Aku dan Kau Berbeda, Tetapi Kita Tetap Anak-Anak Allah Tuntunan Ibadah Anak 14 November 2021

1 November 2021

Tahun Gerejawi: Bulan Budaya
Tema:
Belajar persatuan dimulai dari perbedaan

Bacaan Alkitab: Kejadian 11 : 1-9
Ayat Hafalan
: “Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama” Roma 12 : 16a

Lagu Tema: Kidung Ria 25 “Yesus Cinta Segala Bangsa”

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Menara Babel, adalah sebuah menara yang dibangun pada zaman Babylonia oleh orang-orang keturunan Nuh. Mereka menggunakan satu bahasa yang sama. Ketika mereka berkunjung ke daerah Timur dan menemukan sebuah tanah datar di tanah Sinear, mereka merencanakan membangun sebuah menara yang tingginya sampai ke langit. Menara adalah salah satu bangunan ikonik hasil dari budaya dan dianggap teknologi yang paling maju bagi kondisi pada waktu itu. Dengan kata lainnya masyarakat yang dapat membangun menara dengan begitu tingginya, pastilah mempunyai budaya dan teknologi paling maju diantara masyarakat lainnya. Kemudian dibangunlah sebuah menara yang terbuat dari batu bata dan mereka menamainya Menara Babel. Kata babel juga memiliki arti : Gerbang Allah. Pembangunan menara babel ini bertujuan untuk menjadi tanda tempat pertemuan para keturunan Nuh supaya mereka tidak terserak ke seluruh bumi(ayat 4)dan juga menjadi tanda manusia ingin dekat dengan Allah yang digambarkan berada diatas langit. Namun realitanya dalam pembangunan menara babel bukan berfokus pada Allah, justru manusia menjadi sombong dan merasa hebat karena keturunan Nuh memiliki satu bahasa yang sama dan dapat mendirikan menara yang tingginya sampai ke langit.

Dikarenakan latarbelakang berdirinya menara babel untuk menonjolkan salah satu budaya dengan tidak mengakui budaya lainnya atau bahkan menghapus budaya disekitarnya. Maka Allah ingin memberikan teguran kepada orang-orang yang membuat menara Babel. Bahwa yang terpenting bukan membangun menara yang merupakan hasil teknologi dan budaya melainkan harus diawali dengan belajar mengenai perbedaan. Belajar perbedaan adalah hal yang paling dasar sebelum membangun kesatuan atau bahkan menghasilkan satu bangunan iconik untuk semuanya. Jadi jelas bahwa yang ditentang Allah bukanlah bangunannya melainkan alasan dibangunnya menara babel. Pada akhirnya menara babel yang didirikan oleh keturunan Nuh ini tidak berhasil didirikan dan bahasa mereka yang awalnya sama, kemudian dikacaubalaukan oleh Tuhan, sampai akhirnya bangsa ini pun diserakkan seluruh bumi.

Refleksi Pamong
Bercermin dari kisah pendirian menara Babel kita bersama dapat mengambil sebuah pelajaran bahwa perbedaan adalah bagian dari warna kehidupan yang diciptakan Tuhan bagi manusia, apa yang ada ini hendaknya menjadi bagian yang terus dipelihara. Supaya dari perbedaan yang ada kita memiliki suatu budaya untuk saling menghargai dan toleransi. Sehingga pada akhirnya tercipta suatu kesatuan untuk saling toleransi diantara perbedaan. Sebelum mengajarkan untuk menghargai perbedaan kepada anak-anak, para pamong hendaknya melakukan terlebih dahulu dalam kehidupan pelayanan setiap hari, baru kemudian mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anak. Bukankah masing-masing pamong juga memiliki gaya dan karakter yang berbeda-beda dalam pendekatan dan pelayanan kepada anak-anak. Biarkanlah perbedaan gaya dan karakter pamong ini menjadi bekal untuk membangun anak-anak menjadi rajin dalam beribadah. Memiliki sikap saling menghargai dan toleransi untuk mewujudkan sebuah kesatuan.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah runtuhnya menara Babel yang menyebabkan orang-orang memiliki aneka bahasa.

