Blessed to be A Blessing Tuntunan Ibadah Remaja 29 Mei 2022

Tahun Gereja: Paskah 7
Tema: Kuasa Roh: Menyatakan Kebenaran

Bacaan Alkitab: Bilangan 24: 1-9
Ayat Hafalan:Diberkatilah orang yang memberkati engkau, dan terkutuklah orang yang mengutuk engkau!” (Bilangan 24:9B)

Lagu Tema: Hidup ini Adalah Kesempatan

Tujuan:

  1. Remaja dapat menjelaskan sikap Bileam memberkati bangsa Israel.
  2. Remaja dapat menyebutkan faktor-faktor yang menghambat menjadi alat berkat Tuhan.
  3. Remaja dapat menyebutkan faktor-faktor yang mendukung menjadi alat berkat Tuhan .

Penjelasan Teks:
Bileam adalah satu karakter yang begitu integral dan tertanam kuat dalam ingatan sehingga orang tidak mungkin benar-benar mengerti cerita itu tanpa berusaha memahami karakter ini. Tentu saja maksud cerita adalah untuk menunjukkan bagaimana Allah melindungi umat-Nya dari rancangan-rancangan jahat kerajaan kafir serta nafsu tersembunyi dari seorang nabi yang menyimpang. Namun berbagai perbuatan cerdik Bileam dan perkataannya yang penuh kuasa menjadikan cerita itu sebuah adikarya yang dramatis.

Balak, raja Moab, dikuasai oleh ketakutan karena ditaklukkannya orang-orang Amori oleh Israel. Ia menyuruh orang memanggil Bileam, seorang nabi terkenal dari Mesopotamia utara, dengan menjanjikan kepada Bileam kemasyhuran dan kekayaan bila Bileam mau mengutuk Israel.

Bileam dilarang Tuhan untuk pergi, karena itu ia menolak permintaan Balak. Akan tetapi, ketika Raja Balak memberikan janji-janji yang lebih hebat, sang nabi berharap agar Tuhan berubah pikiran. Karena itu Tuhan mengizinkan Bileam pergi ke Moab.

Di tengah perjalanan, Allah berusaha melalui seorang malaikat untuk menyampaikan ketidaksenangan Tuhan terhadapnya. Namun hanya keledai Bileam yang bisa melihat malaikat itu. Akhirnya keledai tersebut berbicara dan menegur Bileam atas kebutaan rohaninya. Lalu mata sang nabi dibukakan untuk dapat melihat malaikat. Tuhan mengizinkan Bileam meneruskan perjalanan ke Moab supaya dia bisa secara terbuka menyatakan maksud Allah untuk menggenapi janji-Nya yang dahulu Ia berikan kepada Israel. Balak memperlihatkan kepada Bileam perkemahan Israel dari tiga sudut pandang yang berbeda secara berturut-turut. Setiap kali sang nabi mengucapkan berkat atas Israel. Dengan perasaan benci Balak menyuruh Bileam untuk berhenti berbicara. Akan tetapi sang nabi terus berbicara bahkan dengan lebih banyak lagi orakel, dimana ia meramalkan bukan saja kesejahteraan dan kekuasaan Israel pada masa yang akan datang sebagai satu bangsa, tetapi juga kehancuran Moab, Edom, Amalek, Keni dan Asyur.

https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=bilangan+24%3A+1-9

Pendahuluan:

  1. Ajak remaja membaca Bilangan 24: 1-9!
  2. Sharing berpasangan mendiskusikan hal berikut:
    1. Apa hal menarik dari bacaan!
    2. Bagaimana wujud menjadi alat berkat Tuhan?
    3. Apa sajakah faktor-faktor yang menghambat menjadi alat berkat Tuhan?
    4. Sebutkan faktor-faktor yang mendukung menjadi alat berkat Tuhan!
    5. Presentasi bergantian.

Cerita:
Balak, raja Moab, dikuasai oleh ketakutan karena ditaklukkannya orang-orang Amori oleh Israel. Ia menyuruh orang memanggil Bileam, seorang nabi terkenal dari Mesopotamia Utara, dengan menjanjikan kepada Bileam kemasyhuran dan kekayaan bila Bileam mau mengutuk Israel.

Bileam dilarang Tuhan untuk pergi, karena itu ia menolak permintaan Balak. Akan tetapi, ketika Raja Balak memberikan janji-janji yang lebih hebat, sang nabi berharap agar Tuhan berubah pikiran. Karena itu Tuhan mengizinkan Bileam pergi ke Moab.

Di tengah perjalanan, Allah berusaha melalui seorang malaikat untuk menyampaikan ketidaksenangan Tuhan terhadapnya. Namun hanya keledai Bileam yang bisa melihat malaikat itu. Akhirnya keledai tersebut berbicara dan menegur Bileam atas kebutaan rohaninya. Lalu mata sang nabi dibukakan untuk dapat melihat malaikat. Tuhan mengizinkan Bileam meneruskan perjalanan ke Moab supaya dia bisa secara terbuka menyatakan maksud Allah untuk menggenapi janji-Nya yang dahulu Ia berikan kepada Israel.

Balak memperlihatkan kepada Bileam perkemahan Israel dari tiga sudut pandang yang berbeda secara berturut-turut. Setiap kali sang nabi mengucapkan berkat atas Israel. Dengan perasaan benci Balak menyuruh Bileam untuk berhenti berbicara. Akan tetapi sang nabi terus berbicara bahkan dengan lebih banyak lagi orakel, dimana ia meramalkan bukan saja kesejahteraan dan kekuasaan Israel pada masa yang akan datang sebagai satu bangsa, tetapi juga kehancuran Moab, Edom, Amalek, Keni dan Asyur.

Cerita ini adalah untuk menunjukkan bagaimana Allah melindungi umat-Nya dari rancangan-rancangan jahat kerajaan kafir serta nafsu tersembunyi dari seorang nabi yang menyimpang. Namun berbagai perbuatan cerdik Bileam dan perkataannya yang penuh kuasa menjadikan cerita itu sebuah adikarya yang dramatis. Bileam menjadi alat berkat bagi Israel.

Anak-anak Tuhan juga adalah alat berkat Tuhan bagi dunia. Bentuknya tentu bermacam sesuai dengan talenta yang telah Tuhan beri. Percayalah bahwa setiap kita dipakai Tuhan untuk menjadi alat berkat Tuhan. Oleh karenanya setiap anak Tuhan harus sedia, maka Tuhan akan memampukan.

Aktivitas:

  1. Sharing PR Minggu lalu.
  2. Mengerjakan TTS berikut:

Renungan Harian

Renungan Harian Anak