Aku Anak Pemberani Tuntunan Ibadah Remaja 9 Agustus 2026

27 July 2026

Tahun Liturgi: Bulan Pembangunan GKJW
Tema: Yesuslah Penolongku
Judul: Aku Anak Pemberani

Bacaan Alkitab: Matius 14:22-33
Ayat Hafalan: “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab Tuhan, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.” (Ulangan 31:6)

Lagu Tema: Lagu Pop Rohani “Yesus Itulah Satu-satunya”

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Setelah perikop minggu lalu bercerita tentang Yesus melayani dan memberi makan lima ribu orang, setelah orang banyak itu kenyang dan mendapatkan mukjizat, Tuhan Yesus menyuruh mereka pulang ke rumah masing-masing. Sementara para murid diminta untuk pergi ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. Sementara perahu para murid sudah berjalan beberapa puluh mil jauhnya dari pantai, bersamaan waktu itu ada angin sakal. Kira-kira jam tiga malam, datanglah Yesus kepada murid-Nya dengan berjalan di atas air. Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru, “Itu hantu!” lalu berteriak-teriak karena takut. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia, “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Kata Yesus, “Datanglah!” Maka Petrus pun turun dari atas perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak, “Tuhan, tolonglah aku!” Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya memegang dia dan berkata, “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” Lalu mereka naik ke perahu dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia katanya, “Sesungguhnya Engkau Anak Allah.”

Refleksi untuk Pamong
Perikop Injil Matius 14:22-33 mengajak setiap umat untuk berproses mengalahkan keraguan ataupun ketakutan yang muncul dari dalam diri terkait kuasa Tuhan yang tidak terbatas. Meskipun dalam menata hati serta pikiran ragu atau takut itu tidaklah mudah, sembari berproses menata hidup lewat perikop ini, kita diajak untuk memusatkan pikiran kepada Yesus Kristus, seperti yang dialami Petrus pada saat keluar dari perahu, ia memusatkan perhatian pada Yesus. Namun, setelah dirasa tiupan angin, berubahlah fokusnya menjadi angin itu dan pada akhirnya jatuhlah dia ke dalam air.

Terkadang, sekalipun sudah melayani dalam waktu yang lama, sebagai seorang pamong atau pelayan yang lain juga tidak lepas dari rasa takut, kurang semangat, kurang percaya diri, dan bimbang. Inilah yang menjadi tantangan kita, untuk menata hati dan pikiran supaya berfokus pada Tuhan. Sehingga rasa cemas, takut, ataupun gelisah akan diubahkan Tuhan menjadi rasa syukur dan tenang, seperti yang dialami para murid Yesus.

Tujuan: Remaja dapat merumuskan cara memecahkan keraguan atau ketakutan dengan bersandar pada Tuhan.

Pendahuluan
Selamat pagi para remaja yang terkasih. Bersyukur hari ini kita berjumpa dalam ibadah anak dan remaja dengan penuh sukacita dan sehat. Sebelum kakak pamong mau menyampaikan firman Tuhan hari ini, adakah anak-anak yang bisa menebak gambar ini menceritakan tentang apa, ya? (Alat peraga ada di link peraga)

(Pamong mencetak kedua gambar di link alat peraga, lalu di bagian garis titik putus-putus itu dibuka dengan cutter/gunting. Lalu, sediakan stik es/lidi, kemudian gunting dan tempel gambar Tuhan Yesus, masukkan pada gambar garis putus-putus di sebelah perahu agar bisa diperagakan Yesus berjalan di atas air menjumpai para murid.)

Inti Penyampaian
Dalam perikop ini, Tuhan Yesus sedang menyuruh orang banyak kembali pulang dan menyuruh para murid melanjutkan perjalanan ke seberang dengan menggunakan perahu. Kemudian Yesus ke atas bukit untuk sejenak berdoa seorang diri. Selama perjalanan para murid di atas perahu, mereka diperhadapkan dengan gelombang karena angin sakal (angin yang bertiup berlawanan arah dengan laju kapal).

Kira-kira pukul 3 malam, datanglah Yesus kepada murid-Nya dan berjalan di atas air. Ketika murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru, “Itu hantu!” lalu berteriak-teriak karena takut. Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia, “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang dan berjalan di atas air.” Kata Yesus, “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasa tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam dan berteriak, “Tuhan, tolong aku!” Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya memegang dia dan berkata, “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” Peristiwa dalam Alkitab ini menjadi pelajaran berharga dalam hidup kita. Sebab sebagai manusia, kita sudah percaya pada Yesus, namun terkadang keadaan hidup, rasa kurang percaya diri, berpikir berlebihan akan hasil ujian bisa membuat kita takut dan bimbang seperti Petrus. Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena saat itu Petrus tidak fokus pada Yesus, melainkan dia malah fokus dengan tiupan angin. Kita pun bisa mengalami bimbang dan takut karena fokus pikiran pada masalah, bukan pribadi Yesus.

Setelah Tuhan Yesus menolong Petrus, mereka naik ke perahu dan angin pun reda. Sementara itu, orang-orang yang ada di perahu semua menyembah Dia katanya, “Sesungguhnya Engkau Anak Allah.” Pada bagian akhir dari pengakuan banyak orang ini menjadi bukti bahwa Tuhan Yesus tidak akan pernah meninggalkan kita. Sekalipun dalam keadaan takut atau khawatir karena masalah dalam hidup, janganlah takut. Kita masih punya Tuhan yang hebat dan berkuasa.

Penerapan
Memang tidaklah mudah melawan rasa takut atau cemas yang muncul tiba-tiba dalam diri kita, seperti yang dialami oleh Petrus. Namun sekalipun tidak mudah, uluran tangan Tuhan Yesus kepada Petrus membuktikan bahwa Ia akan selalu menolong kita menghadapi segala rasa takut dan cemas. Yesus juga selalu mengajarkan kepada umat-Nya untuk senantiasa memiliki waktu berdoa kepada Tuhan sebagai sarana pertumbuhan iman. Karena iman kepada Yesus harus didasarkan dengan keyakinan penuh dan penyerahan diri. Untuk itu, di kala rasa takut ataupun bimbang muncul dalam diri kita, segeralah arahkan pikiran dan fokus kita kepada Tuhan Yesus sembari kita berdoa.

Aktivitas

  • Remaja diajak untuk membuat doa dan dituliskan dalam selembar kertas, terlebih ketika mereka merasa takut dan bimbang.
  • Mewarnai gambar Yesus (ketika kita takut bisa mengingat wajah Yesus).

Renungan Harian

Renungan Harian Anak