Alat Peraga

  1. Pamong mempersiapkan gambar menara babel & proses pembuatan menara Babel.
  2. Pamong mempersiapkan kertas dibentuk kubus dan disusun.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak semua,,, senang rasanya kita bisa berjumpa dalam keadaan sehat. Tanda kita sehat adalah bisa bernafas dengan lancar, untuk itu mari anak-anak kita coba tarik nafas lalu mengeluarkan lewat mulut. Nah mari kita lakukan bersama-sama, setelah itu bantu kakak menyusun kertas-kertas ini jadi menara ya lalu dengan belajar menarik nafas tadi kita tiup menaranya sampai menaranya rubuh ya anak-anak.

Inti Penyampaian (Pamong sambil menunjukkan gambar)
Anak-anak yang terkasih, tadi kan kita sudah membuat menara dari kertas lalu meniupnya, ternyata tadi yang kita susun lalu kita tiup adalah gambaran dari menara Babel anak-anak. Seperti ini gambarnya, menara ini telah dibuat oleh keturunan Nuh, pada zaman Babylonia. Orang-orang keturunan Nuh ini mereka punya bahasa yang sama seperti kita yaitu bahasa Indonesia. Lalu mereka membuat sebuah menara yang sangat tinggi sampai ke langit sebagai simbol tempat berkumpul. Tetapi bangsa lain tidak diajak untuk ikut membangun, coba kalau ada yang punya makanan lalu yang lain tidak diberi jadi tidak adil bukan. lalu Tuhan marah akhirnya menara itu runtuh, seperti saat tad kita sedang meniup bersama. Setelah menara babel ini runtuh orang-orang yang membangunnya tadi jadi punya banyak bahasa anak-anak seperti kita saat ini ada yang bisa bahasa jawa seperti : “Sugeng enjing, selamat pagi, good Morning” nah dengan bahasa yang macam-macam ini akhirnya orang-orang keturunan Nuh pergi terserak kemana-mana di seluruh penjuru dunia.

Penerapan
Anak- anak yang terkasih saat kita mendengar ada bahasa yang bermacam-macam kita jadi ingat gambar menara Babel, Tuhan cinta dengan bahasa dan budaya yang bermacam-macam, jadi walaupun kita berceda bahasa, warna kulit, bentuk dan jenis rambut tapi Tuhan sayang dengan kita. Jadi kita harus sayang dengan teman kita yang berbeda dari kita ya, kita mencintai mereka dengan tetap dekat dan berteman dengan semua teman karena kita adalah satu keluarga Tuhan sekalipun bahasa kita berbeda.

Aktivitas

  1. Pamong membuat mempersiapkan gambar menara Babel,
  2. Anak-anak diminta untuk mewarnai dengan warna yang berbeda-beda.
  3. Seusai mewarnai anak-anak diajak berefleksi dari warna-warna yang beda-beda dalam satu gambar menara Babel.

TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan

  1. Anak dapat menceritakan kembali kisah menara Babel yang menyebabkan orang-orang memiliki aneka bahasa.
  2. Anak dapat menyadari bahwa Tuhan menciptakan keberagaman bahasa.

Aalat Peraga: Pamong memakai pakaian Adat yang berbeda-beda dan bercerita dalam berbagai bahasa.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang terkasih, sukacita rasanya pada saat ini kita dapat berjumpa dalam keadaan sehat. Karena kita dalam keadaan sehat mari dengan semangat kita bersyukur kepada Tuhan sambil menyusun kertas-kertas ini kita membuat sebuah menara ya sampai tinggi, ada yang tahu menara apa ya namanya yang bangunannya sampai tinggi ke langit.

Inti Penyampaian
Pamong menunjukkan gambar

Ini dia anak-anak yang terkasih gambar dari menara babel seperti yang tadi kita coba buat, menara babel ini dibuat oleh orang-orang keturunan Nuh pada zaman Babylonia. Menara babel terbuat dari susunan batu bata. Menara ini dibuat oleh orang-orang keturunan Nuh untuk tempat berkumpul bangsa mereka sesama keturunan Nuh, pada awalnya mereka memiliki satu bahasa yang sama. Karena merasa mampu membuat menara yang menjulang ke langit dan menyepelekan bangsa lain. Maka Tuhan Allah menegur mereka, sehingga menara yang dibuat menjulang ke langit tidak berhasil dibuat. Sementara bahasa mereka menjadi beraneka ragam, hingga akhirnya orang-orang keturunan Nuh pergi ke berbagai penjuru daerah dan mereka tidak lagi memiliki satu bahasa, namun banyak bahasa.

