Pasraha! Tuntunan Ibadah Remaja 6 Juni 2021

Tahun Gerejawi: Bulan Keluarga
Tema:
Keintiman dengan Keluarga
Judul:
Pasraha!

Bacaan Alkitab: Kisah Para Rasul 4: 23-31

Ayat Hafalan: Efesus 3: 12 – Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepadaNya

Lagu Tema: KJ 364 “Berserah Kepada Yesus”

Tujuan:

  • Remaja dapat menunjukkan sikap Petrus, Yohanes dan teman-temannya dalam menghadapi ancaman imam-imam kepala dan tua-tua.
  • Remaja dapat menerapkan sikap berserah kepada Tuhan dalam menghadapi ancaman dari orang lain.

Penjelasan Teks: (Hanya untuk pamong)
Jemaat bersyukur kepada Allah atas kemenangan Petrus dan Yohanes, seperti Musa dan orang-orang Israel melakukannya sesudah terlepas dari Firaun di Laut Merah (Kel 15). Mereka berdoa untuk mengenang pemenuhan atas Mazmur 2: 1-2. Mazmur tersebut menubuatkan bahwa para raja dan penguasa, orang-orang Yahudi, dan bangsa lain tak akan berdaya di hadapan Tuhan Allah dan Mesias-Nya yang diurapi. Demikian Raja Herodes dan orang-orang Yahudi, penguasa Pilatus dan bangsa Romawi, tidak mampu menghentikan Yesus Mesias, meskipun mereka telah membunuhNya. Dalam melawan Allah, mereka memenuhi apa yang telah direncanakan Allah sejak dulu (4: 24-28).

Petrus dan Yohanes yang dengan berani berdebat dengan imam-imam kepala dan tua-tua untuk mempertahankan imannya ternyata membuahkan hasil. Tidak didapati pelanggaran dalam diri mereka (4: 1-22). Sikap keberserahan Petrus dan Yohanes yang menumbuhkan keberanian ini dapat menjadi teladan yang baik bagi jemaat, apalagi ketika menghadapi ancaman dan pergumulan hidup.

Dalam doa ini, juga ada permohonan supaya semakin dikuatkan menghadapi ancaman, selayaknya Petrus dan Yohanes. Mereka juga meminta tanda-tanda dan mujizat. Tanda-tanda pada umumnya menunjuk kepada perbuatan yang dilakukan untuk menegaskan kehadiran kuasa ilahi, memberi peringatan atau memperkuat iman. Mujizat menunjuk kepada peristiwa-peristiwa luar biasa yang membuat seorang pengamat kagum. Pada akhirnya mereka beroleh kekuatan dan keberanian melalui kehadiran Roh Kudus. Roh Kudus hadir untuk semua orang yang ada pada saat itu. Dalam konteks masa kini, gereja yang tidak hanya perseorangan, namun juga komunal perlu mengalami terlebih dahulu kehadiran Roh Kudus dalam hidupnya supaya memiliki kekuatan dan keberanian untuk bersaksi, saling mengasihi, juga menghadapi setiap ancaman yang ada.

Pendahuluan:
(Pamong membagikan cerita fabel tentang ‘Kambing dan Singa’, lalu mengajak remaja untuk mendiskusikannya)

Kambing dan Singa

Seekor kambing betina bernama Mesaba dengan anaknya bernama Wiwingsali. Pada suatu hari ia makan rumput, tanpa mengetahui bahwa daerah itu adalah daerah kekuasaan singa. Tiba-tiba muncullah singa bernama Warani, hendak memakannya. Untung sang kambing segera menguasai dirinya. Sambil membelalakkan mata dan dengan suara yang berwibawa, kambing berkata bahwa ia pun biasa makan daging singa. Oleh karena itu jika singa mendengar gertak kambing, maka pergilah ia menemui kera dan memberitahu tentang peristiwa yang baru dialaminya. Kera tertawa mendengar cerita singa, dan mengejek betapa penakutnya singa. Atas permintaan singa, kera bersedia mengantarkannya menemui kambing. Tetapi singa meminta demi menilai kejujuran kera, supaya kera bersedia diikat ekornya dengan ekor singa. Kemudian berangkatlah singa dengan menggendong kera di punggungnya, dengan ekor terikat pada ekor singa. Kedatangan singa terlihat oleh kambing, dan dengan sikap yang seolah menunggu berkatalah kambing, “Wahai kera, mengapa engkau hanya datang membawa seekor singa, padahal janjimu memberi aku makan sepuluh ekor singa setiap hari. Kemana yang sembilan, cepatlah aku sudah lapar.” Mendengar kata kambing tersebut, singa merasa ditipu oleh kera, berbalik dan lari, maka jatuh dan terseretlah kera hingga mati. (Sumber:  Lap.Pendokumentasian Relief Candi Jago, 2007)

Sumber: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbjatim/cerita-fabel-di-candi-jago-harimau-lari-oleh-kambing-betina/

 Pamong dapat mengajukan beberapa pertanyaan berikut untuk memantik diskusi:

  • Bagaimana cara kambing menghadapi singa?
  • Apa yang dapat kalian pelajari dari cerita ini?

Cerita:
Pamong mengapresiasi setiap jawaban dari remaja.

Dalam kehidupan kita, memang selalu ada masalah dan pergumulan, bahkan tidak jarang kita harus menghadapi ancaman-ancaman yang ada, baik ancaman dari teman di sekolah, ancaman dari masyarakat, atau bisa saja ancaman itu muncul dari anggota keluarga kita. Kalau dari fabel tadi kita bersama-sama belajar tentang pentingnya tetap tenang dalam menghadapi ancaman, supaya pikiran kita tetap jernih dan bisa menghadapi ancaman dengan akal sehat seperti yang dilakukan oleh kambing tadi, dengan kecerdikan.

Lalu bagaimana supaya kita bisa tetap tenang dalam menghadapi ancaman dalam hidup sehari-hari? Kita belajar dari Firman Tuhan hari ini.

Remaja diajak untuk membaca Kisah Para Rasul 4: 23-31.

Melalui bacaan kita saat ini, kita ditunjukkan bahwa Petrus dan Yohanes dapat tetap tenang dalam menghadapi ancaman, terlebih ketika berdebat dengan imam-imam kepala dan tua-tua, tidak lain karena Petrus dan Yohanes berserah penuh kepada Tuhan. Keberserahan mereka kepada Tuhan membuat mereka memiliki keberanian untuk menghadapi setiap ancaman yang ada. Keberanian itu diperoleh atas kuasa Roh Kudus yang tercurah. Keberserahan Petrus dan Yohanes kepada Allah membuat mereka diberi hikmat dan keberanian.

Maka meneladani sikap Petrus dan Yohanes, penting bagi kita untuk senantiasa berserah pada rencana dan kuasa Tuhan. Tetap percaya bahwa kuasa Tuhan tidak kurang ajaib untuk memberi kita keberanian dan hikmat menghadapi ancaman yang ada. Semangat selalu, tidak perlu takut menghadapi ancaman, serahkanlah semua pada Tuhan. Tuhan yang memberkati kita. Amin.

Aktivitas

Ancaman yang dihadapi Cara Mengatasi
1.
2.
3.
4.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak