Berbahagialah Yang Percaya Tuntunan Ibadah Remaja 15 April 2018

Bacaan : Yohanes20:24-29
Tahun Gerejawi : Paskah 3

Tema : Percaya
Tujuan :

  1. Anak dapat menjelaskan tentang sikap keragu-raguan Thomas terhadap kebangkitan Yesus.
  2. Anak dapat menceritakan pengalaman hidup bahwa Tuhan itu ada

Lagu Tema  :KJ 387 “Ku Heran Allah Mau Memb’ri”

PENJELASAN TEKS ( Untuk Pamong )

“Ya Tuhanku, Ya Allahku!”

Kata ‘percaya’ menjadi penekanan penting dalam bacaan ini. Kisah Thomas yang tidak percaya pada kebangkitan Tuhan Yesus ini menjadi semakin menarik karena hanya ditulis dalam Injil Yohanes saja. Tetapi bukan tanpa makna, tetapi malah semakin menegaskan tujuan Injil Yohanes ini ditulis. Sebab dalam perikop inilah sang murid dengan jelas menyebut bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allahnya (ay. 28).

Sebelumnya, Thomas merasa tidak percaya akan kebangkitan-Nya (ay. 24) dan meminta bukti (ay. 25). Namun, delapan hari kemudian ia sendiri bertemu Yesus yang telah bangkit (ay. 26). Sangat menarik, bahwa Yesus datang khusus untuk Tomas yang meragukan-Nya dan meminta Tomas untuk membuktikan sendiri.

“Ya, Tuhanku dan Allahku!” jawab Tomas (ay. 29). Pengakuan ini menjadi sebuah penutup manis yang berkaitan erat dengan permulaan Injil ini ditulis, Bahwa “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah;” dan “Firman itu telah menjadi manusia …” (Yoh. 1 : 1 ; 14). Inilah tujuan penulis Injil Yohanes yang ingin mengajak mempercayai bahwa Tuhan Yesus ialah Tuhan, maka jangan sampai kita tidak percaya. Maka itulah Tuhan Yesus menekankan “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (ay. 29).

PERSIAPAN CERITA
Ajak anak melakukan permainan si buta mencari bola.
Alat-alat:

  1. Sebuah penutup mata
  2. 10-20 bola tenis meja dengan diberi nomor
  3. 2 wadah untuk bola-bola tersebut

Cara bermain:

  1. Bagi anak menjadi beberapa regu/kelompok.
  2. Pilih seorang menjadi ‘si buta’ dan ditutup matanya.
  3. ‘Si buta’ diberi tugas untuk mengambil bola yang disediakan sesuai dengan urutan yang diberikan melalui instruksi yang diberikan oleh teman satu regunya tanpa menyentuh ‘si buta’.
  4. Teman satu regu memberi urutan sesuai instruksi yang diberikan oleh pamong.
  5. Teman di regu lain bisa saja mengganggu tanpa menyentuh ‘si buta’
  6. Pemenangnya adalah regu yang bisa mengumpulkan bola sesuai dengan instruksi pamong paling cepat.

CONTOH CERITA
Pertanyaannya adalah bagimana perasaan anak-anak dalam permainan itu? Apakah kebingungan mendengar suara teman yang seregu? Apakah sempat ragu-ragu karena tidak melihat? Dalam permainan ini kita belajar mendengar dan mempercayai teman yang sedang membantu kita.

Ternyata sulit untuk mendengarkan dan mempercayai yang kita dengar. Kecuali jika kita mengenal suara teman yang membantu kita. Ini akan lebih mudah. Ketika dengan mudah kita melakukannya dengan mata terbuka ketimbang dengan mata yang tertutup. Jadi anak-anak lebih percaya dengan yang terlihat ya? (tunggu respon anak-anak untuk menjawab ‘iya’)

Lalu, bagaimana dengan Tuhan, apakah anak-anak percaya bahwa Tuhan ada? Bagaimana membuktikannya? (ada kemungkinan anak ragu-ragu)

Keragu-raguan itulah yang dialami oleh Tomas. Karena tidak mengalami sendiri perjumapaan dengan Tuhan Yesus yang telah bangkit, ia meragukan kebenaran berita Tuhan Yesus. Bahkan berkata seperti di ayat 25. Mari anak-anak kita uacapkan apa yang dikatakan oleh Tomas! Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”

Tomas ragu dan membutuhkan bukti bahwa Tuhan Yesus telah bangkit. Delapan hari kemudian, Tuhan Yesus menampakkan diri secara khusus untuk Tomas, dan berkata, “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”(ay. 27) Tuhan Yesus mengingkan supaya Tomas tidak meragukana kebangkitan-Nya lagi dan percaya penuh kepada Kabangkitan Tuhan Yesus. Kemudian Tomas percaya dan berkata, “Ya Tuhanku dan Allahku.” (ay. 28).

Ternyata Tuhan Yesus hadir menunjukkan dirinya kepada Tomas dan menunjukkan luka di lambung-Nya. Dan Tuhan juga sudah ada dalam hidup kita. Apa buktinya? Buktinya adalah banyak berkat dari Tuhan dan banyak pula hal-hal yang dilakukan Tuhan dalam hidup kita. Mari kita semakin percaya bahwa Tuhan selalu ada bersama dengan kita. Tuhan pasti akan menyertai kita. Amin

Lagu Tema : KJ 387 “Ku Heran Allah Mau Memb’ri”

AKTIVITAS
Ajak anak berbagi tentang pengalamannya bersama Tuhan, dan menunjukkan bahwa Tuhan benar-benar ada dalam hidup mereka. Beri kesempatan kepada masing-masing anak untuk berbagi pengalaman.


Gambar: The Doubting Thomas – Leendert van der Cooghen (ca.1654)

 

Bagikan Entri Ini: