Tuhanku Sumber Berkat Tuntunan Ibadah Anak 3 Agustus 2025

21 July 2025

Tahun Liturgi: Bulan Pembangunan GKJW
Tema: Berkat yang berkelanjutan

Bacaan Alkitab: Kejadian 15:1-6
Ayat Hafalan: Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. (Kejadian 15 : 6)

Lagu Tema:

  1. Kidung Siwi No 161 “Bapa Abraham”
  2. Kidung Siwi No 34 “Jangan Tinggalkan Aku”

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Siapa yang tidak gelisah ketika apa yang diharapkan tidak menjadi kenyataan? Atau mendapatkan janji dari seseorang yang sangat dipercaya namun tak kunjung ditepati? Hampir semua orang mungkin merasakan hal yang sama. Gelisah, sedih, kecewa dan gundah gulana. Bacaan kita hari ini menceritakan kekecewaan, kegundahan bahkan ketakutan Abram yang kemungkinan disebabkan oleh dua hal :

  1. Adanya tindakan balasan dari raja-raja yang sudah ia kalahkan (14:15).
  2. Sampai dengan tua atau usia lanjut belum mendapatkan anak yang dijanjikan itu. Di tengah perasaan itu, ia berpikir akan mewariskan hartanya kepada hamba setianya, yaitu Eliezer orang Damsyik

Dalam situasi demikian, Tuhan Allah memberinya dukungan agar ia tidak takut dan tetap berteguh hati melalui janji-Nya membela Abram (‘Aku adalah pelindung atau perisaimu’). Tuhan Allah hadir pada Abram yang sedang gelisah itu untuk memberikan kekuatan dengan mengajaknya ke luar melihat bintang-bintang di langit yang tak terhitung jumlahnya dan masing-masing memantulkan sinarnya. Ya, pemandangan indah malam itu menjadi peneguhan janji Tuhan bahwa akan seperti itulah banyaknya keturunannya nanti.

Situasi demikian menegaskan bahwa jika kita takut dan gelisah tentang apa yang akan terjadi, kita diajak untuk mengingat bahwa Allah akan bersama kita di saat-saat sulit dan Ia telah berjanji memberi berkat besar bagi kita. Bersama dengan janji Allah, Abram menjadi orang yang melangkah dalam iman dengan percaya penuh.

Refleksi Untuk Pamong:
Sebagaimana Abram, sebagai pamong kadang kita berhadapan dengan perasaan gelisah dan takut dalam hidup yang membuat kita lupa akan Tuhan dan segala janji-Nya. Kita cenderung untuk menyelesaikan masalah kita sendiri dan tidak mengandalkan Tuhan. Melalui kisah ini, sebagai pamong diajak untuk mempercayai janji dan berkat Tuhan akan menolong dan menopang kita senantiasa. Jadi, mari terus percaya pada kebaikan rencana-Nya.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan:

  1. Anak-anak dapat mendengar dan mengingat bahwa Tuhan memberikan janji berkat kepada Abram.
  2. Anak-anak dapat memahami bahwa Tuhan selalu menepati janji-Nya kepada umat-Nya.

Alat Peraga
Gambar Abram sendiri, Abram melihat ke langit.

Pendahuluan
Anak-anak yang baik, siapa yang pernah sedih atau gelisah? (jelaskan bahwa gelisah itu saat hatinya (tunjuk dada : di dalam sini) rasanya ada yang berat, gak enak) Seperti apa wajah orang sedih atau gelisah itu (minta anak-anak untuk memeragakannya atau pamong menunjukkan wajah sedih atau cemberut atau bingung). Apa yang dilakukan kalau lagi sedih? (tunggu jawaban anak-anak) ada yang menangis, ada yang hanya berkaca-kaca dan menitikkan air mata. Ada yang tidur lama sekali kalau sedih.

Inti Penyampaian
Anak-anak hebat, jika kita pernah sedih atau gelisah, kita tidak sendiri lho. Waktu itu Bapak Abram – sebelum namanya berganti Abraham – juga merasa sedih dan gelisah. (tunjukkan gambar Abram). Ada yang tahu mengapa Bapak Abram sedih ya? Ya, Bapak Abram sedih karena merasa kok Tuhan belum menepati janji-Nya ya? Apa itu janji Tuhan? ya, Tuhan berjanji kalau Abram akan punya anak, tapi…tapi..

Oh ya, apakah kalian pernah menerima janji nggak ya? Misalnya, nanti kalau liburan kita akan pergi tamasya. Nanti kalau punya uang kita beli mainan. Nanti kalau ulang tahun akan dapat hadiah. Ada yang pernah berjanji kepada kalian begitu? Kalian senang dengan janji itu, tapi.. tapi.. seperti yang terjadi pada bapak Abram. Kok janjinya gak segera terpenuhi ya.

Sampai akhirnya, Tuhan memberi tahu Bapak Abram begini “Jangan takut”, “Aku memberkatimu”, “Aku menepati janji-Ku” (ajak anak-anak menirukan 3 kalimat ini). Lalu Tuhan membawa Bapak Abram ke luar (tunjukkan gambar Abram) dan menujukkan banyak bintang di langit supaya dihitung. Kira-kira, bisa nggak ya bintang ini dihitung? Nggak bisa ya, karena sangat banyak. Sejak saat itu Abram menjadi orang yang “percaya Tuhan memberikan berkat” (ajak anak-anak menirukan “percaya Tuhan memberikan berkat”).

Karena itu, anak-anak Tuhan yang hebat, yuk kita belajar seperti Abram. Selalu percaya Tuhan menolong, percaya Tuhan menepati janji-Nya pada kita. (ajak anak berdiri dengan tangan di dada dan mengucapkan kata-kata “Aku Percaya Janji Tuhan. Aku percaya Tuhan memberkatiku”.  Lalu, mari jadi anak-anak yang suka menolong teman dan menepati kalau sudah berjanji.

Aktivitas
Bintang adalah lambang perjanjian Abram dan Tuhan. Karena itu, ajaklah anak-anak untuk menempel bintang yang jumlahnya sesuai dengan keinginan mereka. Dibebaskan saja, berapa baiknya. Lalu dihitung jumlah bintangnya. (bintang dicetak sebanyak yang dibutuhkan)


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

 Tujuan:

  1. Anak-anak dapat menceritakan kembali janji Tuhan kepada Abram dalam Kejadian 15:1-6.
  2. Anak-anak dapat menjelaskan bahwa Tuhan selalu menepati janji-Nya dan memberkati umat-Nya.

Alat Peraga
Gambar Abram, anak, bintang, kata TUHAN ALLAH.

Dengan meminta bantuan beberapa anak, anak-anak diminta untuk melengkapi cerita Abram yang dibawakan pamong, dengan kata dan gambar yang cocok. Manakah yang cocok untuk kalimat yang sedang di-jeda.

Pendahuluan
Anak-anak yang baik, siapa yang pernah sedih atau gelisah? (jelaskan bahwa gelisah itu saat hatinya (tunjuk dada : di dalam sini) rasanya ada yang berat, gak enak) Seperti apa wajah orang sedih atau gelisah itu (minta anak-anak untuk memeragakannya, atau pamong menunjukkan wajah sedih atau cemberut atau bingung). Apa yang dilakukan kalau lagi sedih? (tunggu jawaban anak-anak) ada yang menangis, ada yang hanya berkaca-kaca dan menitikkan air mata. Ada yang tidur lama sekali kalau sedih.

Inti Penyampaian
Anak-anak hebat, setelah membaca bacaan hari ini, kita tahu kalau kita akan belajar dari seorang tokoh yang bernama ……. ( Abram. Minta anak-anak mengatakan dan teman yang membawa gambar mengangkatnya). Waktu itu, dia merasa sedih dan gelisah (ajak anak-anak mengekspresikannya). Apa yang membuatnya sedih ya? Iya, bapak….( Abram) sudah tua tapi belum memiliki anak. Padahal dia pernah menerima janji dari…… (Tuhan Allah) bahwa ia akan mempunyai anak yang banyak. Tapi, kok sampai dengan tua tidak segera datang apa yang dijanjikan. Kuatir dan gelisahlah…….. (Bapak Abram), siapa yang akan mewarisi hartanya nanti ya. Dia berpikir, pembantunya yang bernama Eliezer itu yang akan menerimanya.Namun, dalam penglihatan berbicaralah …. (Tuhan Allah) kepada… (Bapak Abram). Dia akan menolong dan memberkati… (Bapak Abram). Sebagai buktinya, dia diajak ke luar dan melihat ….(bintang ) di langit supaya dihitung. Kira-kira, bisa nggak ya bintang ini dihitung? Nggak bisa ya, karena sangat banyak. Sejak saat itu Abram menjadi orang yang “percaya Tuhan memberikan berkat” (ajak anak-anak menirukan “percaya Tuhan memberikan berkat”).

Bintang itu adalah tanda dari Tuhan Allah kepada Abram yang mempunyai pesan “Jangan takut”, “Aku memberkatimu”, “Aku menepati janji-Ku” (ajak anak-anak menirukan 3 kalimat ini). Karena itu, anak-anak Tuhan yang hebat, yuk kita belajar seperti Abram. Selalu percaya Tuhan menolong, percaya Tuhan menepati janji-Nya pada kita. (ajak anak berdiri dengan tangan di dada dan mengucapkan kata-kata “Aku Percaya Janji Tuhan. Aku percaya Tuhan memberkatiku”. Terkadang, sebagai manusia, apa yang kita harapkan itu rasanya tidak mungkin, berat atau mustahil, maka seperti Abram, mari percaya kepada janji Tuhan. Lalu, sebagai anak yang percaya Tuhan, mari kita juga menjadi anak-anak yang suka menolong teman dan menepati kalau sudah berjanji.

