Judul: Menolongnya Tidak Pilih Kasih
Tahun Liturgi: Bulan Ekumene
Tema: Menolong dengan Kasih, bukan dengan pilih-pilih
Bacaan Alkitab: 2 Raja-Raja 5:1-3, 7-15
Ayat Hafalan: “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus”. (Galatia 6:2)
Lagu Tema: Kidung Siwi 76 “Berbeda Tetaplah Bersaudara”
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Ada 5 tokoh yang diperkenalkan dalam 2 Raja-raja 5:1-15 yaitu Naaman, Istri Naaman, Gadis Perempuan dari Israel, Raja Aram, Raja Israel dan Elisa. Kelima tokoh ini memiliki peran penting dalam kesembuhan Naaman dari sakit kusta yang dideritanya. Gadis Perempuan dari Israel yang dibawa sebagai tawanan perang kemudian menjadi pelayan Istri Naaman menjadi pintu pembuka kesembuhan Naaman. Menarik jika penulis kitab 2 Raja-raja memberi peran penting bagi gadis perempuan itu untuk bersuara menyampaikan pendapatnya dan didengar oleh tuannya (istri Naaman). Walaupun berbeda kasta dan juga suku, nampaknya istri Naaman memperlakukan pelayanannya dengan baik. Sehingga gadis Israel itupun akhirnya peduli dengan penderitaan atau kesusahan dari tuannya.
Gadis Israel itu menyarankan agar Naaman, tuannya menemui nabi yang ada di Israel agar dapat sembuh dari penyakit kulitnya. Naaman segera menemui Raja Aram dan menceritakan apa yang disampaikan oleh Gadis Israel itu. Kemudian Raja Aram membuat surat untuk Raja Israel, tetapi tampaknya terjadi miskomunikasi yang bisa semakin memperuncing permusuhan mereka. Disaat itulah kemudian tampil Elisa, tidak diceritakan detail bagaimana kabar itu bisa sampai di telinga Elisa, tetapi kemudian Elisa menyuruh Naaman untuk datang kepadanya. Elisa kemudian menyuruh Naaman mandi di Sungai Yordan, walau sempat ditolak oleh Naaman tetapi akhirnya dilakukannya juga. Mandi di Sungai Yordan menyimbolkan ketaatan dan kerendahan hati, Naaman seorang panglima raja Aram mau taat dan rendah hati untuk menuruti apa yang diperintahkan oleh Elisa. Selain itu juga sungai Yordan bukanlah sungai yang terbaik di dunia tetapi disanalah kesembuhan, pemulihan terjadi. Hal ini menunjukkan kasih Allah yang sanggup memulihkan, menyembuhkan mereka yang kotor dan penuh dosa.
Kisah Naaman ini menunjukkan bahwa Allah peduli kepada semua orang, tidak hanya kepada Israel, tetapi juga kepada bangsa lain. Yang harus dilakukan untuk menerima kasih Allah itu adalah dengan taat melakukan perintah-Nya (firman-Nya) walaupun perintah-Nya tampak aneh dan tidak masuk akal tetapi manusia diajak untuk rendah hati dan bersedia melakukan perintah-Nya dengan taat.
Refleksi Untuk Pamong:
Allah peduli kepada semua orang, tidak hanya kepada orang Israel saja tetapi juga kepada bangsa lain juga. Syarat untuk mendapatkan kasih dan kepedulian Allah adalah rendah hati dan taat kepada perintah-Nya. Kisah Naaman ini menggambarkan kepedulian Allah yang melampaui suku bangsa. Kepedulian Allah itu muncul dari belas kasihan gadis Israel yang menjadi pelayan dari istri Naaman juga dari belas kasihan Elisa yang melihat potensi permusuhan Raja Israel dan Raja Aram bisa semakin meruncing. Kepedulian Allah muncul disaat Naaman mau taat mendengarkan perintah-Nya dengan mandi di Sungai Yordan. Kepedulian Allah muncul menjadi bentuk pertolongan dengan menyembuhkan Naaman dari sakit kulitnya.
