juga ada cicaknya. Di Istana raja juga ada cicaknya.
Penerapan
Nah sekarang setelah kita membicarakan tentang ke-empat binatang tadi, apa ya persamaan binatang-binatang tersebut ? (beri kesempatan pada anak-anak untuk menjawab).
Ya… binatang-binatang itu termasuk binatang yang bertubuh kecil. Dan seringkali dianggap binatang yang lemah yang seringkali menjadi mangsa / makanan bagi binatang lain yang lebih besar.
Tetapi meskipun mereka kecil, mereka mempunyai keistimewaan yang patut kita contoh.
Dari semut kita contoh rajinnya, kerja kerasnya, kekompakan dengan teman-temannya.
Dari pelanduk kita contoh kecerdikannya.
Dari belalang kita contoh ketertiban/ taat pada peraturan dan kekompakan dengan teman-temannya,
Dari cicak kita contoh kehebatannya. Meskipun sering dipandang rendah tetapi bisa berada di tempat-tempat penting. Kita juga bisa menjadi anak hebat/ menjadi orang penting asalkan kita mau berusaha. Tidak perlu minder / rendah diri.
Ternyata salah satu manfaat binatang bagi manusia adalah bisa dicontoh cara hidupnya.
Dan sebagai sesama ciptaan Tuhan, kita wajib juga menjaga kelestarian binatang-binatang terebut untuk menjaga keseimbangan ekosistem.
Aktivitas
Ajak anak-anak membuat “replika” semut, pelanduk, belalang dan cicak dengan bahan atau media “bebas” sesuai dengan kreativitas pamong dan ketersediaan bahan di jemaat masing-masing.
Kemudian tempelkan tulisan pada masing-masing binatang itu keistimewaannya seperti yang tertulis dalam Amsal 30 : 24 – 28