Aktivitas
Potong kertas aktivitas menjadi berbentuk bintang dengan kosong di baliknya. Berikan kepada anak-anak sebagai “Bintang Janji”. Pada bagian yang kosong minta anak-anak untuk menuliskan janji Tuhan kepada kita. Misalnya : Tuhan menyertai kita, Tuhan mengasihi kita, Tuhan memberkati kita, Tuhan menolong kita, dsb.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan  :

  1. Anak-anak dapat menjelaskan isi janji Tuhan kepada Abram dan mengapa Abram percaya kepada-Nya.
  2. Anak-anak dapat memahami bahwa berkat Tuhan bukan hanya materi, tetapi juga iman dan keselamatan.
  3. Anak-anak dapat membandingkan janji Tuhan kepada Abram dengan berkat Tuhan kepada gereja saat ini.

Pendahuluan
Anak-anak yang baik, siapa yang pernah sedih atau gelisah? Seperti apa wajah orang sedih atau gelisah itu? Saat apa kalian merasakan hati yang sedih atau gelisah itu? Apa yang dilakukan kalau lagi sedih? (tunggu jawaban anak-anak, mungkin ada yang menangis, ada yang hanya berkaca-kaca dan menitikkan air mata, ada yang tidur lama sekali kalau sedih). Sedih dan gelisah adalah perasaan yang wajar dirasakan oleh manusia. Nah, yang tidak wajar kalau sedihnya terus-terus berhari-hari sampai nggak bisa senyum, nggak enak makan dan tidak nyenyak tidur.

Inti Penyampaian
Anak-anak hebat, jika kalian pernah mengalami perasaan yang demikian, kalian tidak sendirian lho. Tokoh di Alkitab yang kita baca hari juga pernah mengalami perasaan yang sama. Sedih dan gelisah. Siapakah dia? Iya, Bapak Abram. Apa yang membuat hatinya sedih ya? Iya, bapak Abram sudah tua tapi belum memiliki anak. Padahal dia pernah menerima janji dari Tuhan Allah bahwa ia akan mempunyai anak yang banyak. Tapi, kok sampai dengan tua tidak segera datang apa yang dijanjikan. Dia diberkati Tuhan dengan materi dan harta yang banyak. Kuatir dan gelisahlah Bapak Abram, siapa yang akan mewarisi itu semua nanti ya. Dia berpikir, pembantunya yang bernama Eliezer itu yang akan menerimanya.

Namun, dalam penglihatan berbicaralah Tuhan Allah kepada Bapak Abram. Dia akan menolong dan memberkati Bapak Abram. Sebagai buktinya, dia diajak ke luar dan melihat bintang di langit. Bintang itu bisa dihitung nggak ya? Ada yang bisa? Iya, tidak bisa, karena sangat banyak. Sejak saat itu Abram menjadi orang yang “percaya Tuhan memberikan berkat” (ajak anak-anak menirukan “percaya Tuhan memberikan berkat”).

Bintang itu adalah tanda dari Tuhan Allah kepada Abram yang mempunyai pesan “Jangan takut”, “Aku memberkatimu”, “Aku menepati janji-Ku” (ajak anak-anak menirukan 3 kalimat ini). Abram sungguh percaya dan beriman kepada Tuhan yang berjanji menolong, memberkati dan menyelamatkannya. Ini adalah juga berkat Tuhan.

Setiap Minggu pertama bulan Agustus, GKJW mengingatnya sebagai bulan Pembangunan GKJW. Inilah hari yang membuat kita mengingat berkat Tuhan yang menepati janji-Nya untuk menolong umat termasuk gereja yang menghadapi masalah dan sedang gelisah. Karena itu, anak-anak Tuhan yang hebat, yuk kita belajar seperti Abram. Selalu percaya Tuhan menolong, percaya Tuhan menepati janji-Nya pada kita. (ajak anak berdiri dengan tangan di dada dan mengucapkan kata-kata “Aku Percaya Janji Tuhan. Aku percaya Tuhan memberkatiku”. Terkadang, sebagai manusia, apa yang kita harapkan itu rasanya tidak mungkin, berat atau mustahil, maka seperti Abram, mari percaya kepada janji Tuhan. Lalu, sebagai anak yang percaya Tuhan, mari kita juga menjadi anak-anak yang suka menolong teman dan menepati kalau sudah berjanji.

Aktivitas
(Kertas Sama Dengan Pratama)

Potong kertas aktivitas menjadi berbentuk bintang dengan kosong di baliknya. Setiap anak menerima 2 kertas. Berikan kepada anak-anak sebagai “Bintang Janji” dan “Bintang Berkat”. Pada bagian yang kosong minta anak-anak untuk menuliskan janji Tuhan kepada kita. Pada kertas kedua menuliskan berkat Tuhan kepada gereja  Misalnya, janji Tuhan : Tuhan menyertai kita, Tuhan mengasihi kita, Tuhan memberkati kita, Tuhan menolong kita. Berkat Tuhan, misalnya : iman, keselamatan, semangat, materi,

Renungan Harian

Renungan Harian Anak