Melalui kisah Naaman, para pamong diingatkan untuk terus menjadi teladan bagi anak-anak dalam hal kepedulian kepada mereka. Kepedulian yang muncul dari belas kasihan dan berujung pada pertolongan. Bisa jadi anak-anak memiliki pergumulan, permasalahan, kesulitan yang tidak berani mereka sampaikan kepada orang dewasa di sekitarnya karena takut jika tidak didengar. Disanalah para pamong diajak peka untuk peduli, berbelas kasihan dan menolong anak-anak dimulai dengan menjadi ruang yang aman dan nyaman untuk mereka bercerita sehingga akhirnya berani menyelesaikan segala pergumulan, permasalahan dan kesulitan yang dihadapi.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan:
- Anak dapat menyebutkan tokoh dalam cerita (Naaman dan gadis kecil).
- Anak dapat memahami bahwa menolong orang lain adalah hal yang baik dan Tuhan menyukainya.
- Anak dapat menunjukkan sikap menolong teman dalam kehidupan sehari-hari.
Pendahuluan
(Pamong melakukan monolog sebagai gadis Israel)
Teman-teman, perkenalkan aku adalah seorang gadis dari Israel. Aku dibawa ke rumah ini karena bangsaku kalah perang. Tetapi aku merasa bahagia karena tuanku yang bernama Naaman dan istrinya memperlakukanku dengan sangat baik. Walau aku berbeda dengan tuanku, aku orang Israel dan tuanku adalah orang Aram. Tetapi mereka tetap memperlakukanku dengan sangat baik. Tetapi, hari ini aku sedang bersedih (ekspresi sedih) karena tuanku, Naaman sedang sakit kulit di sekujur tubuhnya. Kasian tuanku sangat menderita dengan sakitnya. Tuanku tidak bisa melakukan pekerjaannya, dia tidak bisa memimpin pasukannya untuk berperang. Aku sangat sedih melihat kondisi tuanku.
Inti Penyampaian
(Pamong masih melanjutkan monolog sebagai gadis Israel)
Teman-teman, sebenarnya di tempat asalku Israel ada seorang nabi yang bisa menyembuhkan penyakit tuanku Naaman. Nabi itu bernama Elisa. Tetapi aku takut untuk memberitahu tuanku, iya kalau nanti tuanku mau bertemu nabi itu, kalau tidak bagaimana? Kan kami berbeda. Tuanku Naaman, orang Aram. Sedangkan, aku dan nabi Elisa, orang Israel. Kalau memberitahu, nanti aku didengar tidak ya? Kan aku hanya gadis kecil dan posisiku hamba, sedang tuanku adalah panglima perang. Ah benar-benar aku bingung sekali (sambil mondar-mandir dan berpikir). Bagaimana ya enaknya, aku harus menolong tuanku dengan memberitahu ada nabi di Israel yang bisa menyembuhkannya atau tidak ya kira-kira? Bagaimana pendapat teman-teman? Aku memberitahu tuanku atau tidak? (meminta pendapat dan jawaban dari anak-anak).
Terimakasih ya teman-teman sudah dibantu berpikir. Aku memutuskan akan memberitahu tuanku. Tapi sepertinya aku tidak berani memberitahu tuanku secara langsung, aku takut (ekspresi takut). Bagaimana kalau aku memberitahu istri tuanku ya? Supaya nanti diberitahukan kepada tuanku. Bagaimana ya teman-teman, seperti itu saja ya? (menanti jawaban anak-anak). Baiklah aku akan memberitahu istri tuanku, Naaman jika ada seorang nabi di Israel yang bernama Elisa, bisa menyembuhkan sakit kulit tuanku. Sebentar ya, aku pamit dulu memberitahu istri tuanku. Sampai nanti ya teman-teman. (berjalan seolah menjauhi anak-anak).
Penerapan
(pamong masih melanjutkan monolog sebagai gadis Israel)
(Berjalan kembali menuju anak-anak, dengan ekspresi bahagia). Teman-teman, hai teman-teman aku punya kabar bahagia. Ternyata, aku didengarkan oleh tuanku. Tuanku mau ke Israel bertemu nabi Elisa. Tahu tidak, sekarang tuanku sudah sembuh. Ah benar-benar aku bahagia sekali. Hore tuanku Naaman sudah sembuh, hore tuanku Naaman sudah sembuh (sambil bersorak bahagia).
Teman-teman, boleh tidak aku berpesan kepada kalian. Teman-teman yang baik boleh lo kalian mencontoh aku. Berani menolong siapapun orang yang membutuhkan tanpa pilih kasih. Kalau sudah bisa menolong orang lain, kalian pasti akan merasakan bahagia seperti aku. Dan tahu tidak, Tuhan pun senang melihat teman-teman mau menolong orang lain tanpa pilih kasih. Teman-teman bersedia kan mencontoh aku, menolong orang lain tanpa pilih kasih? (menunggu jawaban anak-anak). Sekarang aku mau pamit dulu ya teman-teman, aku mau menolong teman-temanku yang lain yang sedang bekerja di rumah tuanku. Kapan-kapan kita berjumpa lagi ya teman-teman. Sampai jumpa lagi teman-temanku yang hebat.
Aktivitas
- Pamong menyiapkan bahan untuk anak-anak mewarnai.
- Bahan yang disiapkan adalah gambar Naaman dan gadis Israel, atau Naaman bertemu Elisa, atau Naaman mandi di Sungai Yordan, atau Naaman sembuh.
- Pamong bisa mencari gambar di internet atau membuat gambar sendiri.
- Anak-anak dibagi dalam kelompok, dalam 1 kelompok terdiri dari 2-3 anak.
- Masing-masing kelompok diberi 1 kertas untuk mewarna dan 1 set crayon.
- Anak-anak akan mewarna bersama-sama di dalam satu kelompok.
- Saat akan meminjam crayon yang dipakai temannya atau saat akan memberikan pendapat tentang warna yang akan diaplikasikan, anak-anak mengucapkan kata “minta tolong” dan teman yang lain menjawab “aku bersedia menolongmu”.
Dari aktivitas hari ini, anak-anak diajak belajar untuk berani menolong teman tanpa pilih kasih. Anak-anak juga belajar saat menolong teman, mereka juga perlu menahan ego pribadi agar pekerjaan yang dilakukan bersama dapat selesai dengan baik.
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan:
- Anak dapat menceritakan kisah gadis kecil yang menolong Naaman.
- Anak dapat menjelaskan bahwa menolong sesama itu penting, tanpa melihat perbedaan.
- Anak dapat menyebutkan contoh tindakan sederhana dalam menolong orang lain.
- Anak dapat membedakan sikap menolong dengan sikap egois.
Pendahuluan
(Pamong melakukan monolog sebagai gadis Israel)
Teman-teman, perkenalkan aku adalah seorang gadis dari Israel. Aku dibawa ke rumah ini karena bangsaku kalah perang. Tetapi aku merasa bahagia karena tuanku yang bernama Naaman dan istrinya memperlakukanku dengan sangat baik. Walau aku berbeda dengan tuanku, aku orang Israel dan tuanku adalah orang Aram. Tetapi mereka tetap memperlakukanku dengan sangat baik. Tetapi, hari ini aku sedang bersedih (ekspresi sedih) karena tuanku, Naaman sedang sakit kulit di sekujur tubuhnya. Kasian tuanku sangat menderita dengan sakitnya. Tuanku tidak bisa melakukan pekerjaannya, dia tidak bisa memimpin pasukannya untuk berperang. Aku sangat sedih melihat kondisi tuanku.
