Dengar! Allah Sedang Berfirman Tuntunan Ibadah Remaja 8 September 2019

Bacaan Alkitab: Yehezkiel 2 : 1-10
Tahun Gerejawi: Bulan Kitab Suci
Tema: Sikap Menengar
Ayat Hafalan: Mazmur 85 – 9A “ Aku hendak mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN.”
Lagu Tema: Kidung Jemaat NO 52 – “ Sabda Tuhan Allah”

Tujuan:

  1. Remaja dapat  menjelaskan hambatan-hambatan untuk bersedia mendengarkan Firman Tuhan
  2. Remaja dapat memecahkan masalah tentang hambatan-hambatan untuk bersedia mendengarkan Firman Tuhan
  3. Remaja membiasakan diri untuk mendengarkan Firman Tuhan (dalam ibadah, PA, katekisasi)

Penjelasan Teks

Secara umum Kitab Yehezkiel adalah Firman Allah bagi bangsa Israel yang ada dalam pembuangan. Dalam  sisa- sisa  masa pembuangan itu, Yehezkiel harus mengumandangkan Firman Allah yang berisi berita penghukuman dan dorongan untuk berjuang di bawah tekanan. Sama seperti nabi-nabi lainnya, Yehezkiel perlu diyakinkan dalam melakukan tugas dan panggilannya. Bacaan kita adalah proses pemanggilannya, dimana sang nabi harus mendengarkan dengan seksama.

Pada bacaan hari ini, merupakan sebuah dialog pertama antara Allah dan Yehezkiel.

Sebelumnya, Yehezkiel tersungkur sujud karena melihat kedatangan-Nya dalam kemulian-Nya (pasal 1 ayat 28). Oleh karena itu, Allah menyapa dengan “Hai anak manusia, bangunlah dan berdiri, karena Aku hendak berbicara dengan engkau.” Maka dengan seksama sang nabi mendengarkan firman-Nya.

Intinya, bangsa Israel adalah bangsa pemberontak, perlu dihukum dan sedang menjalani proses hukuman. Maka mau tak mau, bangsa Israel harus menerima dan menjalani proses ini. Hal ini digambarkan dengan gulungankitab yang diterima Yehezkiel. Ia menerima gulungan kitab yang berisi ‘nyanyian ratapan, keluh kesah dan rintihan’. Yehezkiel mendengar firman Allah dan menerima gulungan itu, dan dijadikan bekal dalam mengemban amanat sebagai nabi Allah.

Pendahuluan: Permainan “Aku Mau Cerita”

  1. Pamong membagi Remaja sehingga berpasangan.
  2. Pamong  mengajak  seorang  dari  masing-masing  pasangan  untuk  keluar  kelas  dan memberikan instruksi untuk mempersiapkan dan menceritakan sesuatu (misal: kisah Alkitab minggu lalu atau yang lain)
  3. Sementara itu, Pamong memberikan instruksikan anggota pasangan yang lain untuk tidak menghiraukan dengan bersikap cuek atas apapun yang akan disampaikan pasangannya.
  4. Pamong mempersilahkan keduanya bertemu dan melaksanakan tugas masing-masing. beri waktu sekitar 5 menit
  5. Pamong mengajak berbagi pengalaman mereka. Fokusnya adalah menggali perasaan merekaketikamendengarkandandidengarkan.
  6. Pamong mengarahkan tema diskusi menjadi “Mendengarkan Firman Tuhan”

Berikut tabel yang bisa dijadikan sarana Tabel Berikut:

Hambatan dalam Mendengarkan Firman Tuhan

No. Hambatan Pemecahan Masalah
1.
2.
3
dst.

Inti Penyampaian

Allah mengkaruniai manusia dengan panca indera, yang menopang manusia untuk bertahan hidup. Salah satunya adalah indera pendengaran. Yang sangat membantu kita dalam berkativitas dan berkomunikasi.

Nabi Yehezkiel memulai pelayanan dengan mendengarkan TUHAN. Ia mendapat tugas memberitakan hukuman TUHAN pada orang Israel. TUHAN berpesan untuk tidak perlu takut untuk mengatakan sebenarnya, sebab mereka benar-benar sedang menerima proses dari TUHAN sebagai pemberontak. Ia harus memberitakan hal yang menyedihkan ini, meskipun mereka tidak mau mendengarkan. Kemudian ia ditunjukkan gulungan kitab berisi nyanyian ratapan, keluh kesah dan rintihan. Gulungan itu menggambarkan perjuangan yang sedang dan akan dilakukan oleh orang Israel karena menjalani proses hukuman tersebut. Namun, dibalik semua itu, Tuhan memampukan orang Israel.

Bersedia mendengar menjadi awal orang untuk mendengarkan kehendak TUHAN. terlebih mendengarkan firman-Nya di dalam ibadah-ibadah, katekisasi dan sekolah minggu. Mendengar tidak hanya dengan telinga, namun juga dengan hati dan pikiran. Apa yang telah didengar kemudian berujung pada respon dalam bentuk perilaku. Jika kita menganggapnya tidak penting, lalu hanya mendengar tanpa merenungkan dan merespon, maka apa yang kita dengarkan hanyalah berita angin. Perilaku yang muncul hanya keinginan diri sendiri, bukan kehendak TUHAN.(Ingatkah pengalaman ketika melakukan permainan dalam PENDAHULUAN.)

Bagi orang percaya, mendengarkan firman TUHAN adalah petunjuk arah jalan kehidupan. Maka kita harus mendengar dengan hati dan pikiran yang terbuka, dan tetap berjalan di jalan-Nya. Kita pun dapat berseru: “IMANUEL! Allah beserta kita.”

Aktivitas:

  1. Pamong memeriksa tugas bacaan minggu sebelumnya. (lampiran 2 tgl 1 Sept. 2019)
  2. Pamong memberi tugas merangkum renungan / kotbah / katekisasi dalam satu minggu ke depan. Rangkuman dilengkapi dengan bahan bacaan dan tandatangan penyampai firman Tuhan.
  3. Pamong mengajak anak-anak melanjutkan tugas membaca dan melengkapi tabel yang tersedia.

 

 

Bagikan Entri Ini:

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •