Berbohong Mendatangkan Penyesalan dan Perpecahan Tuntunan Ibadah Remaja 27 Maret 2022

14 March 2022

Tahun Gerejawi: Pra Paskah 4
Tema: Kejujuran

Bacaan Alkitab: Lukas 22:54-62
Ayat Hafalan: “Perkataanku keluar dari hati yang jujur, dan bibirku menyatakan dengan terang apa yang diketahui.” (Ayub 33:3)

Lagu Tema: Aku Mau jadi Anak Jujur

Tujuan:

  1. Remaja dapat memberikan penilaian terhadap Petrus menyangkal Yesus.
  2. Remaja dapat menemukan hambatan-hambatan untuk bersikap jujur kepada Tuhan.
  3. Remaja dapat menunjukkan sikap jujur kepada Tuhan dan sesama.
  4. Remaja dapat menunjukkan dampak sikap berbohong (mengarah pada penyesalan dan perpecahan).

Penjelasan Teks:
Lukas 22 merupakan rangkaian narasi Yesus dalam masa Paskah. Paskah yang diyakini sebagai dasar dari keluarnya bangsa Israel dari Mesir digunakan sebagai momen Yesus keluar dari Yerusalem menuju jalan penyaliban. Dimulai dengan penggambaran mengenai kisah perjamuan kudus. Tubuh Yesus menjadi tubuh umat. Yesus menginginkan para murid mengetahui bahwa waktu telah tiba dimana Sang Mesias akan diserahkan dan diadili oleh manusia. Dalam nantinya Yesus akan menjalani seorang diri, walaupun para murid menolak untuk meninggalkan Sang Guru, namun Yesus memperingatkan para murid untuk tidak jatuh ke dalam perpecahan.

Narasi bergerak cepat, dan berubah ke Bukit Zaitun di mana drama penangkapan terjadi. Salah seorang perempuan murid Yesus yang tidak diketahui namanya, tetap mengikuti Yesus bersama Petrus. Petrus seperti yang dinubuatkan oleh Yesus bahwa tidak ada para murid yang akan menemani Yesus dalam proses pengadilan dan penyaliban termasuk Petrus. Petrus pun tampaknya menyesali apa yang telah dilakukan padahal telah mendapatkan peringatan dari Yesus.

Sikap penyangkalan Petrus mendatangkan sikap penyesalan di hati Petrus. Petrus menyesal dan tampaknya kuatir sikap penyangkalan yang telah dilakukannya akan mendatangkan perpecahan di kalangan para murid dan orang-orang yang telah mengikut Tuhan Yesus.

Pendahuluan:

  1. Pamong memilih satu orang remaja untuk membaca Lukas 22: 54-62 bagi teman-temannya.
  2. Minta beberapa anak untuk melakukan adegan saat Petrus menyangkal Tuhan Yesus.
  3. Kemudian minta remaja untuk memberikan komentar atas peragaan tersebut untuk direfleksikan.

Cerita – Bahasa Indonesia:
Halo rekan remaja yang terkasih, tahukah kalian jika berbohong itu merupakan suatu tindakan yang tidak disukai oleh Tuhan Yesus? Pernahkah kalian berbohong? Kalau pernah kepada siapa kalian berbohong? Dengan alasan apapun, berbohong tentu bukan merupakan sikap yang baik. Dari kebohongan yang kita lakukan bisa jadi membuat kita jatuh dalam masalah yang lainnya. Misalnya saja terus terbayang-bayang dengan kebohongan kita, ketakutan karena kebohongan yang kita tutup-tutupi, dan lain sebagainya.

Petrus yang adalah salah satu dari Murid Tuhan Yesus juga melakukan kebohongan, bahkan hal tersebut dilakukannya sampai tiga kali. Petrus bohong saat ditanya oleh orang banyak tentang kedekatan dia dengan Tuhan Yesus. Hati Tuhan Yesus sedih melihat tindakan yang dilakukan Petrus, ia sungguh tidak mengasihi Tuhan melalui kebohongan yang dia lakukan di hadapan orang banyak.

Salah seorang perempuan murid Yesus yang tidak diketahui namanya, tetap mengikuti Yesus bersama Petrus. Petrus seperti yang dinubuatkan oleh Yesus bahwa tidak ada para murid yang akan menemani Yesus dalam proses pengadilan dan penyaliban termasuk Petrus.

Petrus pun tampaknya menyesali apa yang telah dilakukan padahal telah mendapatkan peringatan dari Yesus. Sikap penyangkalan Petrus mendatangkan sikap penyesalan di hati Petrus. Petrus menyesal dan tampaknya kuatir sikap penyangkalan yang telah dilakukannya akan mendatangkan perpecahan di kalangan para murid dan orang-orang yang telah mengikut Tuhan Yesus. Sikap yang telah diambil oleh Petrus menjadikan dia tidak nyaman dalam menjalani kehidupannya. Karena kita tahu bahwa kebohongan yang kita lakukan kepada Tuhan akan mendatangkan sesuatu yang berat bagi kita. Tuhan Yesus itu Maha Kuasa, Ia tahu segala hal bahkan ketika kita berbohong kepadaNya. Tidak ada yang bisa kita tutupi di hadapan Tuhan, oleh karenanya kejujuran yang kita pegang sepanjang hidup kita akan membuat kita aman dan nyaman.