Penerapan
Setelah mendengar cerita tentang menara Babel kita menjadi mengerti sekarang bahwa di dunia ini banyak bahasa dan suku bangsa bukan karena dampak dari peristiwa pendirian menara Babel, namun karena Tuhan menciptakan kita dengan beragam, agar kita bisa saling menyayangi dan menghargai perbedaan yang ada mulai dari bahasa dan budaya. Untuk itu anak-anak yang terkasih bila dalam kehidupan sehari-hari kita menjumpai orang memiliki beragam bahasa, maupun berbeda warna jenis kulit kita harus menerima dan saling menghargai mereka. Dengan cara saling menyapa dan belajar bahasa yang dimiliki oleh orang lain.

Aktivitas
Anak-anak mengisi teka teki silang untuk mengucapkan terima kasih dalam berbagai bahasa.

Mendatar

  1. Ucapan Terima Kasih dalam bahasa Jawa : Matur Nuwun
  2. Ucapan Terima Kasih dalam bahasa Mandarin : Xie-Xie
  3. Ucapan Terima kasih dalam bahasa Jerman : Danke
  4. Ucapan Terima Kasih dalam bahasa Jepang : Arigato
  5. Ucapan Terima Kasih dalam bahasa Perancis : Merci
  6. Ucapan Terima Kasih dalam bahasa Belanda : Dank Je
  7. Ucapan Terima Kasih dalam bahasa Spanyol : Gracias

Menurun

  1. Ucapan Terima Kasih dalam bahasa Inggris : Thank You
  2. Ucapan Terima Kasih dalam bahasa Italia : Grazies
  3. Ucapan Terima Kasih dalam bahasa Korea : Gamsa hamnida

TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan

  1. Anak dapat menjelaskan runtuhnya menara Babel yang menyebabkan orang-orang memiliki aneka bahasa.
  2. Anak dapat menyadari bahwa Tuhan menciptakan keberagaman Bahasa.
  3. Anak dapat mendaftar kata terima kasih dalam berbagai macam Bahasa.

Alat Peraga: Gambar sama dengan alat peraga Balita

  1. Pamong mempersiapkan gambar menara babel dan pembangunannya
  2. Pamong mempersiapkan gambar runtuhnya menara babel.

Pendahuluan
Selamat pagi, sugeng enjing, good morning anak-anak yang terkasih… bagaimana kabarnya ? senang sekai kita berjumpa dalam keadaan sehat. Bagaimana tadi ketika anak-anak mendengar kakak mengucapkan selamat pagi dalam berbagai bahasa. Senang bukan kita manusia memiliki kekayaan bahasa. Kekayaan bahasa kita ini ada sejarahnya lho.

Inti Penyampaian
(Pamong menunjukkan gambar)

Sejarah awal mula berbagai bahasa diawali dari sejarah berdirinya menara Babel. Pada zaman Babylonia orang-orang keturunan Nuh, pergi ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear. Lalu di tanah itu mereka mendirikan sebuah menara yang menjulang tinggi ke langit dan diberi nama menara Babel. Menara Babel didirikan dengan tujuan untuk membuat tempat bengkumpulknya orang-orang keturunan Nuh yang memiliki satu bahasa, dan menjadi tempat untuk dekat dengan Tuhan karena bentuk menara yang menjulang tinggi ke langit. Bangunan menara juga menjadi sebuah simbol kemajuan suatu budaya, sebab pada zaman itu tidak semua budaya mampu membangun Icon menara. Karena latarbelakang dibuatnya menara Babel adalah untuk memajukan sendiri golongan orang-orang keturunan Nuh dan tidak mengkui bangsa lain. Maka Tuhan menegur mereka dengan cara merobohkan menara babel. Hingga pada akhirnya menara Babel tidak jadi berdiri dan semua orang menjadi berbahasa yang bermacam-macam, lalu kemudian mereka terpencar ke seluruh bumi.

Penerapan
Rencana pendirian menara Babel menjadi pelajaran bagi kita anak-anak yang terkasih, kita boleh bangga dengan budaya yang kita miliki dan terus melestarikannya. Namun jangan lupa bahwa kita juga bagian dari perbedaan yang ada di seluruh penjuru dunia. Untuk itu kita harus saling menghargai karena Tuhan tidak hanya menciptakan fisik kita berbeda namun juga bahasa kita berbeda-beda.

Aktivitas: Aktivitas sama dengan Pratama

Renungan Harian

Renungan Harian Anak