Inti penyampaian
(Pamong masih melanjutkan monolog sebagai gadis Israel)
Teman-teman, sebenarnya di tempat asalku Israel ada seorang nabi yang bisa menyembuhkan penyakit tuanku Naaman. Nabi itu bernama Elisa. Tetapi aku takut untuk memberitahu tuanku, iya kalau nanti tuanku mau bertemu nabi itu, kalau tidak bagaimana? Kan kami berbeda. Tuanku Naaman, orang Aram. Sedangkan, aku dan nabi Elisa, orang Israel. Kalau memberitahu, nanti aku didengar tidak ya? Kan aku hanya gadis kecil dan posisiku hamba, sedang tuanku adalah panglima perang. Ah benar-benar aku bingung sekali (sambil mondar-mandir dan berpikir). Bagaimana ya enaknya, aku harus menolong tuanku dengan memberitahu ada nabi di Israel yang bisa menyembuhkannya atau tidak ya kira-kira? Bagaimana pendapat teman-teman? Aku memberitahu tuanku atau tidak? (meminta pendapat dan jawaban dari anak-anak).Terimakasih ya teman-teman sudah dibantu berpikir. Aku memutuskan akan memberitahu tuanku. Tapi sepertinya aku tidak berani memberitahu tuanku secara langsung, aku takut (ekspresi takut). Bagaimana kalau aku memberitahu istri tuanku ya? Supaya nanti diberitahukan kepada tuanku. Bagaimana ya teman-teman, seperti itu saja ya? (menanti jawaban anak-anak). Baiklah aku akan memberitahu istri tuanku, Naaman jika ada seorang nabi di Israel yang bernama Elisa, bisa menyembuhkan sakit kulit tuanku. Sebentar ya, aku pamit dulu memberitahu istri tuanku. Sampai nanti ya teman-teman. (berjalan seolah menjauhi anak-anak).
Penerapan
(pamong masih melanjutkan monolog sebagai gadis Israel)
(Berjalan kembali menuju anak-anak, dengan ekspresi bahagia). Teman-teman, hai teman-teman aku punya kabar bahagia. Ternyata, aku didengarkan oleh tuanku. Tuanku mau ke Israel bertemu nabi Elisa. Tahu tidak, sekarang tuanku sudah sembuh. Untung pada saat itu aku tidak egois, coba kalau aku egois tidak mau menolong tuanku Naaman. Coba kalau aku egois dan pilih kasih, karena aku orang Israel maka aku tidak mau menolong tuanku yang orang Aram. Untuk aku diingatkan teman-teman supaya mau menolong tuanku Naaman. Ah benar-benar aku bahagia sekali. Hore tuanku Naaman sudah sembuh, hore tuanku Naaman sudah sembuh (sambil bersorak bahagia).
Teman-teman, boleh tidak aku berpesan kepada kalian. Teman-teman yang baik boleh lo kalian mencontoh aku. Berani menolong siapapun orang yang membutuhkan tanpa pilih kasih. Kalau sudah bisa menolong orang lain, kalian pasti akan merasakan bahagia seperti aku. Dan tahu tidak, Tuhan pun senang melihat teman-teman mau menolong orang lain tanpa pilih kasih. Teman-teman, kira-kira tau tidak pertolongan apa saja ya yang bisa kita berikan kepada orang lain? Yuk kita coba mengingat-ingat. Kalau di rumah apa ya yang bisa teman-teman lakukan untuk menolong orangtua atau kakak dan adik? (menunggu jawaban anak-anak dan pamong juga bisa membantu jawaban : membantu bersih-bersih rumah, membantu membereskan mainan, dll). Kalau di sekolah apa ya yang bisa teman-teman lakukan untuk menolong guru atau teman? (menunggu jawaban anak-anak dan pamong juga bisa membantu jawaban : membantu mengerjakan tugas, membantu membawakan buku guru, dll). Kalau di gereja apa ya yang bisa teman-teman lakukan untuk menolong pamong atau teman? (menunggu jawaban anak-anak dan pamong juga bisa membantu jawaban : membantu membacakan Alkitab, membantu menyiapkan ruangan sekolah minggu, dll)
Teman-teman bersedia kan mencontoh aku, menolong orang lain tanpa pilih kasih? (menunggu jawaban anak-anak). Sekarang aku mau pamit dulu ya teman-teman, aku mau menolong teman-temanku yang lain yang sedang bekerja di rumah tuanku. Kapan-kapan kita berjumpa lagi ya teman-teman. Sampai jumpa lagi teman-temanku yang hebat.