Jika kita berbohong kepada teman atau sesama kita, kita pasti akan menerima akibat, salah satunya kita dibenci atau tidak disukai teman kita, kita bisa saja ditinggalkan teman kita dan lain sebagainya. Relasi yang baik di antara kita dan Tuhan juga melalui hubungan bersama sesama kita akan bisa berjalan dengan baik ketika kita selalu jujur dalam perkataan dan tindakan kita. Petrus seharusnya siap dengan segala sesuatu yang menjadi resikonya mengikuti Tuhan Yesus, namun sepertinya ia masih belum siap sehingga dia takut lalu berbohong. Mungkin kebohongan Petrus akan menyelamatkan dia, namun hanya untuk beberapa waktu saja, namun setelah itu ia akan menanggung segala kebohongannya. Maka, jangan sekali-kali kita berbohong.

Carita – Basa Jawi:
Kanca-kanca remaja sing ditresnani Gusti, apa kabeh wes pada ngerti yen ngapusi kuwi tindakan sing ora diremeni dening Gusti Yesus? Kira-kira apa ya ana, sing tau ngapusi? Yen ana, kira-kira kanca-kanca iki ngapusine marang sapa? Ngapusi kanthi dasar apa bae kuwi kalebu tindak sing mboten sae. Ngapusi iku isa gawe masalah nang uripe sapa wae, apa maneh yen wes kabongkar.

Petrus salah sijine murid Gusti Yesus yo tau ngapusi, malah ngapusi bab gesang sesarengan Gusti Yesus ing antarane wong akeh. Malahan anggone Petrus ngapusi iku ora mung sepisan, ananging ping telu ing waosan kita dina iki. Petrus ngapusi marang wong akeh nalika nampa pitakenan bab kawontenan Petrus ingkang celak kaliyan Gusti Yesus. Lumantar carita iki katon banget yen Petrus ora ngasihi dening Gusti Yesus, lajeng Petrus ngapusi anggenipun mangsuli pitakenanipun wong akeh mau.

Salah siji wong wadon lumaku sesarengan kaliyan Petrus anggenipun ndherekaken Gusti Yesus. Petrus ngalami kaya dene sing dinubuatake dening Gusti Yesus yaiku yen Petrus kalebu salah sijining murid sing ora ndherekake Gusti Yesus ing prastawa salib.

Petrus ngakeni yen apa sing dilakoni menika salah, menapa malih Gusti Yesus wes ngelingake ing wektu sakderenge. Sikap penyangkalan Petrus iku ndadosake getun sing gede banget ing atine Petrus. Petrus getun lan ketingal kuatir yen sikap ngapusi dening Gusti Yesus iku marake crah utawa bubrahe antaraning para murid. Petrus wes ora nyaman karana sikap sing dipilih iku. Karana kita kabeh pada mangerti yen ngapusi sing kita lakoni marang Gusti Yesus saged ndadosake kita nampi perkawis sing abot. Gusti Yesus iku Maha Kuasa, Gusti mangertos yen kita ngapusi. Awit ora ana sing iso kita tutupi ing ngarsaning Gusti kita. Dadi wong pracaya ing Gusti menika kudu nglakoni menapa-menapa kanthi jujur ora oleh ngapusi.

Yen kita menika ngapusi kanca utawi sesami kita, kita tamtu nrima akibate, salah sijine kita digetingi, ora diremeni kanca kita, kanca kita isa ninggalna kita lan liya-liyane. Kekancan kita karo kanca kita lan hubungan kaliyan Gusti kita isa lumampah kanthi sae yen kita padha nglakoni sikap sing jujur, wonten ing pitembungan kita lan uga lumantar tumindak kita. Petrus kudune ngerti yen samubarang kabeh iki ana resikone, kalebu anggen kita ndherek Gusti Yesus, nanging Petrus isih durung siap lan malah wedi lan ngapusi. Aja sampek anggen kita ndherek Gusti menika dipun warnai kaliyan tumindak sing mboten sae, aja ngapusi, awit jujur kemawon ingkang ndadosaken kita saged nampi kaslametan.

Aktivitas:

  1. Pamong mengajak remaja untuk mengakhiri renungan dengan satu permainan.
  2. Permainan tersebut dilakukan dengan cara:
    1. Pamong menyiapkan kalimat-kalimat yang bermacam-macam ada yang mengarah kepada tindakan jujur dan tindakan berbohong.
    2. Semuanya itu ditulis dalam kertas dan digulung lalu ditaruh dalam satu wadah.
    3. Minta remaja secara bergantian mengambil gulungan kertas tadi, dan biarkan Remaja tersebut menyimpulkan bahwa itu perbuatan yang jujur atau berbohong dengan menempelkan pada tempat yang sudah disediakan.

Kalimat-kalimat yang bisa dipakai:

  • Saya selalu menyontek saat ada ulangan.
  • Ketika aku melihat mainan temanku jatuh, lalu aku mengambilnya dan memberikan kepadanya.
  • Saat Ibu memberiku uang persembahan, aku mengambilnya sebagian untuk memberi jajan dulu lalu sisanya aku buat persembahan.
  • Ketika temanku kesusahan, aku tidak memperdulikannya dan mengatakan kepada teman yang lain bahwa aku tidak mengenal temanku sebelumnya.
  • Saat aku diminta untuk bersaksi tentang teman di sekolah yang bertengkar, aku menceritakan semuanya seperti kejadian yang sesungguhnya.
  • Saat aku tidur dan Ibuku membangunkanku untuk ke gereja, aku pura-pura tidak mendengar dan tetap tidur.

Catatan: Bisa ditambahkan dengan kalimat-kalimat yang lainnya.

Jujur Berbohong

Renungan Harian

Renungan Harian Anak