Aktivitas
- Pamong menyiapkan bahan untuk anak-anak mewarnai.
- Bahan yang disiapkan adalah gambar Naaman dan gadis Israel, atau Naaman bertemu Elisa, atau Naaman mandi di Sungai Yordan, atau Naaman sembuh.
- Pamong bisa mencari gambar di internet atau membuat gambar sendiri.
- Anak-anak dibagi dalam kelompok, dalam 1 kelompok terdiri dari 2-3 anak.
- Masing-masing kelompok diberi 1 kertas untuk mewarna dan 1 set crayon.
- Anak-anak akan mewarna bersama-sama di dalam satu kelompok.
- Saat akan meminjam crayon yang dipakai temannya atau saat akan memberikan pendapat tentang warna yang akan diaplikasikan, anak-anak mengucapkan kata “minta tolong” dan teman yang lain menjawab “aku bersedia menolongmu”.
Dari aktivitas hari ini, anak-anak diajak belajar untuk berani menolong teman tanpa pilih kasih. Anak-anak juga belajar saat menolong teman, mereka juga perlu menahan ego pribadi agar pekerjaan yang dilakukan bersama dapat selesai dengan baik.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak dapat menjelaskan tokoh dan peristiwa dalam kisah 2 Raja-Raja 5:1-15.
- Anak dapat memahami bahwa Tuhan menginginkan kita untuk menolong tanpa melihat perbedaan suku, agama atau status sosial.
- Anak dapat mengidentifikasi cara-cara menolong orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
- Anak dapat merefleksikan apakah dirinya sudah menjadi pribadi yang suka menolong tanpa membeda-bedakan orang.
Pendahuluan
(Pamong melakukan monolog sebagai gadis Israel)
Teman-teman, perkenalkan aku adalah seorang gadis dari Israel. Aku dibawa ke rumah ini karena bangsaku kalah perang. Tetapi aku merasa bahagia karena tuanku yang bernama Naaman dan istrinya memperlakukanku dengan sangat baik. Walau aku berbeda dengan tuanku, aku orang Israel dan tuanku adalah orang Aram. Tetapi mereka tetap memperlakukanku dengan sangat baik. Tetapi, hari ini aku sedang bersedih (ekspresi sedih) karena tuanku, Naaman sedang sakit kulit di sekujur tubuhnya. Kasian tuanku sangat menderita dengan sakitnya. Tuanku tidak bisa melakukan pekerjaannya, dia tidak bisa memimpin pasukannya untuk berperang. Aku sangat sedih melihat kondisi tuanku.
Inti penyampaian
(Pamong masih melanjutkan monolog sebagai gadis Israel)
Teman-teman, sebenarnya di tempat asalku Israel ada seorang nabi yang bisa menyembuhkan penyakit tuanku Naaman. Nabi itu bernama Elisa. Tetapi aku takut untuk memberitahu tuanku, iya kalau nanti tuanku mau bertemu nabi itu, kalau tidak bagaimana? Kan kami berbeda. Tuanku Naaman, orang Aram. Sedangkan, aku dan nabi Elisa, orang Israel. Kalau memberitahu, nanti aku didengar tidak ya? Kan aku hanya gadis kecil dan posisiku hamba, sedang tuanku adalah panglima perang. Ah benar-benar aku bingung sekali (sambil mondar-mandir dan berpikir). Bagaimana ya enaknya, aku harus menolong tuanku dengan memberitahu ada nabi di Israel yang bisa menyembuhkannya atau tidak ya kira-kira? Bagaimana pendapat teman-teman? Aku memberitahu tuanku atau tidak? (meminta pendapat dan jawaban dari anak-anak).
Terimakasih ya teman-teman sudah dibantu berpikir. Aku memutuskan akan memberitahu tuanku. Tapi sepertinya aku tidak berani memberitahu tuanku secara langsung, aku takut (ekspresi takut). Bagaimana kalau aku memberitahu istri tuanku ya? Supaya nanti diberitahukan kepada tuanku. Bagaimana ya teman-teman, seperti itu saja ya? (menanti jawaban anak-anak). Baiklah aku akan memberitahu istri tuanku, Naaman jika ada seorang nabi di Israel yang bernama Elisa, bisa menyembuhkan sakit kulit tuanku. Sebentar ya, aku pamit dulu memberitahu istri tuanku. Sampai nanti ya teman-teman. (berjalan seolah menjauhi anak-anak).
Penerapan
(pamong masih melanjutkan monolog sebagai gadis Israel)
(Berjalan kembali menuju anak-anak, dengan ekspresi bahagia). Teman-teman, hai teman-teman aku punya kabar bahagia. Ternyata, aku didengarkan oleh tuanku. Tuanku mau ke Israel bertemu nabi Elisa. Tahu tidak, sekarang tuanku sudah sembuh. Teman-teman, tau tidak bahwa Tuhanku menginginkan kita semua mau menolong orang lain tanpa membedakan. Seperti aku yang orang Israel dan adalah seorang hamba mau menolong tuanku Naaman orang Aram dan seorang perwira perang yang hebat. Kalau bernai menolong semua orang tanpa pilih kasih itu rasanya bahagia sekali. Aku yakin Tuhanku juga bahagia melihatku. Ah benar-benar aku bahagia sekali. Hore tuanku Naaman sudah sembuh, hore tuanku Naaman sudah sembuh (sambil bersorak bahagia).
Teman-teman, boleh tidak aku berpesan kepada kalian. Teman-teman yang baik boleh lo kalian mencontoh aku. Berani menolong siapapun orang yang membutuhkan tanpa pilih kasih. Kalau sudah bisa menolong orang lain, kalian pasti akan merasakan bahagia seperti aku. Dan tahu tidak, Tuhan pun senang melihat teman-teman mau menolong orang lain tanpa pilih kasih. Kira-kira teman-teman sudah benar-benar melakukan semua itu belum ya? Menolong orang lain tanpa pilih kasih, tanpa membedakan?
Teman-teman, boleh tidak aku berpesan kepada kalian. Teman-teman yang baik boleh lo kalian mencontoh aku. Berani menolong siapapun orang yang membutuhkan tanpa pilih kasih. Kalau sudah bisa menolong orang lain, kalian pasti akan merasakan bahagia seperti aku. Dan tahu tidak, Tuhan pun senang melihat teman-teman mau menolong orang lain tanpa pilih kasih. Temanteman bersedia kan mencontoh aku, menolong orang lain tanpa pilih kasih? (menunggu jawaban anak-anak). Sekarang aku mau pamit dulu ya temanteman, aku mau menolong teman-temanku yang lain yang sedang bekerja di rumah tuanku. Kapan-kapan kita berjumpa lagi ya teman-teman. Sampai jumpa lagi teman-temanku yang hebat.
Aktivitas
- Anak-anak madya diajak untuk membuat daftar “Berani Menolong Tanpa Pilih Kasih” di gereja, sekolah, rumah.
- Anak-anak diberi waktu 1 minggu untuk melakukan daftar nya tersebut.
- Jika anak-anak sudah melakukan pertolongan kepada orang lain. Anak-anak bisa menulis di daftar itu .
- Tempat Menolong :
- Siapa yang ditolong :
- Bentuk pertolongan :
- Refleksi setelah menolong :
- Daftar “Berani Menolong Tanpa Pilih Kasih” dikumpulkan dalam ibadah anak minggu depannya (19 Oktober 2025) dan pamong memberikan reward kepada anak-anak yang sudah berani menolong tanpa pilih kasih.